AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!

AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!
Kecemburuan Arnam


__ADS_3

Safira yang kala itu tengah membawa Mie ayam yang baru saja ia beli.Ia pun langsung melangkah memasuki rumah dan melewati ruang tamu begitu saja.Padahal Arnam kini sedang menatapnya dengan tajam,tapi rupanya Safira tidak melihat itu.


“Huh enak nih kayaknya”ucap Safira girang,ia merasa sedikit ngiler dengan apa yang ia lihat saat ini.Tapi beda halnya dengan Arnam yang muka nya semakin menghitam karena cemburu saat melihat Safira tersenyum girang pada jajanan nya itu.


“Nanti kalau misalkan Mie ayam ini benar-benar enak sama seperti penampilannya,aku bakal jadi langganan tetap deh”lanjut Safira.


Safira terus berjalan hingga ia sampai di ruang makan.Dan tanpa menunggu lama Safira pun langsung mengambil piring dan gelas untuk ia minum.


“Ekhmm”tiba-tiba Arnam berdehem cukup keras saat ia berada di belakang Safira.


Safira hanya melirik sekilas dan fokus pada jajanan di hadapannya itu,dengan sangat lahap ia memakan nya tanpa mempedulikan Arnam yang sedang menatap ke arahnya.


“Aku gak mau bagi makanan ini ke kamu,tadi kan sudah aku tawarin suruh siapa nolak”gumam Safira di sela-sela makannya itu.


Arnam yang diabaikan begitu saja oleh Safira,ia pun langsung menggeser kursi dan duduk tepat di samping Safira.Kursi yang awalnya berjarak cukup jauh dari Safira semakin ia dekatkan.Arnam diam sambil menatap ke arah Safira dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


Safira yang merasa sedikit tak nyaman dengan tatapan Arnam itu,ia pun menghentikan aktivitasnya dan menatap ke arah Arnam.


“Kamu kenapa sih?,kok tatap aku segitunya.Nggak akan aku bagi meski kamu tatap aku gitu,suruh siapa tadi langsung nolak pas aku tawarin kamu”ulang Safira lagi,jika Arnam tipe yang cukup peka maka Safira tipe yang kurang peka.Lebih tepatnya emang nggak pernah peka,bahkan saat ada orang yang menyukai Safira Arnam sendiri yang harus mengusir orang itu jauh-jauh.


Dan kebiasaan Safira kalau ia sedang makan,pasti ingin sendiri.Dan kalau pun ada orang yang mau makan seperti yang ia makan,ia pasti akan belikan untuk orang itu.Asalkan jangan mengganggu makanan yang sedang ia makan,itulah kebiasaan Safira.


“Aku gak akan minta jajan kamu itu”ucap Arnam membuat Safira tersenyum sambil memakan lahap mie nya.


“Sesenang itu ya ketemu sama tukang Mie ayam,sampai tukang Mie ayam pun kamu senyumin”ucap Arnam datar dengan nada tak suka miliknya.


Safira yang mendengar itu langsung terpaku dengan perkataan Arnam,ia pun menoleh ke arah Arnam.


‘What?,senang?,senyum?,anda serius tuan suami?.Saya kan cuman jawab seadanya pertanyaan si tukang penjual itu,kapan saya senyum nya?’pikir Safira saat sadar jika Arnam sedang menatap kearahnya dengan tatapan tak suka karena cemburu.


Meski terlihat tenang,Safira tahu jika dibalik wajah Arnam yang terlihat tenang itu,ia sedang menahan rasa cemburu.


Safira pun akhirnya hanya bisa diam dan menunggu apa yang akan Arnam katakan selanjutnya.


“Nanti-nanti kalau ada laki-laki yang bertanya,kamu gak usah jawab,nggak usah senyum juga”ucap Arnam menjeda ucapannya itu dan menatap ke arah Safira yang juga terlihat kesal.


“Lagipula kamu hanya boleh tersenyum dihadapan aku saja.Bukan laki-laki lain!!”Lanjut Arnam dengan nada posesifnya,terdengar tegas tanpa ingin di bantah.

__ADS_1


Safira hanya memutar bola matanya malas,ia memang sudah lumayan terbiasa dengan sikap Arnam yang selalu posesif padanya.Dan semenjak menikah,keposesifan Arnam semakin bertambah.


“Ya kali gak aku jawab,nanti dikira aku lagi sariawan,bisa aja mereka mikir aku nggak bisa ngomong”jawab Safira dengan nada kesalnya.


“Peduli amat sama pemikiran mereka,gak usah dipikirkan,itu gak penting!!”ucap Arnam acuh disertai dengan nada mutlak miliknya.


Membuat Safira hanya mendengus tak suka.


