AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!

AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!
Rencana Jahat


__ADS_3

Safira kembali bekerja seperti biasa,ia dengan fokus mengerjakan tugasnya.


Tiba-tiba masuk seseorang keruangan Safira.


Melihat siapa yang masuk ke ruangannya itu,Safira hanya melihat sekilas lalu kembali mengerjakan tugasnya.


“Ada apa tuan kemari?”Meski ucapan Safira terdengar sopan,tapi tak dapat Farrel pungkiri jika Safira kini sedang kesal padanya,terbukti dari nada bicara yang terdengar menahan kesal serta tatapan mata yang terlihat malas untuk menatapnya.Walau hanya sedetik saja,Safira seolah enggan untuk menatapnya.


“Apakah kamu ada waktu?”tanya Farrel tanpa basa-basi,ia tahu jika sekarang Safira mulai merasa risih padanya,karena akhir-akhir ini ia sering mengganggu Safira,entah itu hanya karena ingin menyapa atau hanya alasannya saja.


“Tidak bisa!”jawab Safira langsung dengan nada tegas.


“Ak-”


“Tolong jangan ganggu saya untuk saat ini,saya masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dikerjakan”potong Safira cepat.


“To-”


“Saya minta dengan sangat tuan,saya benar-benar sibuk”ucap Safira yang lagi-lagi menyela ucapan Farrel.


Mendengar itu,Farrel kembali bungkam.Meski ucapan Safira terdengar sopan dan penuh hormat,jelas masih terdengar nada yang seolah tidak memiliki kesabaran lagi untuk menghadapinya.


“Baiklah”jawab Farrel sambil menghela nafas panjang.


“Kalau begitu saya keluar”lanjut Farrel yang langsung bangkit dari duduknya,ia berjalan keluar dengan langkah gontai,seakan enggan untuk keluar.


Sedangkan Safira tetap fokus pada pekerjaannya,baru setelah Farrel hendak melewati pintu,ia sedikit melirik,dan pada saat postur tubuh Farrel hendak berbalik,Safira yang sadar akan itu langsung menunduk dan kembali menatap laptop nya.Ia bersikap seolah-olah hanya fokus pada laptop di hadapannya.


“Aku harap suatu saat nanti hubungan kita bisa membaik,dan semoga saja kamu bisa membalas rasa cinta aku ini”ucap Farrel sebelum ia berbalik lagi,lalu setelah itu,ia keluar dari ruangan Safira.


“Aku harap kamu bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dibandingkan aku”jawab Safira tulus.Ia benar-benar menganggap Farrel sebagai orang penting baginya,bukan karena ia suka atau cinta pada Farrel.

__ADS_1


Melainkan ia hanya menganggap Farrel sebagai sahabat baiknya,tapi sepertinya sekarang Safira harus sadar jika ia tidak mungkin menjadi sahabat Farrel,karena keadaan sekarang dan dulu berbeda.


*****


Malam hari.


Safira yang baru saja pulang,ia dengan langkah sedikit letih mulai melangkah masuk ke dalam rumahnya.


“Mamah”teriak Sabrina yang tiba-tiba berlari dengan kencang lalu memeluknya.


“Sayang”balas Safira yang langsung memeluk dan mengangkat anaknya hingga Sabrina kini berada di gendongan Safira.


“Kenapa belum tidur?”tanya Safira pada anaknya.


“Ina sengaja tungguin mamah,Ina mau tidur bareng mah”Setelah mengatakan itu,Sabrina langsung memeluk leher ibunya.


“Dasar manja”ledek Safira sambil mengusap sayang rambut anaknya.


Melihat anaknya yang telah memasuki kamar,Safira pun langsung berjalan ke arah kamarnya.Ia berniat mandi dan mengganti bajunya dengan baju tidur.


Beberapa menit kemudian...


Selesai mandi Safira langsung keluar dan hendak memasuki kamar anaknya,tapi tiba-tiba langkahnya terhenti begitu mendengar ponselnya berbunyi.


