AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!

AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!
Kekesalan Safira.


__ADS_3

*Keesokan harinya.


Saat ini Safira dan keluarganya tengah memakan sarapan pagi.


“Safira”panggil Hadi membuat aktivitas makan Safira terhenti sejenak.


“Kamu dan Rara tunggu di rumah temani Tika.Dia di sini masih orang baru dan belum mengenal tentang lingkungan disekitar”jelas Hadi yang tak lain ingin agar Safira ataupun Rara mengajak Tika untuk jalan-jalan.


“Memangnya ayah akan pergi kemana?”tanya Safira yang sambil menatap kearah ayahnya.


“Nanti ayah jelaskan,sekarang kita selesaikan saja dulu acara sarapan nya”jawab Hadi dengan wajah tenang.


Setelah selesai sarapan,mereka semua kini berada di ruang tamu.


“Tumben pakaian ayah hari ini terlihat rapi?,emang mau pergi ke mana?”tanya Rara tiba-tiba.Ia juga tak kalah penasaran nya dengan sang kakak.


“Ayah ada urusan.Kemungkinan ayah dan ibu kamu,beserta kakek nenek akan pergi untuk menyelesaikan urusan itu.Dan ingat kamu harus tetap di rumah temani Tika agar tidak sendirian”jawab Hadi menjelaskan.


“Rara boleh ikut kan?”tanya Rara seolah enggan untuk di rumah,ia meminta persetujuan dari ayahnya dengan nada layaknya anak kecil yang tidak ingin di tinggal,dibandingkan Safira Rara itu sangat manja pada ayah dan ibunya.


“Nggak,kamu di sini bersama kakak kamu”jawab Hadi langsung dengan nada tak ingin di bantah.


Rara hanya bisa menggerutu di dalam hatinya begitu mendengar penolakan sang ayah.


“Kalau begitu kami pamit,dan untuk Tika,kamu jangan sungkan-sungkan ya jika ada yang kamu inginkan”ucap Hadi sambil menatap ke arah Safira dan Rara yang hanya diam.Tatapan itu seakan mengatakan jika Hadi ingin agar Safira dan Rara mengikuti keinginan Tika,hal itu membuat Tika senang,dan sebagai jawaban Tika hanya tersenyum.


“Kak,ayah emang ada urusan apa sih?”tanya Rara saat ayah dan yang lainnya telah pergi,sekarang hanya mereka bertiga yang ada di sana.


“Mungkin sedang mengurus rencana pernikahan kakak”jawab Safira cuek.Ia seolah mulai mengerti tentang apa yang hendak ayahnya lakukan tanpa harus di jelaskan.


“Kalau begitu kakak ke kamar dulu”lanjut Safira,ia ingat jika ada yang harus di kerjakan.

__ADS_1


Baru saja Rara ingin mengeluh,tapi Safira sudah lebih dulu menuju kamarnya,lagi-lagi Rara hanya bisa menggerutu karena kesal.Sedangkan Tika yang melihat itu,ia pun tersenyum diam-diam.


“Ra”panggil Tika saat melihat Rara bangkit hendak meninggalkannya.


“Iya?”jawab Rara dengan nada kesalnya.Ia ingin segera pergi ke kamarnya,dan untuk Tika Rara bodo amat.


‘Ada apa nih anak?’pikir Rara Curiga saat melihat senyum Tika.Ia tahu betul bagaimana sifat Tika sebenarnya,bahkan Safira tak sejauh Rara dalam mengenal Tika.


“Tolong buatin makanan untuk aku,aku udah lapar nih”ucap Tika sambil mengusap perut nya seolah merasa sangat lapar.


“Bukannya tadi kita habis sarapan ya,memangnya kamu belum kenyang?”tanya Rara,kini ia yakin jika Tika ingin mengerjai nya.


“Kok kamu gitu sih ngomong nya.Bukannya tadi om Hadi bilang kalau aku butuh-butuh apa-apa,aku tinggal bilang dan ngomong sama kamu atau kak Safira ya.Tapi kenapa kamu kayak nggak mau nurutin permintaan aku ini”ucap Tika dengan nada menyebalkan nya.


