
Beberapa hari kemudian.
Saat ini Rena yang telah sampai di rumah ibunya itu,ia langsung turun dari mobilnya.
“Ibu”sapa Rena yang langsung menghampiri ibunya.
“Kamu datang,ada apa?,muka kamu kayak senang banget?”tanya Susan heran.
“Aku sudah melakukan rencana yang ibu suruh waktu itu”ucap Rena terdengar gembira.
“Oh ya?,gimana? berhasil kan?”tanya Susan yang langsung menaruh majalah yang sedang ia baca.
“Coba ibu tebak”jawab Rena terdengar misterius di sertai senyuman nya itu.
“Berhasil.Anak ibu pasti berhasil,ibu sudah bisa tebak itu”ucap Susan yang langsung membuat senyum Rena semakin lebar.
“Kok ibu bisa tahu sih”ucap Rena sambil tertawa senang.
“Karena kamu memang anak ibu,itu sudah jelas jika kepintaran kamu menurun dari ibu mu ini”Susan terdengar angkuh begitu mengatakan itu.
Mendengar itu,Rena langsung tertawa dan di susul oleh Susan yang ikut tertawa.
“Ada apa ini?”tiba-tiba Handoko yang merupakan ayah Rena datang menghampiri mereka.
“Eh ayah,tidak ada apa-apa,hanya sebuah berita gembira yang membuat kita tertawa”jawab Rena yang langsung dijawab anggukan mengerti.
“Gimana hubungan kamu dengan Arnam?”tanya Handoko saat telah duduk di sofa.
Mendapat pertanyaan seperti itu,tentu Rena merasa bingung antara jujur atau berbohong.Sedangkan jelas ia tahu jika hubungan nya dengan Arnam tidak ada kemajuan sama sekali,dan jika pun berbohong cepat atau lambat ayahnya pasti akan tahu.Maka dari itu ia hanya diam dan langsung menatap ke arah Ibunya seolah meminta bantuan.
“Sudahlah,itu biar menjadi urusan Rena.Kita hanya akan tahu beresnya saja”ucap Susan menyela.
Saat Handoko hendak berbicara,tiba-tiba bunyi bel rumah terdengar.
“Siapa itu?”tanya Handoko seolah sedang menebak.
“Bi,tolong buka pintunya”panggil Rena malas.Meski mereka berada di ruang tamu,tapi ia seolah malas hanya untuk sekedar membuka pintu.
__ADS_1
Semenjak menikah dengan Arnam,sifat malas Rena bertambah.Apalagi ia jarang bekerja seperti biasa dan hanya menikmati kekayaan milik Arnam semaunya.Dulu nya ia merupakan seorang model yang cukup terkenal di negara ini,tapi semenjak menikah dengan Arnam ia pun telah berhenti dari dunia modelling itu.
“Ada surat non”ucap seorang pekerja yang sempat membuka pintu tadi.
“Untuk siapa?”tanya Rena langsung.
“Sepertinya untuk anda,karena ini tertulis atas nama anda”ucap si pekerja wanita yang langsung menyerahkan surat tersebut pada Rena.
Menerima surat itu,tanpa menunggu lama Rena langsung membuka map coklat yang berisikan selembar surat.
Saat membacanya,tiba-tiba tubuhnya bergetar dan matanya melotot tak percaya.
Itu surat dari pengadilan.!!!
Dan itu tentang perceraian dirinya dan Arnam,dan ia di haruskan hadir di pengadilan.
“Apa isi surat itu?”tanya Susan yang berada tepat di samping Rena.Handoko yang juga duduk tak jauh darinya,sepertinya juga merasa penasaran.
“Nggak,ini nggak benar!”ucap Rena yang langsung berteriak histeris.
Melihat itu Susan langsung melihat surat tersebut,dan reaksinya hampir sama seperti Rena.
“Nggak Bu,aku nggak mau cerai!”ucap Rena sedikit nyaring.
Mendengar hal itu,Handoko langsung paham.Ia langsung mengepalkan tangannya dan menatap Rena tajam.
“Bukankah seharusnya hubungan kalian baik-baik saja.Kenapa hal ini bisa terjadi?”tanya Handoko marah.
“Rena nggak ingin bercerai dari Arnam ayah,tolong bantu Rena”mohon Rena pada ayahnya.
