AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!

AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!
Mengetahui sebuah fakta.


__ADS_3

Sudah sebulan lebih pernikahan Safira dan Arnam berjalan.Selama itu Safira masih bekerja karena beberapa alasan,niatnya untuk mengundurkan diri harus ia tunda dulu,karena perusahaan Reno sedang membutuhkan pegawai dan kekurangan pegawai untuk saat ini


...******...


* Di sebuah cafe.


Safira duduk santai sambil menunggu pesanannya datang.Tak lama minuman yang ia pesan pun sampai,dengan senang Safira pun menerima itu sambil tersenyum.


“Terima kasih”ucapnya sambil tersenyum pada pelayan restoran.


Sang pelayan pun hanya mengangguk sopan dan pergi untuk melayani pelayan yang lain.


Belum genap 3 bulan ini Safira bekerja di perusahaan Reno sahabatnya.Ia yang hanya lulusan sekolah SMA merasa sangat bersyukur bisa bekerja di sana.


Padahal jika Safira bekerja sebagai office girl,ia merasa senang karena hal itu,tapi nyatanya Reno malah memberikan ia pekerjaan layaknya karyawan biasa.Hingga Safira merasa tak enak dan kadang ia hanya bisa pasrah saat para pegawai lain menatap dirinya dengan tatapan sinis dan merendahkan.


Bekerja lewat jalur belakang aja bangga!'


Palingan dia dapat pekerjaan itu dengan cara yang gak benar!'


Si wanita munafik yang sok baik!'


Entah berapa banyak umpatan yang sering Safira dengar hingga ia merasa lelah untuk meladeni hal itu.Dan di saat Safira hendak meminum jus pesannya, tiba-tiba...


Byurrr...


Safira terkesiap saat merasakan sesuatu yang lengket menyapa rambutnya hingga terasa lepek


“Dasar wanita murahan!”ucap seorang wanita yang tengah memegang sebuah gelas kosong di tangannya.


Warna tetesan yang tersisa di gelas itu sama dengan cairan yang menempel di rambut Safira.Dan itu menandakan jika wanita itu lah yang telah menyiramnya.


Safira pun bangkit dari kursinya karena merasa tak terima,ia menatap kearah wanita yang ada di hadapannya dengan tatapan tak suka.


“Maksud Mbak apa?,saya tidak kenal dengan Mbak?!,tapi kenapa Mbak tiba-tiba datang dan bilang saya wanita murahan!!.Apa salah saya Mbak?”ucap Safira dengan nada kesal miliknya.Ia masih bersikap sopan karena merasa wanita yang ada di hadapannya itu jauh lebih tua darinya.


“Kamu nggak usah pura-pura gak tahu deh,kamu kan yang merebut suami saya?!”ucap wanita yang bernama Rena dengan nada marahnya.


Seolah ingin mempermalukan,hingga nada suara yang Rena gunakan terdengar kencang hingga beberapa pengunjung menatap nya,dan lama kelamaan semakin banyak karena banyak yang ingin melihat.

__ADS_1


“Memangnya suami mbak itu siapa?,saya itu udah punya suami!,jadi buat apa juga saya merebut suami Mbak!!”ucap Safira sambil menatap ke arah Rena dengan tatapan tak terima,jelas terlihat ia semakin kesal akan hal itu.


Niat awal ingin merilekskan diri,malah berakhir ricuh dan membuat moodnya semakin jelek.


“Kamu tahu tidak jika suami kamu itu adalah suami saya!.Namanya adalah Arnam kan?!,dia itu suami saya!!”tekan Rena sinis.


“Iya memang benar nama suami saya Arnam,tapi bisa saja kan jika suami kita hanya sama namanya saja”jawab Safira,ia berusaha menahan emosinya.


Meski ia merasa malu karena kini beberapa pengunjung tengah menatap ke arahnya.


Rena yang mendengar itu,ia pun langsung mengambil foto pernikahannya dengan Arnam yang ada di dalam tasnya,kemudian ia langsung menunjukkan foto tersebut kepada Safira.


Sebelum menerima selembaran foto itu,Safira pun melihat ke arah Rena untuk sejenak,ia lalu menerima itu.Saat melihat sosok laki-laki yang di kenalnya,ia hanya diam dengan tangan yang tiba-tiba terkepal erat,seolah sedang menahan amarah yang tiba-tiba membara.


Kecewa!!


Sedih!!


Tak terima!!


Kini sedang Safira rasakan!!


Semua menjadi satu dengan rasa yang seolah merasa tengah tertipu dan dikhianati.


Safira tidak peduli dengan ekspresi Arnam yang terlihat datar dan dingin di foto itu,yang ia pedulikan adalah fakta jika Arnam telah menikah.Jadi ia adalah yang kedua?,kenapa?,kenapa bisa?,apa yang sebenarnya terjadi?.


