AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!

AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!
Arnam berniat melamar Safira.


__ADS_3

“Belum ayah,saya belum mengatakan tentang rencana saya ini kepada Safira”jawab Arnam menjelaskan.


“Lalu kenapa kamu belum mengatakan itu kepada Safira?.Jujur saja!,saya akan setuju jika anak saya setuju untuk menikah dengan kamu.Dan kamu juga tahu kan kalau anak saya akan setuju jika saya setuju,tapi tetap saja kamu juga harus berbicara tentang ini dengan anak saya.Saya tidak akan menentang hubungan kalian ini,asalkan kamu harus janji akan membuat anak saya bahagia,karena itu sudah cukup bagi saya”ungkap Hadi panjang lebar.


“Baik,akan saya katakan pada Safira langsung”jawab Arnam.


Setelahnya,mereka pun melanjutkan dengan obrolan ringan layaknya mertua dan menantu.


...*****...


Sementara itu,saat ini Safira sedang duduk di kursi.Ia masih duduk di tempat di mana ia dan keluarganya makan bersama.Rara yang saat ini duduk di samping Safira,ia hanya diam sambil menatap ke arah Safira.


“Kak,kok bibir kakak sedikit bengkak sih?. Jangan-jangan kakak dan kak Arnam sudah ....”ucap Rara yang tak melanjutkan ucapannya,ia berkata sambil menopang dagunya dan memiringkan kepala hingga ia bisa menatap ke arah Safira.


Sontak saja Safira yang awalnya sedang memainkan ponselnya itu,ia pun menoleh dan menatap ke arah Rara dengan tatapan tajam.


“Enak aja,kakak tahu ya dengan apa yang sedang kamu pikir kan.Tapi yang kamu pikir kan itu gak benar!,karena kakak bukan orang yang seperti itu!”ucap Safira terdengar kesal sambil menatap tak suka ke arah adiknya.Ia berkata seolah tahu apa yang sedang Rara pikirkan,yaitu mengira jika dirinya telah berciuman dengan Arnam.


Safira memegang bibirnya yang terasa dingin karena sempat di kompres menggunakan es batu.Memang benar jika bibir Safira masih sedikit bengkak,


karena jika ingin menghilangkan bengkak di bibir Safira secara menyeluruh butuh waktu paling tidak sampai satu hari,itu pun jika telah dirawat dengan baik.


“Ya terus kenapa bibir kakak bisa bengkak?,


maaf nih tadi Rara nggak bermaksud untuk berfikir buruk sama kakak.Tapi Rara cuman ngomong seadanya aja”jawab Rara cuek.


“Tadi itu,ada salah satu mantan pacarnya sahabat kakak si Rey,dia kasih kakak bunga mawar.Kamu kan tahu kalau kakak itu punya alergi sama bunga mawar,jadi akhirnya bibir kakak bengkak deh karena di sebabkan sama alergi kakak itu”ungkap Safira menjelaskan.


“Oh gitu..,kirain Rara kakak sama bang Arnam berciuman.Soalnya Rara merasa curiga pas lihat bibir kakak sedikit bengkak”Celetuk Rara,sedikit cengengesan.


“Hmmppp,enak aja”ucap Safira tak terima.


Saat Safira dan Rara terlihat sedang berdebat.


Tiba-tiba Rina datang menghampiri anak-anaknya itu dengan membawa dua gelas minuman beserta cemilan yang dibawa menggunakan nampan.


“Ada apa nih?,kok muka nya pada serius banget”tanya Rina saat ia berada di samping Safira.


“Oh ibu...,enggak kok,nggak ada apa-apa”jawab Safira mendahului adiknya yang hendak berbicara.


Safira menatap ke arah adiknya dengan tatapan mata yang tajam,seakan ia menyuruh adiknya untuk diam.


“Ya udah,ini ibu bawa minuman sama camilan,kamu kasih deh ke Arnam sama ayah kamu yang ada di ruang tamu!”ucap Rina menjelaskan,ia menyodorkan nampan berisi minuman dan cemilan yang ia bawa.


“Oke bu”jawab Safira patuh.


Mengambil nampan dan langsung membawanya menuju ruang tamu,dengan hati-hati karena takut berceceran.

__ADS_1


Tak lama Safira pun sampai di ruang tamu,ia melihat ayah dan Arnam sedang mengobrol.


“Maaf mengganggu obrolan kalian,ini Safira cuman ingin mengantar camilan atas perintah ibu ”ucap Safira basa basi dan meletakan minuman serta camilan itu di hadapan Arnam dan Hadi.


Safira berbalik dan hendak berjalan pergi meninggalkan ruang tamu sambil membawa nampan ditangannya.


“Safira”panggil Hadi tiba-tiba yang berhasil menghentikan langkah Safira.


Sontak Safira yang mendengar itu langsung berbalik dan menatap ke arah ayahnya itu.


“Ya ayah,ada apa?.Apa ada sesuatu yang ayah perlukan?”tanya Safira langsung.


“Sini sebentar!,ayah mau bicara sama kamu”ucap Hadi dengan nada perintah.


Safira patuh,ia berjalan dan duduk di samping ayahnya.


“Kenapa?,ayah mau bicara apa sama Safira?”tanya Safira dengan pelan.Sesekali ia melirik ke arah Arnam yang hanya diam.Tapi saat Arnam menyadari tatapan nya,Arnam langsung tersenyum.Hal itu membuat Safira penasaran.