Safira ragu sejenak untuk mengangkat nomor yang tidak di kenal,ia pun memilih untuk langsung mematikan panggilan itu.Tapi justru si penelepon terus meneleponnya,hingga yang ke lima kali baru Safira angkat.


“Iya siapa?”tanya Safira langsung.


Tapi ponselnya tidak mengeluarkan suara sama sekali.


“Hallo,dengan siapa ini?”tanya Safira Lagi,ia melihat layar ponselnya yang jelas-jelas panggilan itu masih terhubung.Tapi mengapa orang yang meneleponnya tidak mengeluarkan suara?

__ADS_1


“Jika anda tidak berbicara,akan saya matikan teleponnya!”ucap Safira dengan nada mengancam,tapi sayangnya ponselnya tetap tidak mengeluarkan suara,seolah ia hanya bisa merasakan suasana hening.


“Dasar!!!”kesal Safira yang langsung mematikan sambungan teleponnya itu.


Beberapa detik setelah ia mematikan ponselnya,tiba-tiba terdengar suara berdering lagi.Dengan kesal Safira menjawabnya.


“Kalau tidak ada hal penting,tolong jangan ganggu saya!,saya sibuk!!”kesal Safira berusaha meredam amarahnya.


“Nona,bisa kah anda kemari,saya adalah seorang pelayan di sebuah klub malam.Teman anda sepertinya mabuk berat,tapi saya tidak tahu di mana rumahnya,karena dia tidak ingin mengatakannya.Dia hanya ingin agar anda datang”ucap sebuah suara yang terdengar seperti suara seorang pria.


“Ada di mana?”tanya Safira saat melihat jika yang meneleponnya kini adalah nomor hp Farrel.


“Akan saya kirim lewat pesan.Tapi tolong secepatnya anda kemari,teman anda benar-benar mabuk berat,hingga ia terus meracau tak jelas”ucap orang itu yang langsung mengakhiri sambungan telepon setelah mengatakan hal itu.


Mendengar itu,Safira hanya menghela nafas berat.


“Dasar Farrel!,kenapa dia sampai ke klub malam segala,sampai mabuk lagi”keluh Safira sedikit kesal.


Safira langsung memasuki kamar anaknya,ia hendak meminta maaf pada anaknya karena tidak bisa menemaninya tidur.Tapi saat ia memasuki kamar,ternyata anaknya telah tidur dengan pulas.


“Huh,syukurlah.Maafkan mamah Ina,mamah nggak bisa temani kamu tidur hari ini”gumam Safira sambil menatap anaknya.Safira menyelimuti anaknya dan mengecup pucuk kepala anaknya dengan lembut.Setelah itu Safira keluar kamar.


Meski Safira tidak ingin bertemu dengan Farrel,tapi tetap saja Safira tidak bisa mengabaikan keadaan Farrel.Karena bagaimana pun Safira juga menyayangi Farrel layaknya ia menyayangi Rey,Reno dan Roni.Yang merupakan sahabat baiknya.


Sesampainya di lokasi,Safira langsung masuk,ia tidak terlalu khawatir karena ia sedikit mahir dalam bela diri.Jadi Safira merasa jika itu aman.


Jujur ini pertama kalinya Safira memasuki tempat seperti itu,karena meski ketiga temannya laki-laki,tapi Safira dan sahabat-


sahabatnya itu,mereka belum pernah ke tempat seperti itu.Safira tidak peduli jika di anggap cupu atau apalah,toh yang paling penting bagi Safira adalah makan,karena ia suka makan.


Tiba-tiba dari arah belakang Safira merasa jika ada seseorang yang mendekat ke arahnya,saat ia hendak berbalik,tapi sebelum itu pundak nya langsung di pukul dengan kencang,awalnya Safira masih sadar,tapi di pukulan ketiga kali ia langsung pingsan karena rasa sakit yang di sebabkan oleh pukulan bertubi-tubi.

__ADS_1


“Sial!!!”Maki Safira karena tidak bisa melihat siapa yang memukulnya.


__ADS_2