
Saat ini,Safira yang telah berada di lokasi pesta itu di adakan.Safira pun turun dari taksi dengan hati-hati.
“Terima kasih”ucap Safira setelah membayar taksi.
Sang sopir taksi hanya menjawab dengan senyum ramah,lalu setelah itu taksi tersebut pun pergi.
Safira sengaja tidak meminta Arnam untuk mengantarnya,bahkan ia tanpa sepengetahuan Amara keluar dari rumah.Jika sampai Amara tahu kalau ia akan datang ke acara pesta,bisa di pastikan Amara tidak akan mengizinkan itu.
Safira yang melihat kepergian taksi itu,ia pun langsung menatap ke arah sebuah hotel mewah di hadapannya itu.Hotel itu terlihat indah dengan gaya modern yang terlihat kekinian.
Seperti yang sempat Rena beritahu kan melalui pesan,ulang tahun yang di adakan Rena terjadi secara besar-besaran.Dan tentunya mengundang beberapa media yang datang untuk meliput.Tidak hanya itu,bahkan artis papan atas dan para pejabat juga banyak yang di undang.Tentu saja itu tak lepas dengan status Rena,walau sebenarnya perusahaan orang tua Rena tidak sebanding dengan Arnam,tapi setidaknya perusahaan itu adalah perusahaan terbesar kedua setelah perusahaan Arnam.Belum lagi,dengan status Rena sebagai istri Arnam yang telah di ketahui publik,tentu saja itu pasti akan menambah banyaknya jumlah orang yang akan hadir,bahkan sekalipun orang itu tidak di undang,ia pasti akan meminta temannya yang di undang untuk mengajaknya,itu semua pasti demi kerja sama atau lebih tepatnya untuk bisnis.
Saat Safira hendak melangkah,tiba-tiba ia teringat akan satu hal.
“Ishh!,sial banget aku ini,kenapa bisa aku lupa untuk bawa kado sih!”gerutu Safira merasa kesal telah melupakan sesuatu yang penting untuk di bawa.
“Kalau kayak gini!,aku harus gimana?,apa aku pulang aja?,tapi kalau pulang nanti....”ucap Safira yang tak melanjutkan kalimatnya.Ia benar-benar merasa marah pada dirinya sendiri,entah sudah berapa kali ia menggerutu,tapi yang jelas Safira seakan ingin mengutuk dirinya sendiri atas keteledoran nya itu.
Akhirnya Safira pun hanya terdiam sejenak seolah sedang berfikir,ia tahu jika kado untuk ulang tahun itu bisa di katakan penting.Tapi karena terlalu mendadak ia sampai lupa akan hal itu,dan yang jelas Safira tahu itu pasti akan menjadi salah satu cara Rena untuk menjatuhkan harga diri nya.
“Fi”panggil seseorang yang terdengar akrab di telinganya.
Safira pun menoleh dan melihat ke arah orang yang memanggilnya itu.
“Salma!”Safira cukup terkejut saat mengatakan itu.
“Kamu ngapain ada di sini?”tanya Safira terkejut.
“Aku gantiin teman untuk datang ke acara ulangtahun ini,terus kamu ngapain di sini?”jawab Salma yang langsung melemparkan pertanyaan.
“Bukankah sudah aku bilang kalau aku di undang ke acara ulangtahun istri pertama Arnam”ada nada tidak suka saat mengatakan itu,tapi meski begitu Safira berusaha mengatakan itu dengan tenang.
“Jangan bilang kalau Rena yang mengadakan pesta ulangtahun adalah orang yang sama”tebak Salma pada akhirnya.
“Sepertinya memang seperti itu”jawab Safira singkat.Ada nada tidak yakin saat mengatakan itu,tapi entah kenapa ia juga merasa sedikit yakin kalau tebakan Salma itu benar.
Sontak hal itu membuat Salma terlihat kaget.Bukan tanpa alasan jika Salma tidak tahu jika Rena adalah istri pertama Arnam.Itu semua karena ia belum melihat secara langsung,walau sempat di umumkan publik tetang Rena yang merupakan istri Arnam,tapi ia belum sempat melihat foto Rena sama sekali,lagipula ia adalah orang yang cukup cuek akan berita,kecuali jika berita itu berhubungan dengan orang-orang terdekatnya.