“Kamu harus tahu kalau Arnam datang ke sini karena dia berniat untuk melamar”jelas Hadi langsung keintinya.


Safira yang mendengar itu,ia sontak langsung menatap ke arah Arnam dengan tatapan tajam.


Safira benar-benar tak menyangkan jika Arnam berniat ingin melamarnya,tentu Safira sebenarnya sangat senang mendengar hal itu.Tapi ia sedikit marah karena Arnam tidak bilang kepada dirinya terlebih dahulu.


“Kamu gak usah salahkan Arnam,karena dia hanya bermaksud baik.Mungkin dia pikir jika ayah setuju dengan lamaran Arnam,maka kamu akan setuju.Tapi meskipun ayah setuju akan hal itu,tetap saja ayah ingin menyerahkan semua keputusan ini pada kamu”ungkap Hadi menerangkan dengan penuh pengertian.


karena ayah ingin ke kamar mandi dulu”lanjut Hadi beralasan.Ia ingin memberikan ruang untuk Safira dan Arnam.


“Kenapa kamu nggak bilang langsung ke aku kalau kamu ingin lamar aku?”tanya Safira dengan menatap tak suka ke arah Arnam.Ia berkata saat Hadi telah berjalan pergi meninggalkan mereka berdua di ruang tamu.


“Maaf,aku hanya yakin kalau ayah kamu setuju pasti kamu juga akan setuju”ucap Arnam dengan suara selembut mungkin,ia berusaha agar Safira tidak marah kepadanya.


“Tetap aja!,kamu kan harusnya bilang dulu ke aku,kalau kayak gini kan aku merasa sedikit tersinggung.Aku pikir kamu bakal lamar ayah aku,dan jadiin ayah aku sebagai istri kamu”ucap Safira dengan nada menggerutu tak jelas karena kesal.


Arnam yang mendengar itu hanya menghela nafas panjang.


“gak gitu,kamu jangan salah paham dulu.Masa aku lamar ayah kamu sih,aku masih normal ya!.Karena aku salah aku minta maaf,jadi jangan marah”ucap Arnam dengan nada lembutnya.


Safira yang mendengar itu,ia pun hanya mengangguk sebagai jawaban.Mulai luluh akan kata-kata dan nada lembut Arnam,lagipula Safira juga merasa senang karena Arnam secara langsung berbicara kepada ayahnya,Safira yakin Arnam bersikap begitu karena ia menghormati ayahnya.


“Aku pulang,seperti nya sudah terlalu larut malam”ucap Arnam yang langsung bangkit dari duduknya.


“Ya sudah kamu juga hati-hati di jalannya,


jangan kebut-kebutan”nasehat Safira memperingati.


“Iya,kamu juga hati-hati ya”ucap Arnam tiba-tiba,membuat Safira langsung menatapnya tak mengerti.

__ADS_1


“Hati-hati untuk apa?”tanya Safira menatap heran ke arah Arnam.


Arnam tak menjawab,ia hanya diam sambil berjalan mendekat ke arah Safira.


“Hati-hati agar kamu bisa jaga hati kamu buat aku”ucap Arnam saat telah sampai di hadapan Safira.


Membuat Safira merasa malu akan kata-kata itu


“Dasar gombal,basi tau gombalan kamu itu”ucap Safira sambil mengalihkan pandangannya ke arah samping.Walau merasa malu,tapi sebisa mungkin Safira berusaha bersikap biasa saja.


Selanjutnya,Arnam mengusap kepala Safira dengan sayang.


“Aku pulang ya?”pamit Arnam lagi sambil tersenyum.


“Ya sudah sana!,katanya mau pulang kok nggak pulang-pulang dari tadi”jawab Safira secuek mungkin.


“Bener nih aku pulang”ucap Arnam berniat menggoda Safira.


Entah dari mana asalnya sifat jahil itu,si muka datar itu kini terlihat seperti cowok bucin yang pandai menggombal.


“Iya sana cepetan!”ucap Safira merasa kesal karena sikap usil Arnam itu.


Sejak kapan Arnam usil?,


Safira pun tak tahu,rasanya sosok Arnam terlihat berbeda saat bersamanya,karena Arnam terlihat layaknya manusia normal saat bersama Safiram


Saat sudah sampai di depan pintu,Arnam pun sedikit menoleh ke arah Safira


“Aku sebenarnya ingin pulang,tapi aku takut kamu bakalan kangen sama aku..,tapi aku tetap harus pulang,jadi maaf ya”ucap Arnam dengan nada bercanda.Ia mengedipkan matanya hingga membuat rasa kesal Safira bertambah.


Safira pun langsung mengambil sendal jepit yang ia pakai,lalu ia layangkan ke atas.


“Sudah sana pulang!,kalau nggak pulang juga,aku lempar sandal ini ke wajah kamu”ucap Safira dengan nada galaknya.


Arnam yang melihat itu hanya terkekeh,tidak merasa takut sama sekali dengan ancaman itu


“Dah aku pulang ya,ingat jangan kangen sama aku”ucap Arnam lagi,tapi kini ia benar-benar berjalan keluar dari rumah Safira.


“Dasar gila!!!”gerutu Safira saat ia melihat Arnam telah keluar dari rumahnya.


...*****...


Gila karena siapa ya Arnam itu?🤭


Jangan lupa like nya😘


vote nya juga boleh🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2