
Safira dan Rara kini masih berada di ruang tamu,mereka terlihat sangat fokus menonton acara Televisi.
“Kak”tiba-tiba Rara memanggil Safira.
“Hmm?”Safira menjawab sekaligus bertanya hanya dengan deheman.
“Coklat yang waktu itu di kirim kak Arnam masih ada kan?”tanya Rara basa-basi.
“Ada,memangnya kenapa?”tanya Safira tapi masih fokus dengan acara yang sedang ia tonton,membuat Rara mendengus pelan akan hal itu.
“Rara minta satu dong kak”pinta Rara yang sontak membuat Safira langsung menatap kearahnya.
Dengan tatapan yang Em...Tidak percaya!?
“Waktu itu kan kakak sudah kasih kamu,bukan satu lagi malah tiga sekaligus”ucap Safira terdengar mengingatkan.Pandanganya menatap tidak percaya sekaligus aneh,perasaan baru kemarin ia memberikan itu.
“Iya,tapi itu sudah habis”adu Rara.
“Baru kemarin loh kakak kasih kamu tiga sekaligus,meski kakak punya stok cukup banyak karena mas Arnam sering kirim kakak coklat,tapi jangan di habiskan secepat itu juga kan!!”kesal Safira dengan sifat Rara yang terlalu rakus menurutnya.
“Tapi kak,aku cuman makan satu,dan dua lagi aku kasih sama teman-teman yang lain”curhat Rara terdengar membujuk,berharap kakaknya akan memberikannya coklat lagi.
Safira hanya bisa menghembuskan nafasnya.“Kalau kamu nggak niat untuk memberi,kenapa di kasih sih”getutu Safira masih terdengar dengan nada kesalnya.
“Nggak enak kak,mereka yang minta duluan.Masa aku tega sih nggak kasih coklat itu kepada mereka.
Kakak kan tahu kalau aku cuman punya dua teman dekat”curhat Rara lagi dengan nada memelas.
“Oke,akan kakak kasih”ucap Safira pada akhirnya.Ia tidak bisa menolak jika Rara telah mengubah mimiknya menjadi memelas seperti itu.
“Beneran kak?”tanya Rara yang langsung merasa senang.
“Iya,tapi jangan senang dulu,karena kakak punya syarat untuk kamu lakuin”ucap Safira tiba-tiba,ia teringat akan sebuah hal yang ingin Rara lakukan untuknya.Membuat Rara yang mendengar itu langsung merubah raut wajahnya.
“Ya ampun kak,sama adik sendiri kenapa harus pakai syarat segala sih”kesal Rara tidak terima.
“Tenang aja,syaratnya gampang banget kok.Dan kakak yakin kamu pasti bisa ngelakuin syarat kakak ini”ucap Safira sambil tersenyum misterius.
“Memang apa syaratnya?”tanya Rara yang mulai merasa penasaran.
“Kamu tinggal bilang'kakak cantik'itu aja kok,mudahkan?”ucap Safira diakhiri dengan senyuman yang lebar.
“Nggak,nggak mau.Enak aja aku harus muji kakak,pakai bilang cantik segala lagi”kesal Rara yang merasa enggan untuk melakukan hal itu.Rara di suruh muji?,apalagi ini ia haru memuji kakak nya?,no!!,jangan harap!.
__ADS_1
“Ayolah,demi coklat yang kamu mau.Kamu tau kan kalau coklat itu mahal.Belum lagi kamu harus memakai uang jajan hanya untuk beli coklat biasa,tapi ini coklat mahal loh,kamu harus nabung sebulan baru bisa beli”ucap Safira terdengar membujuk dengan iming-iming coklat miliknya.
Karena merasa tergiur dengan keinginannya itu,akhirnya Rara pun terpaksa setuju.Kini demi coklat itu ia harus menurunkan ego nya itu
“Kakak cantik”ucap Rara cepat dengan suara tidak ikhlas yang terdengar tidak bersemangat.
Safira yang mendengar itu hanya diam dengan sedikit tersenyum.Kapan lagi bisa di puji oleh adiknya yang memiliki gengsi tinggi seperti dirinya kan??,
meski sebenarnya ia juga sering di puji oleh orang lain,tapi rasanya beda jika adiknya sendiri yang memujinya.Sekalipun Safira tahu jika pujian Rara terdengar tidak rela,justru hal itu merupakan kesenangan tersendiri baginya.
“Sudah kan kak,sekarang mana coklatnya?”kesal Rara sambil menyodorkan telapak tangannya ke arah Safira dengan cepat.
“Sebentar.Kenapa kakak dengarnya kamu kayak nggak semangat gitu ya?,ayo dong bilang sekali lagi,kakak kan nggak terlalu jelas dengarnya”Safira beralasan dengan pandangan yang menatap ke arah Rara yang terlihat semakin kesal padanya.
“Ishh dasar!”kesal Rara sambil memukul bantal yang ada di samping nya dengan sedikit keras.
“Kakak cantik”tapi meski begitu Rara tetap mengulang kata itu,dan masih dengan perasaan tidak rela nya
“Kakak cantik”kini sekali lagi Rara mengulang kalimat itu,dengan senyuman yang terlihat jelas di paksakan.
Melihat Rara tersenyum sambil menahan rasa kesalnya itu,Safira pun hanya terkekeh lucu.
“Nih,karena kakak baik hati dan tidak sombong kakak kasih kamu satu.Dan terima kasih atas pujiannya,duh rasanya emang beda ya di puji sama adik sendiri”Safira yang langsung memberikan coklat yang memang sengaja ia simpan di sampingnya.
Melihat hal itu,Rara langsung mengambil coklat itu dari tangan Safira dengan sedikit kasar.
