AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!

AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!
Sarapan bersama


__ADS_3

Beberapa hari kemudian.


Cahaya matahari hari mulai menampakkan sinarnya menembus tirai jendela yang telah dibuka.


Safira yang kini masih terlelap dan hanyut di alam mimpinya itu,ia pun mulai mengusap matanya perlahan,silau matahari membuatnya yang tertidur dengan pulas itu menjadi terganggu,ia sadar jika hari sudah siang.


Duduk sejenak dengan meregangkan ototnya agar lebih rilexs,Safira sedikit melenguh“Eugrh,kayaknya sekarang sudah siang”dengan suara terdengar parau Safira menatap ke arah jendela yang di buka,


sepertinya Arnam yang membuka jendela itu.


Setelah kesadarannya mulai terkumpul,Safirabangkit dan berjalan ke arah lemari,ia mengambil pakaian yang akan ia pakai,lalu tanpa menunggu lama Safira keluar dari kamar dengan membawa baju ganti kesukaannya.


Sama seperti rumah orang tuanya,rumah Safira juga memiliki kamar mandi yang terpisah dari kamar mandi.Dan jika ia akan ke kamar mandi,maka ia harus berjalan melewati ruang tamu.Hanya saja,rumah Safira dengan rumah orang tuanya itu berbeda dari segi ukuran,karena rumah Safira yang sedikit lebih luas dari rumah kedua orangtuanya,serta memiliki pagar dan pekarangan yang juga cukup luas.


Saat Safira berjalan menuju kamar mandi,ia melihat Arnam yang sedang meletakan makanan di atas meja.Laki-laki itu benar-benar menepati ucapannya.Ia dengan terampil dan seakan terbiasa mulai menata makanan itu dengan baik.


Melihat itu rasanya Safira yang dulu memimpikan suami seorang chef itu merasa beruntung,ia jadi punya suami yang seorang pegawai saat di luar,tapi saat di dalam rumah Safira merasa memiliki chef pribadi,tentu saja karena Arnam hanya memasak untuknya.


“Sayang”ucap Arnam saat melihat kehadiran Safira.Meskipun nada bicara Arnam sedikit kaku saat mengatakan itu,tapi ia sudah mulai terbiasa dengan panggilan itu.


“Ya kenapa?,pagi-pagi sudah panggil-panggil sayang,geli tahu dengarnya”ucap Safira dengan sedikit terkekeh.Tak dapat di pungkiri ia juga merasa senang dengan panggilan itu,walau ia juga belum terbiasa.


“Kenapa harus geli,nggak masalah kan kalau aku panggil kayak gitu.Toh kita suami istri”jawab Arnam sambil berjalan ke arah tempat Safira duduk.


“Kenapa bangunnya telat?,habis begadang ya”ucap Arnam sedikit menggoda,di akhiri kekehan yang langsung di balas dengusan sinis dari Safira.


Safira yang baru selesai minum itu,ia pun langsung mendengklik tak suka ke arah Arnam.‘Siapa yang sudah buat aku begadang,bukannya kamu sudah tahu’pikir Safira menatap tajam ke arah Arnam.


“Siapa yang buat saya begadang?,bukankah Anda sendiri tahu siapa itu tuan”jawab Safira acuh dengan lagak seorang pegawai yang tengah berbicara pada majikan nya.


Safira memang beristirahat siang hari,tapi pada malam harinya,ia dibuat begadang oleh suaminya sendiri hingga kelelahan.


Dan Arnam yang melihat tatapan Safira itu justru semakin terkekeh,ia pun mengelus rambut Safira dan sedikit tersenyum.


“Mandi dulu sana!,kalau sudah mandi kita bisa sarapan bersama”ucap Arnam dengan nada perintahnya,ia mengambil piring yang Safira ambil dan membaliknya menjadi tertutup.


“Ya udah aku mandi dulu,tapi ingat tunggu aku!,jangan makan dulu sebelum aku datang”ucap Safira yang merasa enggan untuk berdebat,ia juga merasa lapar saat ini.


Setelah kepergian Safira,Arnam mengambil ponsel miliknya,ia mulai sibuk mengutak-atik ponselnya sambil menunggu kedatangan Safira.Dengan pakaian lengkap di tubuhnya,Safira pun langsung duduk kembali di tempatnya.

__ADS_1


Sarapan pun dimulai.


‘Hmm...enak!’pikir Safira memekik kaget saat merasakan masakan Arnam yang terasa nikmat di lidahnya.Itu sesuai dengan seleranya,dan Arnam seakan sengaja membuat makanan itu tidak terlalu pedas dan sedikit asin,itu terasa sangat pas saat ia mencicipi itu.


Safira dengan lahap memakan sarapannya itu,tapi di suapan yang berikutnya,ia tiba-tiba menghentikan acara makannya dan menatap ke arah Arnam.


“Maaf,seharusnya kan aku yang lebih dulu bangun dan mempersiapkan makanan untuk kita berdua”dengan nada tak enak dan merasa bersalah Safira mengatakan itu.


“Tidak masalah,aku senang melakukan hal ini”jawab Arnam,ia memang sempat beberapa kali belajar masak dari seorang koki laki-laki di mansion nya,dan ia tak menyangka jika ia cukup mahir dalam memasak.


“Tapi tetap saja harusnya aku yang masak untuk kamu,bukan kamu yang masak untuk aku”ucap Safira lagi,rasanya itu terbalik.Dan sejak kapan Arnam belajar memasak?,atau jangan-jangan pada saat Safira mengatakan ingin punya suami seorang chef,bukankah itu kejadian yang sudah sangat lama??.


