AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!

AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!
Menjemput Reno di bandara.


__ADS_3

Di sebuah restoran.


“Fi,katanya kemarin Arnam lamar kamu secara resmi ya?”tanya Salma memulai pembicaraan.Ia kini tengah membahas tentang lamaran resmi Arnam,


yang melamar Safira dan telah menentukan tanggal pernikahan nya.


Menghentikan acara makan nya,lalu menoleh ke arah Salma.“Kamu tahu dari siapa?”tanya Safira tanpa menjawab pertanyaan Salma.


“Oh itu,aku tahu dari Rey,katanya pas dia ingin berkunjung ke rumah kamu,dia melihat Arnam bersama seorang ibu-ibu keluar dari rumah kamu.Maka nya Rey sempat berfikir kalau itu adalah ibu dari Arnam,apa itu benar fi?”ucap Salma menjelaskan,dengan diakhiri sebuah pertanyaan.


“Iya itu benar,waktu itu kan Arnam pernah bilang kalau dia ingin lamar aku.Dan sebenarnya lamaran ini bukan pertama kalinya sih,tapi mungkin ini bisa di katakan lamaran resmi”jawab Safira menjelaskan.


Salma hanya mengangguk,karena di restoran waktu itu juga kan Arnam telah mengatakan itu,walau mendapat respon ledekan dari Rey.


“iya aku ingat,dan semoga aja hubungan kalian bisa langgeng terus ya”ungkap Salma sambil tersenyum tulus.


“Terima kasih,aku juga harap begitu”jawab Safira yang ikut tersenyum sambil menatap ke arah Salma.


“Oh iya kamu lanjutin acara makan nya dong,aku jadi nggak enak kamu sampai tunda makan gara-gara ngobrol sama aku”ucap Salma dengan nada tidak enak,seolah merasa bersalah pada Safira yang acara makan nya kini terhenti.


“Nggak masalah”jawab Safira singkat sambil melanjutkan acara makan nya.


Tak lama setelah itu Safira pun menyelesaikan acara makan nya itu.


“Fi”panggil Salma tiba-tiba.


“Iya kenapa?,kamu udah makan?,dari tadi aku lihatin kok kamu cuman pesan air minum doang”ucap Safira dengan nada bertanya.


“Udah tadi,aku juga masih kenyang,maka nya dengan cuman dengan lihat kamu makan aja itu sudah cukup”jawab Salma langsung.


“Oh iya tadi kamu mau bilang apa?”tanya Safira yang penasaran akan maksud Salma memanggilnya tadi.


“Hari ini Reno akan pulang dari tugasnya”ucap Salma memberitahu.


“Oh,kok cepat sih.Bukan nya harus nya Reno di luar kota agak lama ya?”tanya Safira dengan wajah keheranan.


“Nggak tahu juga,mungkin dia udah dengar juga berita tentang rencana pernikahan kamu,maka nya dia pulang cepat”jawab Salma sedikit berfikir,dan hal itu yang paling masuk akal menurut pemikiran Salma saat ini

__ADS_1


‘Andai kamu tahu fi,Reno itu sebenarnya suka sama kamu,tapi karena kamu nggak peka,jadi kamu nggak sadar akan hal itu’pikir Salma yang hanya bisa diam sambil menatap ke arah Safira.


Salma ingin sekali mengatakan jika sebenarnya Reno itu suka sama Safira.Tapi ia tahu jika ia mengatakan itu,maka hubungan antara Reno dan Safira akan menjadi canggung.Maka dari itu ia memilih untuk bungkam.


“Sal,Salma”panggil Safira berulang-ulang,karena Salma tanpa sadar melamun


“Iya kenapa?”tanya Salma cepat begitu sadar dari lamunannya itu.


“Kamu kenapa sih kok melamun?,lagi mikirin apa?”tanya Safira sedikit khawatir pada Salma.


“He...he...,nggak kok,cuman lagi mikirin butik aku aja”jawab Salma sambil cengengesan,berharap dengan hal itu Safira tidak akan curiga padanya.


“Oh gitu,aku cuman ingin tanya aja,kapan Reno sampai?.Dan kalau bisa kita semua tungguin dia di bandara untuk menyambut kepulangannya”ucap Safira memberi usul.


“Mungkin sore hari”jawab Salma singkat.


“Oh kalau begitu kamu telepon yang lain suruh mereka ikut menjemput kedatangan Reno”ucap Safira terdengar bersemangat menyambut kedatangan sahabat nya itu.


Salma hanya mengangguk kecil sebagai jawaban.Dan tanpa sadar ia juga sempat melamun kembali untuk sejenak.