“Setidaknya coklat ini bisa membuat emosi aku sedikit berkurang,lagipula aku mendapatkan apa yang aku inginkan,jadi aku masih untung”gumam Rara pelan,tapi meski begitu Safira cukup mendengar gumaman itu.Hingga tanpa sadar Safira pun tersenyum lebar.
“Ra”panggil Safira yang sepertinya memiliki rencana lain.
Safira benar-benar!!,ia tidak bisa sehari saja tanpa menjahili sang adik.
Motonya adalah'Jika tidak ingin di ganggu maka harus mengganggu',jadi karena itu Safira sering mengganggu Rara yang juga sering jahil padanya.
“Apa?”tanya Rara tanpa menghentikan aktivitasnya yang sedang memakan coklat.
“Kamu mau kakak kasih coklat lagi?”tanya Safira yang langsung membuat Rara menoleh.
“Apa syaratnya?”tanya Rara yang tahu jika itu tidak gratis.
“Gampang kok Ra.Kamu tinggal bilang kalau 'kakak paling cantik'atau gini aja 'kakak paling cantik sedunia'gitu,kamu cuma perlu mengatakan itu doang kok”ucap Safira menjelaskan syaratnya.
Rara yang mendengar itu sampai menatap ke arah Safira dengan tatapan anehnya.Sejak kapan kakaknya memiliki tingkat kepedean setinggi langit,apakah itu karena hormon kehamilan?,atau hanya keinginan kakaknya pribadi,entahlah yang jelas Rara tidak bisa menebak itu.
__ADS_1
“Kakak demam ya,atau agak kurang ?”tanya Rara masih dengan tatapan anehnya,ia langsung menyodorkan tangannya ke arah dahi Safira untuk mengecek suhu tubuh Safira.
“Apaan sih ra!”ucap Safira kesal dan langsung menyingkirkan tangan adiknya itu.Ia tidak suka saat di katakan kurang 'kurang waras' maksud nya.
“Kakak nggak sakit,kakak sehat tahu.Masa gitu aja kamu sudah anggap kakak aneh,gimana kalau kakak dandan cantik,mungkin kamu sudah anggap kakak gila”kesal Safira pada adiknya.
“Jangan kak,jangan!”Rara menggeleng-gelengkan kepalanya,seolah hal itu tidak boleh terjadi.
“Kenapa memangnya?”tanya Safira langsung.
“Pokoknya jangan!,karena nanti akan terlihat aneh.Gelap kak gelap! nanti yang ada mata Rara sakit”
“Dasar!!”umpat Safira
“Kita lihat aja nanti,siapa tahu kalau kakak dandan kakak akan menjadi syyangat cyyantik”Meski kesal dengan ucapan adiknya itu,Safira hanya menjawab dengan percaya diri dan nada yang sedikit alay yang membuat Rara bergidik karena hal itu.
“Ya sudah gimana?,kamu terima syarat kakak kan?”lanjut Safira dengan nada bertanya.
“Nggak,enak aja,itu terlalu berlebihan tahu”kesal Rara tidak suka.
“Kalau kamu nggak mau mengatakan itu,cukup kamu katakan'kakak lebih cantik daripada aku'”ucap Safira memberikan usul,dengan nada yang sedikit di tekan saat menyebutkan kalimat yang Safira ingin adiknya untuk mengatakan kalimat itu langsung.
“Nggak,apalagi itu.Enak aja kakak minta bilang kalau'kakak lebih cantik daripada aku',itu sama saja kayak aku mengakui kalau cantikan kakak dari pada aku”ucap Rara dengan nada yang di tekan saat menyebutkan kata 'kakak lebih cantik daripada aku'.
“Nah kan!!,secara tidak langsung kamu kan sudah mengakui kalau kakak lebih cantik daripada kamu”meski tahu maksud Rara,Safira masih saja merasa senang dengan ledekan nya itu.
“Kakak!,bukan seperti itu!”ucap Rara yang benar-benar merasa sangat kesal.Ia sangat menyesal menyebutkan kalimat itu yang telah membuat sang kakak senang tidak terkira.
“Terima kasih atas pujiannya.Padahal kalau kamu mau bilang'kakak paling cantik',kakak akan kasih kamu lima coklat.Belum lagi kalau kamu sampai bilang'kakak paling cantik sedunia',mungkin akan kakak belikan kamu coklat setiap hari,tapi karena kamu mengatakan 'kakak lebih cantik daripada kamu',akan tetap kakak kasih kamu coklat juga”ucap Safira santai tanpa merespon kekesalan Rara.
“Nggak,sudah terlanjur enek”jawab Rara cepat dengan nada kesal yang masih di tahan.
Bisa-bisa semenjak kejadian itu Rara tidak suka lagi dengan yang namanya coklat!!
Mungkin Rara itu adalah tipe orang yang akan berfikir jika orang lain lebih cantik darinya,karena ia sadar di tiap langit pasti akan ada langit,begitu pun setiap orang cantik pasti akan ada yang lebih cantik.Tapi,Rara tidak akan pernah mau mengakui bahkan untuk berfikir jika Safira lebih cantik darinya,entah itu hanya pertahanan diri atau karena gengsi,yang jelas Rara tidak bermaksud sombong,tapi dia hanya ingin menghilangkan pikiran yang membuat ia tidak pede dengan wajahnya sendiri.
“Ya sudah,itu terserah kamu”jawab Safira masih dengan santainya.
“Permisi”tiba-tiba terdengar suara laki-laki dari luar.
“Itu kayaknya suara kak Arnam”ucap Rara yang tahu jika itu suara milik Arnam.
“Kakak aja yang buka,aku sudah terlanjur enek sama kakak”lanjut Rara yang langsung meninggalkan Safira yang hanya diam.
__ADS_1
*****
Part ini khusus perdebatan Rara dan Safira.