“Masa kamu nggak tahu sih,bukankah publik sudah tahu kalau dia itu adalah istri dari Arnam?”lanjut Safira bertanya dengan nada tak yakin.
“Kan aku jarang nonton berita Fi,apalagi aku datang ke sini karena ajakan dari rekan aku”jawab Salma jujur dengan sedikit menjelaskan.
Meski butiknya sudah terkenal,tapi ia akan merasa tidak enak jika tidak hadir di acara ini,apalagi jika rekan kerja samanya yang mengajak secara langsung.Ia tidak mau di kenal dengan orang yang sombong hingga harus membuat nama butiknya menjadi jelek.
“Bukankah waktu itu kamu di undang ke acara Arnam”ucap Safira yang ingat saat Salma menceritakan jika ia sempat hadir di acara Arnam yang mengungkapkan jati dirinya di hadapan publik.
__ADS_1
“Ia tapi aku benar-benar belum sempat bertemu langsung”jelas Salma terlihat yakin.
Mendengar itu suasana pun hening sejenak seolah mereka sedang menyelami pikiran mereka masing-masing.
“Lalu kenapa kamu hanya diam di sini?,ayo kita masuk”ajak Salma pada akhirnya.
“Tunggu dulu”Safira menghentikan aksi Salma yang hendak mengajak nya masuk.
“Kenapa?”tanya Salma bingung.
“Aku belum sempat beli kado”jawab Safira jujur dengan wajah sedikit frustasi.
“Ya ampun Fi...”keluh Salma yang tak tahu harus mengatakan apa.Tapi mendengar ucapan Safira ia juga mulai teringat kado yang belum sempat ia bawa,sepertinya tertinggal di dalam mobil.
“Ya sudah kamu pake kado aku aja dulu,kebetulan ada teman aku yang nitip kado karena tidak bisa hadir”lanjut Salma pada akhirnya.
“Tapi kan,bukankah biasanya setiap kado akan di beri nama”tanya Safira heran.
“Kebetulan kado aku belum sempat di kasih nama”
“Meski begitu,gimana dengan kamu nantinya?”tanya Safira sedikit merasa bersalah.
“Kamu tenang aja,lagian aku nggak di undang ke acara ini,aku sengaja datang karena ajakan rekan aku,dan kebetulan dia nggak bisa hadir jadi di titipkan kado itu padaku”jawab Salma berusaha menenangkan kekhawatiran Safira.
“Beneran kamu nggak apa-apa?,aku benar-benar ngerasa nggak enak sama kamu.Apa aku pulang aja ya..?”ucap Safira terlihat ragu.
Mendengar itu Safira hanya menatap Salma dengan heran.
“Kalau kamu pergi,itu secara tidak langsung akan menunjukkan kalau kamu itu pengecut,dan mungkin saja itu akan menjadi cara dia untuk mencari kelemahan kamu.Bukan aku bermaksud buruk,tapi aku hanya ingin kamu waspada,tidak mungkin kan orang bisa berubah hanya dalam waktu singkat”jelas Salma yang membuat Safira mulai paham akan maksud Salma.Lagipula Safira juga sempat curiga,walau sempat ia tepis juga rasa curiganya itu,tapi entah kenapa itu tidak kunjung hilang.
“Kalau begitu kamu bisa masuk duluan,aku tadi ke sini belum sempat membawa kado”jawab Salma yang langsung di jawab anggukan oleh Safira.
Salma tadi sengaja menghampiri Safira karena ia ingin memastikan jika orang yang tadi di lihatnya dari jauh itu benar-benar Safira,dan ternyata dugaannya itu benar.
Salma pun langsung menuju mobilnya untuk mengambil kado yang sempat tertinggal,
sedangkan Safira langsung memasuki hotel mewah di hadapannya itu.
.....
Sedangkan di tempat Arnam saat ini.
Arnam yang kini masih terlihat santai mengerjakan pekerjaan nya itu,padahal jelas-jelas ia tahu jika hari ini Rena ulang tahun.Dan seminggu sebelum ulang tahun Rena,Rena telah memberitahukan Arnam tentang pesta yang akan ia adakan.Dan tentu Rena yang merasa jika ia merupakan istri pertama Arnam itu lebih berhak atas semua pengertian dan perhatian Arnam.Jadi untuk itu Rena meminta Arnam untuk hadir.
