AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!

AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!
Berkunjung ke rumah calon mertua


__ADS_3

Selesai mengompres bibir Safira,Arnam kembali menjalankan dan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan rata-rata.


Begitu sampai Safira pun turun.


“Safira!”panggil Arnam berhasil menghentikan langkah Safira.


“Iya?”tanya Safira begitu ia telah berbalik dan menatap ke arah Arnam.


“Kamu tunggu di sini !”perintah Arnam dengan nada mutlak tak ingin di bantah.


Safira yang mendengar itu,ia hanya diam dan menatap heran ke arah Arnam.Di saat Safira hendak bertanya,tapi mobil Arnam telah menjauh.


“Dih,kok pergi sih?,ini maksudnya apa coba?”Safira terlihat bingung.Ingin langsung pergi tapi Arnam menyuruhnya untuk diam,ia sempat berjalan beberapa langkah,tapi berhenti begitu mengingat pesan Arnam.


“Mungkin ada baiknya aku tunggu dia sebentar”ucap Safira pada dirinya sendiri.Hingga beberapa saat Arnam pun masih belum terlihat,dan Safira yang mulai jengah pun beberapa kali menggerutu.


“Duh Arnam ke mana sih?,kok lama banget,nggak tahu apa kalau aku udah pegel berdiri terus”gerutu Safira terdengar kesal.


Begitu Safira selesai berkata,Arnam pun akhirnya datang dan langsung berjalan menghampiri Safira.


“Maaf lama,sulit mencari parkiran di tempat seperti ini”ungkap Arnam saat ia sampai di hadapan Safira.


“Kamu suruh aku nungguin kamu di sini buat apa?”tanya Safira heran langsung pada intinya.


“Anggap saja aku ingin berkunjung ke rumah calon mertua”jawab Arnam sedikit tersenyum.


“Maksud kamu apa?,calon mertua?.Siapa?”


tanya Safira secara beruntun,sepertinya ia tak mengerti dengan maksud Arnam.


“Ya ke rumah kamu,bukankah ayah kamu bakal jadi ayah mertua aku,otomatis sekarang ayah kamu adalah calon mertua”jawab Arnam menjelaskan.


Safira yang mendengar itu,ia pun hanya mengangguk dengan sedikit tersenyum.


“Ya sudah ayo!”ajak Safira berusaha mengalihkan topik.Ia sedikit gugup karena grogi saat Arnam memanggil ayahnya dengan sebutan calon mertua,meski itu benar.


Safira langsung berjalan mendahului Arnam dengan langkah yang lumayan cepat dan sedikit tergesa-gesa.

__ADS_1


“Pelan-pelan!”ucap Arnam dengan sedikit mempercepat langkahnya.Dan karena langkah Arnam jauh lebih besar dikarena kan bentuk tubuhnya yang jauh lebih tinggi di bandingkan Safira.Akhirnya Arnam dapat mengejar Safira.


Arnam langsung meraih tangan Safira,ia tautkan kelima jarinya dengan kelima jari milik Safira.


Safira yang merasa tangannya di genggam dengan lembut dan erat hanya dapat menoleh,ia hanya diam saat dirinya di perlakukan seperti itu oleh Arnam.


“Jangan cepat-cepat jalannya,kamu bisa terjatuh nantinya”ucap Arnam dengan nada peringatan nya.


“Ya udah ayo!,suruh siapa kamu jalannya lelet banget kayak siput”Safira beralasan.


“Siapa yang jalan kayak siput?,bukankah kamu yang lebih pendek ini yang jalan nya kayak siput”jawab Arnam dan hanya di balas dengusan kesal oleh Safira.


Mereka pun tetap berjalan sambil bergandengan tangan,sesekali mereka bercanda dan tertawa.


Tak lama setelah itu,akhirnya mereka pun sampai di depan rumah Safira.


Safira maju terlebih dahulu,ia mengetuk pintu beberapa kali


Tok Tok Tok...


Saat pintu di buka,terlihatlah orang yang telah membukakan pintu,ternyata itu Rara.


“Eh,ternyata bareng sama kak Arnam juga,sini kak ayo masuk!”Lanjut Rara semangat saat ia menyadari kehadiran Arnam yang berada di belakang Safira.


“Dih! giliran ke kakaknya aja nggak di persilahkan masuk duluan.Tapi giliran orang lain aja langsung di sambut,disuruh masuk pula,mana semangat lagi ngomong-nya”celetuk Safira dengan nada yang terdengar kesal.


“Biarin!,kak Arnam kan bentar lagi juga bakal jadi kakak ipar Rara,otomatis ia akan menjadi bagian dari keluarga kita,jadi Rara harus berperilaku baik sama kak Arnam”jawab Rara panjang lebar.