Begitu banyak pertanyaan yang Safira ingin tanyakan tapi ia tidak bisa menanyakan itu langsung,Arnam tidak ada di sini,dan ia akan menanyakan itu semua langsung pada Arnam nanti


“Kenapa diam?,masih gak percaya?!,oke kalau begitu saya akan tunjukkan buku nikah saya dengan Arnam ke kamu”ucap Rena yang hendak mengambil buku nikah miliknya yang ia simpan di dalam tasnya.


“Cukup!”ucap Safira tiba-tiba dengan suara keras,dan tangan yang semakin terkepal erat,ia berkata sebelum Rena sempat mengambil buku nikah mereka.


Sedangkan Rena hanya diam dan menatap kearah Safira dengan tatapan semakin sinis dan merendahkan.


Tapi Safira hanya mengabaikan tatapan itu,tanpa berkata ia pun langsung pergi meninggalkan restoran tersebut dengan perasaan kesal,marah,bercampur dengan rasa sedih.


Walaupun saat Safira keluar banyak para pengunjung yang memandang dirinya dengan sinis,jijik,dan merendahkan,tapi Safira tetap mengabaikan tatapan itu.


Karena Saat ini rasanya Safira tidak mampu untuk berkata-kata lagi.

__ADS_1


...*****...


Sementara pengawal yang sedang mengawasi itu,ia terlihat bingung harus berbuat apa.


“Jika kedua wanita itu adalah istri tuan,lalu apa yang harus aku lakukan?.Apakah aku harus membalas perbuatan istri pertama tuan atau apa?.Sudahlah lebih baik aku awasi nona Safira saja karena itu perintah tuan”ucap seorang pengawal yang memakai pakaian hitam lengkap dengan topi hitam di kepalanya.Ia terlihat seperti seorang mata-mata sungguhan.


...******...


Sementara itu Safira saat ini,ia yang telah sampai di depan rumahnya itu.Ia pun langsung memasuki rumahnya dengan langkah yang terburu-buru.Ia rasanya ingin marah,memukul dan memaki Arnam langsung.


Safira berjalan menuju kamarnya dan berniat menghampiri Arnam untuk meminta penjelasan.Tapi saat tiba di kamar,Safira tidak melihat Arnam,dan akhirnya Safira ingat jika Arnam memang tidak ada di sana.


“Percuma jika aku mencari Arnam saat ini!!,karena sekarang ia sedang tidak ada di rumah!!!”ucap Safira pada dirinya sendiri saat ingat jika Arnam pernah meminta izin padanya untuk keluar kota.


Kenapa moment nya sangat tepat dengan kedatangan wanita itu?,kenapa tidak nanti agar Safira bisa meminta penjelasan pada Arnam!!


Tiba-tiba Safira menyandarkan kepala dan tubuh di dinding kamarnya,punggung yang ia sandarkan pun melorot dengan kedua tangan dan kepalanya yang sedikit bergetar.


“Kenapa ini?,kenapa aku nggak tahu kalau dia sudah menikah?”ucap Safira pada dirinya sendiri.Ia berkata dengan nada yang berteriak karena marah.


Safira merasa jika ia telah di tipu oleh Arnam,di tambah dengan kepergian Lelaki itu yang entah kapan akan kembali membuat nya berfikir jika Lelaki itu telah pergi meninggalkan nya.


“Jika saja aku tahu kalau dia sudah menikah,mana mau aku menikah dengannya”ucap Safira lagi yang terdengar putus asa dan kecewa.


Akhirnya Safira pun memilih untuk berusaha menelepon Arnam,tapi sayangnya nomor telepon Arnam sedang tidak aktif.


“Dia berkata jika dia akan pergi seminggu keluar kota,dan ini baru tiga hari dia berada di luar kota.Jadi apa aku harus menunggu empat hari lagi untuk membicarakan masalah ini?”ucap Safira lagi yang kali ini suaranya terdengar lebih putus asa dan penuh kesedihan serta kemarahan yang ia pendam.


Air mata yang Safira tahan pun lantas jatuh dengan sendirinya,tubuh yang ia peluk pun bergetar karena emosi yang tidak stabil.


Safira menangis dalam diam,ia terisak,dan semakin terisak.


Rasanya sangat menyakitkan di bohongi oleh orang yang ia percaya!!


Benar-benar menyakitkan!!


Dan kekecewaan itu sangat besar,sebesar kamu mempercayai nya!!


*****

__ADS_1


Untuk yang pernah ada di posisi di mana kalian di bohongi dan dikhianati pasangan,semangattt!! kalian pantas dapat yang lebih baik🤗


Jangan lupa like dan vote nya juga😘


__ADS_2