AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!

AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!
Pertemuan Safira dan Rima.


__ADS_3

Safira yang sudah cukup lama menangis di pelukan ibunya itu,ia pun mulai menjauhkan tubuhnya dari tubuh ibunya secara perlahan.


“Maafin Safira Bu,maaf karena gara-gara Safira ibu dan ayah harus menanggung malu karena kebodohan Safira”ucap Safira sambil menatap ke arah ibunya dengan wajahnya yang terlihat bersalah.


Rina yang melihat itu,ia pun hanya tersenyum sambil mengusap pipi Safira yang terasa basah akibat menangis.


“Sini duduk dulu sayang,kamu pasti capek dari tadi berdiri terus”ucap Rina yang langsung menuntun Safira untuk duduk bersampingan dengannya.


“Ibu nggak tahu harus ngomong apa tentang masalah kalian ini,tapi yang jelas,ibu ingin agar kamu dan Arnam bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik-baik”ungkap Rina sambil memeluk pundak Safira dengan pandangan yang lurus ke depan.


Safira yang mendengar ucapan ibunya itu,tiba-tiba ia merasa marah dan kesal saat mengingat jika saat ini Arnam menghilangkan tanpa kabar.


“Gimana bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik-baik?!,dia saja menghilang entah kemana”ucap Safira dengan nada kesal dan amarah yang ia keluarkan secara tak sadar.


Dan setelah mengatakan itu,Safira pun langsung sadar akan kesalahannya.“Maaf Bu,harusnya Safira nggak mengatakan hal itu apalagi dengan nada tinggi di depan ibu”lanjut Safira dengan pelan.


Rina yang mendengar itu,ia pun hanya mengangguk kecil sambil tersenyum.


“Enak aja,kakak bilang jika hanya ibu dan ayah yang malu atas masalah kakak ini?,kakak tahu gak kalau Rara juga ikut malu karena ini.Pantas saja dia mau menikahi kakak,rupanya kakak dijadikan istri kedua”ucap Rara ikut menimpali dengan nada menyindir di akhir kalimat.


Rara masih saja menyebutkan nama Arnam dengan sebutan dia',itu menandakan jika Rara masih sangat marah karena Arnam telah membohongi kakaknya.


Rina yang mendengar ucapan anak kedua nya itu.Ia pun langsung melotot ke arah Rara yang ada di sampingnya.Sedangkan Safira yang mendengar itu hanya mendengus kesal akan sindiran adiknya itu.


Safira tidak bisa marah pada Rara karena ucapannya tadi itu sepertinya masuk akal,dan justru kini rasa sedih yang Safira alami mendadak sedikit berkurang karena sindiran adiknya tadi.


Rara yang melihat kakaknya mulai kesal padanya,dan ia juga melihat jika wajah kakaknya yang awalnya sedih itu mulai sedikit berkurang,diam-diam Rara yang melihat itu mulai tersenyum sekilas.Mungkin ucapan Rara itu berupa sindiran,tapi percayalah jika hal itu Rara lakukan agar rasa sedih yang ada di diri kakaknya itu akan berkurang,walaupun pada akhirnya kakaknya akan merasa kesal padanya,Rara tak masalah,karena yang terpenting Safira tidak larut dalam kesedihannya itu.

__ADS_1


“Kamu ini!,kamu senang ya lihat kakak seperti ini?!,


dasar adik nakal”kesal Safira dengan wajah yang terlihat sedikit ditekuk.


“Senang?,nggak juga sih.Tapi sekarang Rara sadar jika kita harus mencari pasangan yang benar-benar jujur dan saling terbuka,terima kasih ya atas pengalamannya itu kak,Rara akan jadikan itu semua sebagai pelajaran untuk hidup Rara kedepannya”ucap Rara yang langsung berdiri setelah mengatakan itu.