“Apakah anda benar-benar tidak ingin datang ke acara ulangtahun itu tuan?”tanya Toni sopan.
__ADS_1
“Tidak!”jawab Arnam yakin dan langsung menerima berkas dari tangan Toni.
Arnam berencana untuk lembur,ia tidak ingin hadir di acara ulangtahun itu.
Toni yang mendengar itu hanya mengangguk tanda mengerti.
Dan saat Arnam hendak menandatangani berkas-berkas yang membutuhkan tanda tangannya.Tiba-tiba ponsel Arnam berdering.
“Hallo?”jawab Arnam sedikit cuek,tapi meski begitu ia masih memiliki sikap sedikit lembut pada orang yang meneleponnya itu.
“Arnam,kapan kamu datang?,di sini Rena terus tanya tentang kamu”ucap sebuah suara di sebrang sana terdengar kesal.Siapa lagi kalau bukan ibunya Rima.
“Aku tidak akan datang”jawab Arnam singkat yang langsung membuat Rima meradang karena marah.
“Jangan bodoh Arnam!,kamu nggak bisa gitu,kamu ngerti nggak sih apa yang kamu lakukan saat ini bisa mempengaruhi reputasi Rena,bisa saja kan dengan ketidakhadiran kamu itu akan membuat Rena malu”ucap Rima terdengar kesal bercampur amarah.
“Saya tidak peduli”kini Arnam berkata dengan nada semakin cuek dan terkesan dingin.
“Arnam!!”saking marahnya Rima tidak tahu harus mengatakan apa.
Alasan mengapa Rima bisa sangat membenci Safira karena semenjak mengenal Safira,Arnam sering menolak permintaan atau lebih layak di sebut sebuah perintah.
Dan itu Arnam lakukan jika hal itu berhubungan dengan Safira.Bukan karena Arnam ingin melawan pada ibunya,tapi di sini Arnam jelas ingin menyadarkan ibunya yang tidak sadar telah berbuat salah.Hanya karena perbedaan status,ibunya sampai menghina Safira,ia tentu merasa marah dan tidak terima akan hal itu,di tambah lagi Safira akan menjadi ibu dari anak-anaknya nanti.
Mungkin dulu Arnam tidak bisa memilih antara ibu dan istrinya Safira,itu karena mereka sama-sama penting bagi Arnam.Tapi ada sebuah alasan kuat kenapa Arnam mulai membantah ibunya yang ingin agar ia bisa menerima Rena.Selain karena Arnam menganggap Rena sebagai penyebab masalah di dalam hubungannya dengan Safira,ada sebuah rencana jahat yang tidak di ketahu ibunya.Dan kini Arnam sedang mencari tahu apa rencana itu,ia juga sedang mencari bukti hingga tuntas.
“Cukup ibu katakan saya lembur,itu semua akan beres”jawab Arnam langsung.
“Saya tutup”lanjut Arnam terkesan memberitahu,ia pun langsung menutup panggilan itu setelah menyelesaikan kalimatnya itu.
Untuk sejenak Arnam hanya diam seolah sedang berfikir.
“Apakah ada informasi baru tentang keluarga Rena?”maksud Arnam apakah ada bukti tentang kejahatan orang tua Rena.
Dan Toni yang paham pun mengangguk sopan.
“Ada,kita sudah mulai menemukan titik terang,dan cukup banyak kita mendapatkan penjuk walau belum sepenuhnya”jawab Toni menjelaskan,ia diam sejenak seolah sedang berfikir apakah harus mengatakan kalimat selanjutnya karena hal ini berhubungan dengan masa lalu orang tua Arnam.
“Katakan!”ucap Arnam yang dapat melihat wajah ragu Toni meski sudah berusaha terlihat tenang.
“Ada beberapa pentunjuk tentang masa lalu orang tua anda saat kita sedang mencari bukti kejahatan orang tua dari nyonya Rena”jawab Toni berusaha menjelaskan.
Setelah itu obrolan pun berubah serius dan hanya bisa di dengar oleh mereka berdua karena ruangan itu kedap suara.
*****
__ADS_1
I,m sorry guys.Author baru up sekarang karena nggak ada kuota.
Tadi cacatan nya sempat ilang tapi untung ketemu lagi,hari ini author hanya akan up 5 bab.