‘Kapan Arnam lamar aku?,dasar Rara!,celetuk seenaknya aja dia’.batin Safira bertambah kesal saat mendengar ucapan Rara tadi.Seingatnya Arnam belum sempat melamarnya secara resmi,jadi status kakak ipar itu belum jelas.


Karena kesal Safira langsung berjalan masuk terlebih dahulu dan melewati Rara yang sedang berdiri di depan pintu.Sedangkan Arnam diam,dengan Rara yang menggeleng-gelengkan kepala saat melihat perilaku Safira.


“Maafin perilaku kak Safira ya kak Arnam,agak kekanak-kanakan,tolong di maklumin kan jiwanya masih remaja”ucap Rara dengan suara yang di keraskan,sengaja memancing amarah Safira.


“Iya,itu bukan masalah penting”jawab Arnam datar.Seperti biasa,Arnam akan bersikap datar kepada siapapun,karena ia hanya bersikap lembut kepada Safira seorang.Walau kadang juga Arnam berbicara dengan kata-kata baku,tapi nadanya jelas lembut saat berkata pada Safira.


‘Duh,sikap kak Arnam datar aja tetap tampan,

__ADS_1


beruntung banget ya kak Safira’.Batin Rara merasa kagum pada Arnam.Ia bahkan pernah terkesima saat Kakak nya mengenalkan Arnam.Mengingat kejadian itu rasanya Rara merasa itu aib untuknya,karena saat itu ia terlihat plonga plongo saat melihat Arnam untuk pertama kalinya.


Dan meski pun Rara merasa kagum kepada Arnam,tapi tetap saja di hatinya hanya ada satu nama laki-laki yang ia suka,dan laki-laki itu bukan Arnam!.


Jadi Rara kini tak lebih hanya sebatas pengagum,ia juga ikut merasa senang akan keberuntungan kakaknya itu.


Wajah memang segalanya!!


Itu deskripsi yang tepat untuk Rara yang juga pengagum cowok tampan.


Setelah itu mereka berdua pun masuk ke dalam rumah,dengan Rara yang berjalan terlebih dahulu menuju ruang makan.


Di sana sudah ada Hadi dan Rina yang sedang duduk di meja makan.


“Oh ada nak Arnam.Ada apa nak?,tumben kamu datang ke sini.Oh! kalau gitu ayo silahkan duduk!,kita akan mulai acara makan bersamanya”ajak Hadi saat melihat kedatangan Arnam.


“Iya ayah”jawab Arnam singkat.


Meski pun Arnam berkata dengan datar,tapi meski begitu,nada bicaranya terdengar lebih lembut di bandingkan jika ia sedang berkata dengan orang lain.Hal itu Arnam lakukan sebagai bentuk rasa hormatnya kepada ayahnya Safira.


Safira yang baru selesai berganti pakaian,ia yang melihat Arnam telah duduk di ruang makan.Safira pun berjalan mendekat dan duduk berdekatan dengan tempat duduk Arnam.


Saat anggota telah lengkap,akhirnya mereka semua langsung memulai acara makan.


Hadi yang telah menyelesaikan acara makan nya itu,ia pun mengajak Arnam ke ruang tamu.Arnam menyetujui itu karena ia juga telah selesai makan.


“Jadi ada apa nak Arnam ke sini?.Maaf sebelumnya,saya berkata seperti ini bukan bermaksud untuk mengusir nak Arnam,tapi saya hanya ingin bertanya tentang tujuan nak Arnam ke sini”ungkap Hadi menjelaskan.Kata-kata yang bijak dengan suara khas seorang ayah,membuatnya terlihat berwibawa di mata Arnam.


Hadi adalah ayah yang sangat penyayang pada anak-anak nya!!.


“Saya mengerti,saya juga tidak merasa tersinggung dengan ucapan Ayah tadi”jawab Arnam.


Lagi-lagi Arnam memanggil Hadi dengan sebutan 'Ayah',karena ia sudah mencap Hadi sebagai ayahnya.Walau kini hanya sebagai calon mertua.


“Boleh saya memanggil anda dengan sebutan ayah?”tanya Arnam dan di jawab anggukan oleh Hadi


“Jadi begini,saya datang ke sini bermaksud untuk melamar Safira”Ungkap Arnam dengan wajah yang terlihat serius dan yakin.

__ADS_1


“Kamu berniat melamar anak saya?,tapi apakah kamu sudah mengatakan tentang niat kamu kepada anak saya secara langsung?”tanya Hadi.


__ADS_2