Safira yang mendengar ucapan Rara itu langsung bertambah kesal,dan rasa sedihnya itu seakan terlupakan untuk sejenak dan berganti dengan rasa kesalnya karena ucapan adiknya tadi.


“Ra....”ucap Safira yang terhenti saat melihat Rara sudah berlari menjauh darinya.


“Sial,dasar anak nakal itu”ucap Safira dengan sedikit mengumpat saat ia hendak mengejar adiknya tetapi tidak bisa karena adiknya telah memasuki kamarnya.


“Hufh”helaan nafas lagi-lagi keluar dari mulutnya.


Safira berusaha untuk menghilangkan rasa kesalnya itu,lalu menatap ke arah ibunya.


“Mau kemana?,nginep aja di sini”ucap Rina yang terdengar enggan untuk jauh dari anaknya karena khawatir.


“Nggak apa-apa Bu,Safira bisa jaga diri baik-baik,jadi ibu jangan khawatir.Justru Safira takut jika Safira menginap di sini,maka ayah akan bertambah marah saat melihat wajah Safira”ungkap Safira sambil menatap ke arah Rina.


Rina yang mendengar itu,ia pun akhirnya mengangguk setuju.Setelah berpamitan Safira pun berjalan keluar dari rumahnya.


Entah Safira akan langsung pulang ke rumahnya,atau hendak berkunjung ke tempat lain,tapi yang jelas Safira terus saja melangkah sesuai keinginan hatinya itu.


...*****...


* Di taman.

__ADS_1


Entah harus marah atau senang,saat ini langkah kaki Safira langsung berhenti di sebuah taman.


Taman itu merupakan tempat yang sering Safira dan Arnam kunjungi dulu.“Kenapa harus ke tempat ini sih?!”ucap Safira seakan mengutuk langkah kaki juga keinginan nya itu.


Dengan sedikit kesal Safira pun duduk di sebuah kursi yang ada di taman.Safira menunduk dan termenung,


tiba-tiba rasa sedih yang tadi hilang entah kemana kini hadir kembali.


Safira ingin sekali menangis,tapi sekuat tenaga ia tahan.


Air matanya terlalu berharga rasanya!!,ia tidak akan menangisi laki-laki yang tidak baik“Rupanya ada kamu”ucap seseorang secara tiba-tiba.


Safira yang mendengar itu langsung mendongkak kan kepalanya ke atas,ternyata orang yang bicara itu,adalah Rima ibu dari Arnam.Safira pun hanya bisa diam,ia ingin tahu apa yang akan di katakan oleh Rima selanjutnya.


“Akhirnya kamu tahu kebenaran yang selama ini Arnam sembunyikan”ucap Rima dengan suara yang terdengar senang dan terkesan angkuh.


Safira merasa yakin jika Rima sedang membicarakan tentang kebenaran yang mengatakan jika dirinya adalah orang ketiga dalam pernikahan Arnam dan Rena.


Tapi meski begitu Safira seolah menolak jika Rima juga ikut menyembunyikan kebenaran itu.Ia berfikir hanya Arnam yang salah dan jahat,sedangkan ibu mertuanya ini mungkin bermaksud baik mengatakan itu.


“Maksud ibu apa?”tanya Safira yang memanggil Rima dengan sebutan ibu'.Karena Arnam dan Safira sudah menikah,jadi menurut Safira tak ada salahnya jika ia akan memanggil Rima dengan sebutan ibu.Meski tak tahu ke depannya,anggap saja ini sebagai sebuah bentuk sopan santun.


“Maksud saya apa?,tanpa saya jelaskan kamu juga sudah tahu”ucap Rima dengan sarkas,nada bicaranya tidak terdengar ramah tapi malah terkesan angkuh.


“Dan satu lagi,jangan pernah sebut aku ibu,karena aku gak sudi jika harus di panggil ibu oleh kamu!”ucap Rima dengan nada yang lebih sombong,pandangan matanya juga terlihat sinis dan merendahkan Safira.


*****

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote nya 😘


__ADS_2