“Sudah kubilang tidak masalah,dan lain kali jika kamu ingin masak,kamu bisa buat sarapan untuk kita makan.Dan untuk makan siang mungkin Asti yang akan memasak untuk kita nanti”jelas Arnam dengan tenang.


“Asti siapa itu?”tanya Safira dengan nada tak suka,entah kenapa Safira langsung merasa tak suka saat Arnam menyebutkan nama seorang wanita.


“Orang yang akan bersih-bersih di rumah kita nanti”jawab Arnam menjelaskan,ia sedikit tersenyum samar saat mendengar nada tak suka dari Safira,ia tahu jika Safira sedang cemburu padanya.


“Oh”jawab Safira singkat saat mendengar penjelasan Arnam,itu jawaban yang tidak memuaskan baginya,ia ingin tahu dengan betul siapa itu Asti,sebelum penasaran nya itu terpuaskan Safira pasti akan terus merasa penasaran.


“Tapi nanti mungkin masakan aku tidak seenak masakan kamu,dan mungkin Asti juga tidak akan bisa memasak seenak kamu”lanjut Safira lagi dengan nada terdengar protes.Secara tak langsung,Safira mengatakan jika lebih baik Arnam yang memasak sendiri daripada orang lain yang sudah Safira cemburui padahal belum Safira lihat orangnya langsung.


Rasanya Safira ingin mengatakan jika ia tak suka ada wanita lain yang nanti ada di rumah ini,walau wanita itu tidak menginap dan mungkin bekerja pulang pergi.Tapi nyatanya ia tetap tak suka itu,meski begitu bibirnya kelu dan tak tahu harus bicara bagaimana.


“Jika kamu tak suka aku tak akan mempekerjakan nya,biar nanti aku atau kamu yang memasak”ucap Arnam yang sangat peka,ia tahu akan kekhawatiran Safira.Tapi mana mungkin ia bisa berpaling dari wanita yang ia cintai,lebih lagi wanita itu kini istri dan juga tipe wanita idamannya.


Padahal Arnam menyewa itu agar Safira tidak kecapean di rumah,meski Arnam telah meminta Safira untuk tidak bekerja karena ia akan membiayai kebutuhan Safira langsung,tapi Arnam ingin memperlakukan Safira sebaik mungkin.


...*****...


Sore harinya.


Safira yang merasa lapar itu,ia pun terbangun dari tidurnya.Sudah puas rasanya ia beristirahat hampir 3 jam lebih,rasa letih dan lelahnya pun mulai berkurang.


Saat bangun tidur tentu orang yang pertama Safira lihat adalah Arnam,ia menatap ke arah Arnam yang sedang duduk dengan kepala menyender pada ujung ranjang dan tangannya itu sibuk mengutak-atik ponselnya.


Melihat posisi itu saja Safira entah mengapa merasa kesal sekaligus bangga!!


Entahlah,rasanya Safira kesal karena punya suami yang amat tampan itu tidak mudah,kemana-mana mereka berjalan-jalan pasti akan selalu menjadi pusat perhatian,dan kebanyakan perempuan yang menatap ke arah suaminya itu.

__ADS_1


Teng teng teng


Tiba-tiba Safira mendengar suara yang sering ia dengar,dan itu berasal dari sebuah jajanan yang sering ia beli dulu saat di rumah ayahnya.


Tanpa menunggu lama Safira pun mengambil dompetnya secepat kilat,ia menatap sejenak ke arah Arnam yang terlihat fokus menatap ponselnya.


“Kamu ingin jajanan,kalau iya biar sekalian aku beli ya”Safira menawarkan.


“Ti...”belum selesai Arnam bicara,Safira langsung keluar saat mengerti apa yang akan Arnam katakan.Ia harus buru-buru karena takut jika penjual yang biasa berkeliling itu sudah pergi dari depan rumahnya.


Arnam yang melihat itu hanya bisa melongo takjub,belum ada yang memperlakukan nya seperti ini,biasanya jika ia bicara selalu didengarkan hingga akhir,tapi apa ini? Safira bahkan tidak menunggu kelanjutan apa yang akan ia katakan.


“Bang tunggu!”panggil Safira sedikit berteriak,lalu ia pun berlari menuju penjual Mie ayam itu.


Sang penjual Mie ayam sontak berhenti di depan pagar rumah Safira.“Bang Mie ayam satu porsi tapi pedasnya sedikit aja ya”ucap Safira yang langsung di jawab anggukan dan senyum ramah.


“Siap neng”jawab pedagang itu dengan semangat.


“Neng warga baru yang baru pindah ya?”tanya si pedagang sekedar basa basi,mungkin aja kan Safira bakal akan jadi langganan tetap nya.


“Iya baru saja pindah beberapa hari ini”jawab Safira singkat.


“Oh pantesan saja saya baru lihat neng disini.Asal dari mana neng?”tanya pedagang itu lagi dengan nadanya.


“Dari kampung sebelah”jawab Safira sedikit tersenyum canggung.


Sementara Safira dan si pedagang Mie ayam itu sedang berbicara.Di sisi lain ada sepasang mata yang menatap ke arah mereka dengan tatapan tajam dan tak suka.


Itu Arnam!!


*****


Author skip adegan dewasanya takut ada anak kecil yang ikut baca.


Takut ada yang ngiler juga lebih tepatnya nya🤣🤣


Btw Arnam perhatian bgt ya,saking perhatian nya mungkin ke kamar mandi ia ikutin,takut di ambil orang mungkin 🤭🤭🤭


Jangan lupa like dan vote nya guys🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2