AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!

AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!
Kemarahan dan kepedulian Sahabat Safira


__ADS_3

Saat Arnam dan Reno sedang menatap satu sama lain dengan tatapan yang sama-sama sengit.Salma pun langsung angkat suara.


“Dimana Safira?”tanya Salma langsung.


Arnam yang mendengar itu,ia langsung menatap ke arah Salma dengan pandangan yang terasa menusuk bagi Salma.Meskipun takut dengan pandangan Arnam itu,Salma tetap berusaha untuk berani.


“Kami ke sini karena ingin bertemu Safira,dan ingin menghiburnya,dan tolong,jika anda tidak bisa menjaga Safira dengan baik dan benar,anda bisa langsung melepaskan Safira,biar kami yang akan menjaganya”ucap Salma dengan nada tegas dan tangan yang sedikit gemetaran karena merasa takut saat Arnam semakin menatap tajam ke arahnya.


“Apa hak kamu sampai mengatur saya?!”tanya Arnam datar dan semakin dingin.


“Arnam!!”tiba-tiba Reno kembali berteriak marah.


“Kamu jangan seenaknya bersikap seperti itu,kami adalah sahabat dari Safira,kami orang yang paling peduli pada Safira dibanding siapa pun selain orang tua dan keluarga nya!!”ucap Reno penuh penekanan,


ia berjalan ke depan dan melindungi Salma di belakangnya.


“Lalu?”tanya Arnam masih datar dan dingin,tatapan matanya menjadi sengit saat menatap Reno.


“Jadi lepaskan Safira seperti yang telah di katakan Salma tadi,karena yang ia katakan itu benar”ucap Reno dengan nada tegasnya


“Benar?!”kata itulah yang Arnam ulangi,seakan ia sedang mengejek ucapan Reno tadi.


“Benar itu hanya menurut pandangan kamu saja.Lalu apakah kamu tidak sadar jika meminta suami istri yang saling mencintai untuk bercerai itu adalah sebuah kesalahan?”

__ADS_1


Meski ucapan Arnam itu ada benarnya,tapi karena Reno telah di kuasai emosi,ia seakan tidak peduli akan ucapan Arnam.


“Saling mencintai?,heh!.Kamu pikir setelah kamu membohongi Safira,dia masih percaya dengan apa yang akan kamu katakan!.Jangankan cinta!,mungkin saat ini yang ada di hati Safira itu hanya ada kebencian untuk kamu!!”kini giliran Salma yang bicara,karena saat ini ia sedang menahan kedua tangan Reno yang hendak meninju Arnam karena emosi.


“Jangan gegabah Reno!,kamu tidak ada apa-apanya jika melawan Arnam”ucap Salma memperingati Reno yang hanya bisa diam dengan nafas naik turun seakan sangat emosi.


Mungkin ucapan Salma terdengar seperti menyinggung.Tapi sebenarnya ia hanya takut jika Reno akan habis di tangan Arnam,karena


mereka sudah lumayan tahu dengan kebrutalan Arnam.


“Dengar ini baik-baik Arnam!,aku orang yang pertama yang akan membenci kamu jika tahu Safira hidup dengan tidak bahagia!!.Dan aku juga orang yang pertama! yang akan menantang kamu dengan sukarela saat mendengar Safira hidup menderita dengan kamu”ucap Reno seolah menegaskan,jika ia sampai mendengar hal itu secara langsung dari mulutnya Safira dan bukan melalui mulut orang lain.


Tiba-tiba di tengah keributan itu,Toni yang merupakan sekertaris sekaligus asisten Arnam datang dan menghampiri Arnam.


“Tuan”ucap Toni saat berada di samping Arnam,ia hendak melindungi Arnam karena tahu jika sahabat-sahabat dari Safira akan datang.


Sementara kini Salma yang sudah tidak bersembunyi lagi di belakang Reno,ia kini menatap ke arah Toni dengan tatapan yang rumit.Awalnya saat mata Salma tidak sengaja melihat wajah tampan dengan tubuh berwibawa Toni yang sedang berjalan mendekat ke arah mereka,ia sempat terkesima dan kagum untuk sejenak.Tapi beberapa detik setelah ia melihat sikap Toni yang hormat pada Arnam,ia langsung menatap Toni dengan tatapan tidak suka.


Saat Arnam mendengar panggilan Toni itu,ia hanya diam dengan tatapan yang langsung ia layangkan pada Toni untuk beberapa detik.Lalu Arnam pun kembali menatap ke depan ke arah Reno dan yang lainnya.


“Kalau begitu saya permisi”ucap Toni yang paham jika Arnam tidak memerlukan bantuannya di sini,karena ia akan membantu Arnam dengan cara lain.Setelah kepergian Toni,Reno kembali menatap tajam pada Arnam,baru setelah itu ia langsung memperhatikan rambut Arnam yang sedikit basah,sontak saja pikirannya sudah membayangkan ke hal-hal yang tidak seharusnya ia urusi.


‘Dasar brengsek!’pikir Reno semakin mengepal erat,andai saja jika Salma tidak menahannya sudah di pastikan jika ia akan langsung meninju Arnam.Bisa-

__ADS_1


bisanya di saat seperti ini Reno berpikir hal seperti itu.


Sekejam-kejamnya Arnam dalam mengahadapi musuh-musuh nya,ia tidak akan bisa berfikir untuk melakukan itu saat ini,karena yang sedang Arnam pikirkan saat ini adalah bagaimana caranya agar Safira memaafkannya.


Andai saja Reno tahu jika Arnam itu habis mandi karena sehabis turun dari jet pribadi ia belum sempat mandi sama sekali.Bagaimana Arnam bisa mandi??,sedangkan ia tidak istirahat dan makan dengan benar karena pikirannya di penuhi oleh Safira!!


Triling triling triling.


Tiba-tiba ponsel keempat sahabat Safira berbunyi,dan entah apa yang terjadi sehingga membuat mereka bisa mendapatkan telepon secara bersamaan.


“Hallo”saat keempat sahabat itu menjawab telepon,mereka langsung diam mematung saat mendengar apa yang mereka dengar melalui telepon.


“Aku harus pergi,bagaimana ini?!”ucap Salma yang entah kenapa ia tiba-tiba bisa mendapatkan masalah.


“Aku juga,ayah aku tiba-tiba menelepon dan suruh aku pulang,entah kenapa nada suaranya terdengar sangat marah”ucap Rey yang merasa sedikit takut jika ia telah membuat masalah,tapi ia bingung masalah apa yang sudah ia perbuat?.


“Aku juga,rumah sakit tempat ku bekerja tiba-tiba mendapat masalah”ucap Roni ikut menimpali.


“Sudahlah kita kembali dulu saja,karena jika kita belum bisa menyelesaikan masalah kita,bagaimana cara kita bisa melindungi Safira”ucap Reno memberi usul.


Ketiganya yang mendengar itu pun setuju,Roni dan Salma langsung berjalan pergi menuju mobil.


Sedangkan Reno ia menatap tajam Arnam penuh ancaman sebelum ia meninggalkan rumah itu.

__ADS_1


“Arnam aku permisi”ucap Rey pada Arnam,diantara yang lainnya hanya Rey berpamitan dengan Arnam,entah mungkin karena takut atau karena masih menganggap Arnam sebagai sahabatnya,yang jelas hal itu membuat ketiganya yang melihat itu hanya mendengus kesal.


Setelah keempat sahabatnya pergi,Arnam memilih masuk ke dalam rumah


__ADS_2