
Beberapa hari kemudian.
Safira saat ini sedang berbaring dengan malas di atas sofa panjang.Ia begitu karena merasa kelelahan setelah selesai bersih-bersih.
“Safira sayang,kenapa kamu belum mandi?,udah siang loh”ucap Rina saat melihat anaknya masih terlihat kusut karena belum mandi.
“Bentar Bu istirahat dulu”jawab Safira dengan nada sedikit lesu.
“Ya udah istirahat sebentar dulu sana!,tapi ingat nanti sore kamu harus udah siap-siap.Memangnya kamu nggak ingat kalau kita harus jemput kakek dan nenek di terminal sore nanti?”ucap Rina diakhiri sebuah pertanyaan.
“Ingat Bu,tapi masih lama ini kan,jadi bisa nantilah”jawab Safira masih dengan nada lesu nya.
Safira benar-benar merasa lelah karena hampir semua pekerjaan berat ia kerjakan sendiri,sedangkan untuk pekerjaan yang lebih ringan Rina yang kerjakan.Dan untuk Rara,ia kini tengah bersekolah.
“Oke,kalau begitu ibu tinggal dulu ke dalam”ucap Rina yang langsung berjalan melewati ruang tamu.
Safira yang melihat kepergian ibunya itu,ia pun kembali merebahkan tubuhnya di sofa.Tak terasa ia pun tertidur.
...*****...
* Sore harinya.
“Kak,kakak bangun!”ucap Rara sambil menepuk pipi Safira,tapi tak kunjung ada jawaban hingga membuat Rara hanya bisa mendengus malas.Baru setelah beberapa kali Rara menepuk dengan lebih keras akhirnya Safira sedikit tersadar.
“Hmm”Safira hanya menjawab dengan deheman kecil,ia masih merasa mengantuk dan lemas
“Kak,ayo bangun!,kakak lupa ya kalau hari ini kita akan jemput kakek dan nenek di terminal”ucap Rara dengan nada lebih keras lagi.
Sontak Safira mendengar itu langsung membuka matanya lebar-lebar.Di saat Safira memaksa untuk langsung duduk,tiba-tiba ia merasa jika badannya sakit semua.
“Auwww”pekik Safira secara refleks.
“Kenapa kak?”tanya Rara langsung,sedikit khawatir.Perasaan ia nggak sampai nepuk pipi kakaknya sekeras itu,nggak mungkin kan tepukan nya membuat gigi kakak nya copot lalu ompong?.
“Sakit banget badan kakak”jawab Safira sambil merentangkan kedua tangannya,seolah sedang berusaha mengumpulkan rohnya yang belum terkumpul sempurna.
Menghela nafas karena lega mendengar jawaban kakaknya itu,setidaknya gigi kakaknya masih aman,itu yang dipikirkan Rara saat ini
“Siapa suruh tidur di sofa?!,kenapa tidak langsung tidur di kamar aja,jadi sakit kan badannya karena nggak bisa bergerak bebas”ucap Rara dengan kesal khawatir pada kakaknya.
__ADS_1
“Sudah-sudah jangan banyak ngomong,bawel banget kamu”ucap Safira sambil bangkit dari duduknya setelah kesadarannya pulih seutuhnya.
“Mau kemana kak?”tanya Rara saat melihat Safira berdiri.
“Mau mandi,bukannya sebentar lagi kita akan menunggu kedatangan kakek dan nenek di terminal ?”ucap Safira sambil menatap ke arah Rara yang telah menggantikan baju seragamnya dengan baju biasa.
“Ya sudah sana!,tapi cepetan ya,jangan lama-lama!”ucap Rara terdengar memerintah.
Safira yang mendengar nada bicara Rara yang seperti itu,ia merasa sedikit kesal,lalu tanpa di duga Safira langsung mengusap rambut Rara dengan sedikit kasar.
“Ya udah kakak langsung mandi nih”setelahnya Safira pun berjalan menjauh dari adiknya.Ia merasa puas karena telah mengacak-acak rambut adiknya hingga riasan yang Rara susun menjadi berantakan.
‘Setidaknya satu jam lah Rara susun itu rambut'pikir Safira puasa.Jika telah kesal Safira memang tak main-main dalam mengerjai adiknya.Kalau bisa sih Safira ingin sampai adiknya menangis,tapi sama sepertinya,Rara juga wanita yang kuat dan tidak pernah Safira lihat Rara menangis.
“Kakak!”teriak Rara kesal.Agghh,rambut yang Rara susun susah payah hancur hanya dengan sekali sentuhan sang kakak,rasanya Rara ingin mencakar kakak nya saat ini juga! tapi masih ia tahan untuk saat ini.
“Rara sayang,kenapa rambut kamu berantakan kayak gitu sih?”tanya Rina yang barusan lewat di depan sang anak.
