AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!

AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!
Acara makan bersama.


__ADS_3

Hari-hari terus berlalu,hubungan Safira dan Arnam tetap berjalan baik.


Meski beberapa kali Arnam mengetahui jika ibu nya berusaha untuk menghancurkan hubungannya dengan Safira.Tapi rencana Rima itu berhasil Arnam gagal kan


Dan saat ini,Safira dan Arnam sedang berada di sebuah restoran bersama dengan sahabat-sahabatnya yang lain.


“Sayang banget ya Reno nggak ada di sini,andai dia ada di sini,pasti kita udah di traktir makan sama Reno”ucap Rey memulai pembicaraan,pembahasan


nya memang nggak jauh-jauh dari traktiran.


“Kamu ini traktiran terus yang di bahas,modal dikit kenapa,jangan pelit-pelit amat hanya untuk makan sendiri”ucap Salma menimpali.Mau sabar,tapi ini Rey yang di hadapinya,jadi Salma pun tidak bisa santai saat bicara dengan Rey.


“Tumben kamu yang menimpali ucapan aku,bukan Safira”ucap Rey yang langsung menatap kearah Safira yang hanya diam.


“Kamu kenapa fi,tumben diam aja,lagi sariawan?.


Atau lagi cosplay jadi cewek feminim,biar jadi idaman cowok gitu”ucap Rey bertanya di sertai nada sindiran.Biasanya Safira itu tidak bisa diam,suka banyak ngomong,banyak makan,pokoknya tingkah nya nggak ada feminim-feminim nya sama sekali,tapi untungnya ia memiliki wajah yang imut,jadi apa yang di lakukan Safira akan terlihat menggemaskan di mata orang yang melihat nya.


Safira yang mendengar itu,ia langsung menatap ke arah Rey dengan tatapan tajamnya.Memang Rey ini ya,nggak bisa apa membiarkan Safira terlihat kalem sedikit aja!


“Enak aja,aku sehat ya,cuman lagi males aja ngomong sama kamu.Terus ngapain juga harus terlihat feminim kalau di sini ada cowok kayak kamu?!!”ucap Safira cuek dengan nada sinisnya.


‘Sialan si Rey,nggak tahu apa kalau aku ini sedang malu sama Arnam’pikir Safira sambil melirik ke arah Arnam yang hanya diam.Memang akhir-akhir ini Safira terlihat kalem di hadapan Arnam,dan itu karena Safira suka malu jika memikirkan tentang lamaran Arnam waktu itu.


Aslinya Safira agak pemalu!!,cuman tertutup dengan sifat sok cool dan tingkah galaknya.


‘Iya aku tahu kalau aku itu bukan tipe orang yang mudah malu dan merona karena baper,tapi tetap aja kan kalau aku itu perempuan,dan aku masih punya rasa malu karena gugup,apalagi sejak kejadian waktu itu aku suka gugup nggak karuan’pikir Safira yang gugup karena membayangkan jika ia dan Arnam akan menikah nanti.


Walau belum pasti!.


Karena Arnam belum datang bersama orang tua nya secara resmi.


Safira berusaha untuk fokus ke arah makanan yang saat ini sedang ia makan.Sedangkan Arnam saat ini ia terlihat sedikit gelisah,tapi tetap saja wajah terlihat datar.Arnam seolah ingat dengan kejadian waktu itu dimana ibunya menentang hubungan nya dengan Safira.Ibu nya seakan ingkar janji dan berniat merusak hubungan nya dengan Safira.

__ADS_1


‘Sepertinya memang harus mencari cara agar ibu menyetujui hubungan ini’pikir Arnam.


“Aku heran dengan perilaku kalian berdua saat ini,kenapa perilaku kalian terlihat beda?,nggak seperti biasanya”ucap Rey lagi.Melirik ke arah Arnam dan Safira secara bergantian.


“Iya benar,aku juga merasa heran”ucap Salma yang ikut menimpali ucapan Rey tadi


“Maksudnya apa?”tanya Safira tak mengerti.


“Kamu itu fi,sekarang seolah sedang berusaha untuk terlihat baik,sedangkan Arnam itu terlihat sedikit cuek seolah sedang memikirkan sesuatu”ucap Salma menjelaskan.Jika yang bicara itu Rey,pasti sudah Safira tendang.Memang seperti itu kah ia terlihat di mata orang lain?,berusaha terlihat baik?


Tapi yang jadi pikiran Safira saat ini adalah ucapan Salma yang mengatakan jika Arnam seolah sedang memikirkan sesuatu“Masa sih,memangnya kamu sedang mikirin apa?”tanya Safira langsung menatap Arnam.


“Nggak,nggak ada masalah apa pun”jawab Arnam berkata selembut dan berusaha terlihat setenang mungkin.