“Kamu kenapa sih melamun terus?,ada masalah?”tanya Safira penasaran.Tak biasanya sahabatnya itu terus melamun,hingga ia benar-benar merasa khawatir pada sahabatnya itu.


“Oh nggak,nggak ada masalah”jawab Salma sambil cepat,berusaha tersenyum meyakinkan.


Waktu pun berlalu dengan cepat.


...*****...


Sore harinya.


Saat ini Safira sedang berada di bandara internasional,ia tidak sendiri karena ada Arnam,Rey,Salma,dan Roni yang juga berada di sana.


Mereka semua menunggu kedatangan Reno.


Awalnya Arnam tak ingin ikut,tapi karena ini usulan dari Safira ia pun terpaksa ikut.Tidak mungkin kan Arnam membiarkan calon istrinya itu bersama para lelaki tanpa ada dirinya,meski laki-laki itu juga sahabatnya dan sahabat Safira juga,tapi ia tetap tak akan membiarkan hal itu.


“Oh itu Reno”tunjuk Rey ke arah seorang laki-laki yang memakai jas hitam dengan setelah formalnya, yang terlihat menambah kharisma seorang Reno.

__ADS_1


“Reno”ucap Rey sedikit berteriak.


Teriakan itu berhasil membuat Reno menoleh.Reno yang melihat sahabat-sahabatnya ada di bandara.


Tanpa menunggu lama Reno pun langsung berjalan ke arah mereka.


“Kalian kenapa di sini?”tanya Reno saat telah sampai di hadapan sahabat-sahabatnya.


“Kami ke sini datang untuk jemput kamu”jawab Rey yang langsung memeluk Reno layaknya sahabat.


“Gimana kabar mu ren?,baik kan?”tanya Rey setelah melepaskan pelukannya itu.Walau ada masuk terselubung yang tak lain demi traktiran,tapi Rey benar-benar khawatir dan juga merasa rindu layaknya sahabat pada Reno.


“Baik”jawab Reno singkat.


“Tapi tunggu,kenapa kalian bisa ada di sini?,aku kan nggak minta kalian datang ke sini?”lanjut Reno,ia tak ingin merepotkan sahabatnya,apalagi membuat mereka kesulitan,karena Reno tahu sahabatnya itu pasti punya kesibukan sendiri.


“Kita sengaja jemput kamu ke sini,ini karena usulan dari Safira”jawab Rey sambil menoleh ke arah Safira.


Safira yang mendengar itu hanya tersenyum ramah, benar-benar ia berniat baik karena hanya menganggap Reno sebagai sahabat sekaligus boss nya,Safira pun melangkah maju mendekat ke arah Reno dan Rey.


“Aku sengaja meminta teman-teman yang lain untuk jemput kamu di bandara,karena ini kan pertama kalinya kamu keluar kota,anggap saja sebagai perayaan penyambutan kamu”jawab Safira santai.


Setelahnya,Safira pun mengangkat tangan kanan yang ia kepalkan dan mendekatkan ke arah Reno.


Reno yang melihat itu,ia pun mengerti,lalu mereka berdua bertos ria dengan tangan kanan Reno dan tangan kanan Safira yang saling mengepal itu di tempelkan.


Kemudian hal itu di ikuti oleh yang lainnya,mereka mengikuti seperti apa yang dilakukan Safira tadi,karena itu merupakan rutinitas mereka saat baru bertemu.Meski Arnam sudah melarang hal itu pada Safira karena cemburu,tapi Safira tetap ngeyel dan berkata jika ia tak mungkin bisa mencintai orang lain selain Arnam',tentu gombalan itu membuat Arnam luluh walau tak sepenuhnya Arnam bisa menerima itu.


“Ya udah yuk kita langsung ke restoran yang ada dekat sini!”ajak Reno,ia berfikir jika mungkin para sahabatnya telah merasa lapar.


“Safira biar ikut sama aku”ucap Arnam tiba-tiba.


Arnam kini sedang merasa cemburu karena Safira terlihat perhatian pada Reno,meskipun ia tahu jika rasa perhatian Safira itu bukan hanya akan di tunjukkan pada Reno saja,tapi juga yang lainnya,tapi tetap saja ia merasa cemburu akan hal itu.


“Oke,berarti Salma dan Roni ikut dengan mobilku saja,sedangkan Rey kan kamu pasti bawa mobil sendiri”jawab Reno memberi usul,Reno juga seolah dapat melihat jika Arnam sedang menatapnya dengan tatapan dingin yang seolah bisa membekukan dirinya.


Safira yang memang tidak terlalu peka itu,ia hanya mengangguk setuju.Dan mereka pun langsung masuk ke dalam mobil mereka masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2