“Kakak tuh Bu,rambut Rara udah cantik-cantik malah dirusak”Adu Rara sambil cemberut.
“Ya ampun Safira itu..,ya udah sana rapikan lagi!,sebentar lagi kita akan berangkat ke terminal”ucap Rina disertai nada perintah.
“Baik bu”jawab Rara,setidaknya nanti Safira bakal kena omel dari ibunya.
...*****...
Sesampai di terminal,mereka berempat dengan sabar menunggu kedatangan orang-orang penting di hidup mereka.
Beberapa menit kemudian turunlah sepasang kakek dan nenek dari dalam bus.
“Ayah itu kakek”dengan semangat Safira menunjuk ke arah laki-laki dan perempuan yang sudah berusia senja.
“Iya,ayo kita susul ke sana!”ajak Hadi.
Tanpa menunggu lama mereka pun langsung berjalan ke arah laki-laki dan perempuan yang sudah terlihat berumur senja.
“Kakek”panggil Safira semangat.
“Cucu kakek yang cantik dan imut,bagaimana kabar kamu nak?”ucap Bambang yang merupakan kakek dari Safira.
__ADS_1
Suara Bambang terdengar bergetar saat berbicara,itu karena faktor usia.Tapi jangan salah,kharismanya masih terlihat walau sudah usia senja.Karena ia merupakan seorang atlet taekwondo,dan dari kakeknya itulah Safira belajar tentang taekwondo.
“Baik kek,Safira senang banget kakek ada di sini”jawab Safira tersenyum setelah memeluk sang kakek dengan erat,Bambang pun ikut tersenyum dan mengusap kepala cucunya dengan sayang.
Safira seolah mengingat di saat dulu jika ia lari dari latihan taekwondo,maka kakeknya akan memukulnya menggunakan rotan kecil.Dan hal itu kakeknya lakukan agar Safira bisa fokus latihan untuk menjaga dirinya sendiri.
Safira dulu merupakan cucu kesayangan dari Bambang karena ia merupakan cucu pertama.
Dan saat usia Safira menginjak SMA,kakek dan neneknya tidak tinggal bersama dengan ayah ibunya lagi,karena mereka memilih tinggal di desa.
“Oh nenek,apa kabar nek?”Safira menghampiri neneknya lalu memeluknya dengan erat.
“Kabar nenek baik,sudah besar ya ternyata cucu nenek,dan bagaimana kabar mu nak?,nenek dengar kamu akan menikah,apa itu benar?”tanya Sarah nenek dari Safira.Berbeda dengan Bambang yang masih tegap dan gagah,nenek nya Safira ini walau masih terlihat awet muda tapi tubuhnya tak begitu baik,mudah kelelahan dan tak bisa lama berdiri.
“Iya nek,minta doanya aja”jawab Safira sambil tersenyum.
“Pasti nak,oh nenek hampir lupa kalau Tika juga ikut sama nenek ke sini”ucap Sarah memberi tahu.Jika Safira merupakan cucu kesayangan dari Bambang,
maka Tika adalah cucu kesayangan Sarah.Tika atau kerap di panggil Atika,dia anak yang feminim dan sering kali Safira melihat Atika bermanja-manja pada sang nenek.
Mendengar itu,kegembiraan Rara langsung hilang dan berganti dengan tatapan tak suka saat mendengar nama sepupunya Atika'.
Kesal dan tak suka itu yang Rara rasakan!!
‘Kenapa sih anak itu ada di sini,dasar caper!’pikir Rara yang langsung merasa kesal.
“Oh Tika juga ada di sini,berarti Anton sama Selin juga ada di sini?”ucap Rina yang tiba-tiba menyela pembicaraan.
“Mamah sama papah nggak bisa ikut Tante,mereka masih harus jaga toko.Mungkin nanti pas hari pernikahan kak Safira baru datang”jawab Tika saat keluar dari bus dengan membawa sebuah koper besar.
“Oh nak,sini biar Tante bawakan kopernya”ucap Rina menghampiri Tika dan hendak membantu Tika.
“Oh makasih Tante”ucap Tika yang langsung menyerahkan koper itu tanpa sungkan.
Rara yang melihat hal itu,semakin merasa kesal dan tak suka pada sepupu nya itu,hingga tangannya terkepal karena saking kesalnya dengan sikap tak sopan Tika.
Sementara itu Safira hanya diam,ia memang merasa kesal dan rasanya ingin memaki saat itu juga,tapi ia masih bisa mengontrol emosinya itu.
‘Dasar anak manja’pikir Rara sambil menatap ke arah Tika dengan tatapan tak sukanya di sertai dengusan sinis.
__ADS_1
Tika yang sadar akan hal itu hanya bersikap cuek,dan berjalan santai menuju neneknya.
“Ya sudah ayo kita pulang!”ajak Hadi.