‘Baiklah tuan suami yang terhormat,permintaan anda adalah perintah bagi saya’pikir Safira malas berdebat.


“Kamu dengarkan Safira?”dengan nada datarnya Arnam bicara,menandakan jika ia tengah kesal.


“Ya baiklah”jawab Safira pasrah.


“Kalaupun mereka berpikir buruk tentang kamu,yang jelas hanya aku yang paling tahu bagaimana sifat kamu sebenarnya”jawab Arnam membuat Safira yang akan fokus pada jajanan nya itu merasa terganggu.


‘Ini gak ada niat buat berhenti berdebat kah?’pikir Safira kesal.


“Tapi kalau mereka tersenyum ke arah aku untuk sekedar basa-basi,itu bukan salah aku kan”


“Sebisa mungkin jangan biarkan mereka tersenyum ke arah kamu,kalau gak kamu menghindar dari mereka”jawab Arnam lagi dengan wajah tenangnya.


“Boleh,asalkan itu perempuan.Dan hanya senyum kecil saja,nggak usah terlalu lebar,nanti mereka terpesona lagi”ucap Arnam dengan segala aturannya itu.


“Ukkhh”tiba-tiba Safira tersedak dengan ludahnya sendiri,saat mendengar kalimat Arnam yang terakhir.


Arnam yang melihat itu langsung mengambil minum dan membantu Safira minum dengan hati-hati.


“Kamu makanannya hati-hati jangan terburu-buru”ucap Arnam sedikit khawatir,ia pun langsung mengelus punggung Safira dengan lembut.


“Salah kamu sendiri yang ajak aku bicara saat sedang makan”ucap Safira dengan nada menggerutu,ia berkata saat mulai membaik.


Meskipun bukan karena sedang makan Safira tersedak,tapi ia tetap menyalahkan Arnam.


“Oke maaf”ucap Arnam dengan nada menyesal.


Safira tidak terlalu fokus dengan permintaan maaf Arnam,ia kini sedang teringat dengan kalimat terakhir Arnam.

__ADS_1


Gila!!,gak mungkin lah Salma terpesona,di kira dia gak normal apa?,walau belum ada yang berhubungan dengan nya karena sikap juteknya itu.Tapi gitu-gitu dia sahabat kita kan’


‘Lagipula masa ada sih perempuan yang terpesona dengan senyum perempuan’pikir Safira lagi sedikit menggeleng tak percaya.


“Ada”ucap Arnam tiba-tiba seolah menjawab pikiran Safira.


“Kamu bisa ramal pikiran orang ya?”tanya Safira sedikit terkejut.


“Gak,hanya saja ekspresi kamu seakan menunjukkan apa yang sedang kamu pikirkan sekarang”jawab Arnam santai.


Safira yang mendengar itu,ia pun hanya mengangguk.Lalu Safira pun memilih melanjutkan acara makanannya.


Tring.... tring....tring


Di saat Arnam sedang menopang dagu dan menatap ke arah Safira,ia yang mendengar suara ponsel miliknya langsung mengambil ponselnya,begitu tahu siapa yang menelepon nya ia pun bangkit.


“Aku angkat telepon dulu,jangan lupa habiskan makanannya.Jika nanti kamu ingin makan Mie ayam lagi,kamu bisa minta ke aku langsung”ucap Arnam hanya di jawab anggukan patuh.Dan karena Safira tidak ingin tukang masak ada di sini,kecuali tukang bersih-bersih yang merupakan seorang wanita yang usianya sudah hampir berkepala empat lebih,jadi mereka hanya berdua,karena si tukang bersih-bersih hanya datang di saat Safira sedang istirahat dan begitu selesai langsung pamit pulang.


Cup...


Arnam mencium bibir Safira sekilas,lalu melangkah pergi meninggalkan Safira yang hanya diam.


Tring tring tring


Safira yang merasa handphone miliknya berbunyi,ia pun langsung melihat siapa yang menelepon.


“Rara”


“Iya hallo Ra,kenapa?”


“Kak,kapan kakak ke sini?”ucap Rara dengan nada pelan.


Safira mengerut kening tak mengerti.“Apa ada masalah di rumah?”tanya Safira khawatir.


“Nggak kak,nggak ada”jawab Rara cepat,ia menelepon Safira karena rindu dengan sang kakak,tapi mana mungkin sih ia jujur.Sifatnya yang gengsian kan sebelas dua belas dengan Safira.


“Terus kenapa kamu nelepon kakak?”tanya Safira yang merasa penasaran.

__ADS_1


Rara yang mendengar pertanyaan kakaknya hanya diam,Safira yang tidak mendengar suara adiknya lagi,ia pun bertambah khawatir.


__ADS_2