Mendapat respon seperti itu,Darto hanya diam untuk sejenak.
“Baiklah,bercerai saja dengan-nya.Ini yang terbaik”ucap Handoko tiba-tiba,sontak Rena dan ibu nya langsung menatap Handoko tak percaya.
“Ayah nggak ingin kamu tergila-gila dengan laki-laki,maka bercerai saja!!.Lagipula tujuan kita akan tercapai dan hanya butuh beberapa langkah lagi”Ucap Handoko menjelaskan.Ia sebenarnya mendapatkan banyak sekali keuntungan berkat koneksi dari Arnam.Dan itu yang Handoko inginkan.
“Satu hal lagi,minimal kamu harus meminta harta yang banyak saat berpisah nanti,paling tidak setengah dari kekayaan Arnam.Itu sudah jauh lebih dari cukup!!”jelas Handoko terdengar seperti perintah.
__ADS_1
“Ayah yakin Arnam tidak bisa menolak permintaan kamu,karena kalian adalah suami istri yang sah”lanjut Handoko dengan tersenyum bengis,ia seolah membayangkan jika tujuan yang diinginkannya tercapai,dan malah lebih dari apa yang ia bayangkan.
Handoko tidak melihat ke arah Rena sama sekali,padahal jelas sekali Rena sedang mengepal tangannya karena marah.
Sudah biasa Rena di perlakukan seperti ini,ia dijadikan Handoko hanya sebagai sebuah alat.Saat dirinya jatuh cinta pada seseorang,ayahnya seolah langsung menjauhkan dirinya dengan orang yang ia cintai.Tidak tahu sudah ke-berapa kali hal ini terjadi,tapi ia tidak bisa melakukan itu lagi.Rasanya rasa cinta ia pada Arnam jauh lebih besar di bandingkan rasa cintanya pada korban-korban nya dulu yang telah bangkrut olehnya dan ayahnya.
“Ini semua demi kebaikan kamu Rena,ayah tidak ingin kamu di manfaatkan oleh rasa cinta kamu hingga akhirnya menjadi bodoh”lanjut Handoko saat melihat ekspresi enggan dari wajah Rena.
Dan Rena yang mendengar itu hanya diam,ia masih merasa enggan,tapi ia tidak berani untuk mengungkapkan itu.
...*****...
Sementara itu,di tempat Arnam saat ini.
Arnam yang sedang duduk di kursi kebesarannya itu,ia terlihat tenang mengerjakan dokumen di meja nya itu.
“Arnam”tiba-tiba terdengar suara wanita yang di kenal nya.
Tanpa menoleh Arnam tahu siapa wanita itu.
“Ibu mendapat kabar dari Rena jika dia mendapat surat dari pengadilan.Apa itu benar?”tanya Rima tepat di hadapan Arnam.
“Ya,itu benar”jawab Arnam datar dan masih melanjutkan aktivitasnya seperti biasa.
“Ibu tidak setuju.Ibu nggak akan terima jika sampai kalian harus bercerai!!”ucap Rima terdengar tegas.
“Ini tidak ada hubungannya dengan keputusan ibu”jawab Arnam masih dengan wajah yang terlihat tenang dengan wajahnya yang masih tetap datar.
“Arnam!!”teriak Rima merasa kesal dan tak terima.
“Pokoknya ibu nggak akan biarkan itu terjadi.Dan kalau kamu masih tetap melakukan itu,jangan harap ibu akan menganggap kamu anak lagi!!!”ucap Rima terdengar mengancam.
“Ibu tidak akan bisa melakukan itu.Lagipula ibu akan menyesal dengan apa yang pernah ibu lakukan untuk mereka,terutama bantuan yang pernah ibu lakukan untuk keluarga mereka”jawab Arnam yang langsung menatap ibunya dengan tatapan datarnya.
“Arnam!,ibu nggak akan menyesal,justru kamu yang akan menyesal!!”balas Rima berteriak marah karena merasa tidak terima.
“Jadi kamu jangan sampai bercerai dengan Rena!!!”lanjut Rima lagi dengan penuh penekanan.
__ADS_1
“Keputusan saya sudah jelas,dan ibu tidak bisa mengganggu gugat keinginan saya”balas Arnam dengan nada tegasnya.