Safira yang mendengar itu,ia langsung mengangguk tanda mengerti.Safira berfikir jika Arnam sedang memikirkan tentang rencana pernikahan mereka nanti.


Lalu secara tiba-tiba Safira mendekat kan wajah kearah Arnam atau lebih tepatnya ke telinga Arnam.


“Kamu nggak ada niat gitu buat kasih tahu mereka tentang rencana kamu yang akan lamar aku,maksud aku kamu kan belum resmi lamar aku,dan belum ada pembicaraan antara orang tua aku dan orang tua kamu,jadi acara lamaran itu belum bisa di katakan resmi kan?”ucap Safira berkata pelan tepat di telinga Arnam.


“Kamu bisa mengatakan itu langsung pada mereka”Arnam seolah memberi izin pada Safira.


“Nggak!”Safira berkata dengan nada tak suka miliknya.


Arnam pun menoleh saat mendengar penolakan Safira tadi.“Kenapa?”tanya Arnam langsung.


“Ish,kamu nggak peka banget sih,kalau aku yang katakan itu langsung ke mereka itu terdengar seolah aku sangat berharap kamu akan ngelamar aku”ucap Safira menjelaskan dengan sedikit menggerutu karena kesal.


‘Walau sebenarnya aku juga sangat berharap sih,tapi masa iya aku langsung mengatakan itu,yang ada bukannya mereka mendengar kan,tapi malah meledek dan tak percaya dengan ucapan aku ini’pikir Safira yang sangat tahu dengan sikap Rey yang selalu meledeknya.


“Kalian kenapa sih kok kelihatannya sedang berbisik-bisik,ada apa?”tanya Rey dengan nada penasarannya.


“Aku berniat akan melamar Safira"jawab Arnam langsung.

__ADS_1


“Ha???”respon para sahabat Safira yang mendengar itu hampir sama dengan respon Rara.Membuat Safira hanya bisa mendengus.


‘Sepertinya memang harus berusaha untuk meyakinkan ibu agar menerima pernikahan ini'pikir Arnam sambil menatap ke arah Safira dengan tatapan tak terbaca nya.Arnam akan mencari cara agar ibu nya menyetujui pernikahan mereka nanti


“Ha...ha...”tiba-tiba Rey tertawa keras.


“Kamu yakin mau menikah dengan perempuan seperti dia”tunjuk Rey pada Safira,terdengar nada meledeknya.


“Maksud kamu apa?”tanya Safira tak suka dengan nada Rey yang sedang meledeknya.


‘Sialan emang si Rey!!’pikir Safira kesal.


“Kamu kan perempuan jadi-jadian,mana mungkin bisa masak”ucap Rey yang tersenyum meledek ke arah Safira.Di karena kan perilaku Safira yang kadang bar-bar dengan sikap tomboi nya.


Safira yang mendengar itu langsung mendengus tak suka.Lagi-lagi ia hanya bisa mendengus karena tak tahu harus berkata apa.


‘Aku kan walaupun tomboi tapi masih bisa memasak walau gak pandai-pandai amat,dasar Rey sok tahu!’pikir Safira menatap kearah Rey tajam,mau menjelaskan pun percuma karena Rey tidak akan percaya.


Akhirnya Safira hanya diam tidak berniat menjawab ucapan Rey,ia ingin tahu bagaimana reaksi Arnam selanjutnya.


“Kalau Safira tidak bisa masak,biar aku saja yang masak”jawab Arnam datar sambil menatap ke arah Rey.


“Ha???”lagi-lagi ketiga sahabat Safira hanya dapat merespon seperti itu,dengan mata melotot,dan mulut yang terbuka lebar.Arnam bisa masak?,sejak kapan?


“Tutup tuh mulut kamu Rey,kalau ada lalat masuk baru tahu rasa”Safira berkata sambil menatap Rey yang membuka mulut paling lebar.


“Udah dengar kan apa yang Arnam katakan,jadi nggak usah sok tahu,lagipula aku juga bukan mau nikah sama kamu,ngerti nggak?!”ucap Safira sambil tersenyum ke arah Rey,dengan senyum penuh kebanggaan dan ledekan untuk Rey di waktu yang bersamaan.


Tidak peduli ucapan Arnam itu beneran atau hanya sekedar menghiburnya saja,yang terpenting Safira senang dengan jawaban Arnam itu.


“Wah,jarang banget loh ada calon suami seperti Arnam,kamu jangan lepasin ya fi”ucap Salma dengan nada berteriak karena refleks.Nada suaranya juga terdapat rasa kagum pada ucapan Arnam.


“Iya lah nggak akan aku lepasin,jarang juga ada suami yang mau masakin istrinya”Safira berkata sedikit sombong sambil menatap kearah Arnam.

__ADS_1


...*****...


Jangan lupa like dan vote nya 😘


__ADS_2