“Bukan begitu.Tapi ya sudah lah,sekarang kamu ingin makan apa?”ucap Rara,ia tidak ingin semakin panjang urusannya,lebih baik ia turuti lalu ia bisa ke kamarnya.


“Apa saja boleh”jawab Tika asal.membuat Rara menautkan alisnya bingung,tapi karena tidak ingin terus menerus dengan Tika akhirnya Rara pun langsung ke dapur.


Dengan membawa semangkuk mie rebus di tangannya,Rara datang dan meletakan di atas meja


“Kok mie instan sih?”ucap Tika dengan nada protes.Rara berbalik dan menatap Tika kesal,kini ia merasa benar-benar kesal,kalau bukan saudara sekaligus tamu mungkin Rara akan memukul Tika saat ini juga.


“Tadi kan kamu bilang apa saja boleh...!!,kamu tahu kan aku gak pandai masak,jadi aku cuman bisa buatin kamu mie instan”jawab Rara dengan nada kesalnya yang tidak ia sembunyikan lagi.


“Iya apa saja boleh.Tapi nggak mie instan juga kali,memang kamu nggak bisa masak yang lain selain mie instan gitu?,nggak bisa sama sekali ya?”tanya Tika terdengar mengejek.


“Ya terus sekarang kamu ingin apa?”tanya Rara langsung,males buat sekedar berdebat lebih lanjut dengan orang kayak Tika.


“Buat yang lain!.Telur kek,atau apa gitu,yang terpenting aku bisa makan”ucap Tika masih dengan nada perintahnya.


Rara pun langsung berbalik kembali menuju dapur,dan tak lama ia datang dengan membawa telur ceplok di piring.

__ADS_1


“Nih aku masak telur untuk kamu,maaf kalau nggak enak”dengan sedikit kasar karena kesal Rara langsung meletakkan piring itu di atas meja.


“Telur ceplok?”tanya Tika masih dengan meledeknya.


‘Terus kalau bukan apa lagi?,benar-benar ya dia ini!!,udah tahu beban tapi sok bertingkah kayak ratu aja,gila nih orang minta di Banting!’.batin Rara dengan tangan terkepal siap meninju.


Inilah yang Rara tidak suka.Karena jika Tika berkunjung,ia akan selalu memerintah Rara tanpa sepengetahuan Safira.


“Gimana kalau kamu udah menikah dan tinggal di rumah mertua?.Pasti kamu sudah kena omel”ucap Tika lagi-lagi dengan nada mengejek.


Membuat Rara hanya mendengus dan memutar bola matanya jengah.


‘Emangnya situ siapa?,mertua saya?,bukan!,sok tahu banget jadi orang’pikir Rara,ia akui ia tak pandai memasak,itu karena ia telat dan baru belajar memasak akhir-akhir ini.


“Lagipula aku nggak berniat nikah muda,jadi masih ada waktu untuk belajar”jawab Rara sarkas.


“Oh”jawab Tika lalu tersenyum sinis ke arah Rara.


“Kalau begitu mana nasinya?,air minumnya juga,kok nggak ada?”komentar Tika tiba-tiba.


“Ishh,oke akan aku ambilkan”masih dengan berusaha sabar,walau hati merasa dongkol Rara tetap mengambil apa yang di sebutkan Tika.


Sementara itu,saat ini Safira yang melihat kejadian itu.Ia dengan kesal langsung menghampiri Tika yang sedang rebahan di sofa layaknya tuan rumah.


“Seumur-umur aku belum pernah suruh-suruh Rara sampai segitunya.Jangankan untuk bisa menyuruh Rara,giliran aku minta tolong aja,dia juga kadang mau kadang gak mau”ucap Safira dengan nada kesal.Tika hanya diam dan Safira pun ikut diam saat Rara telah kembali dengan membawa nasi dan air minum di tangannya.


“Dihabiskan ya Tika.Jangan buang-buang makanan.Karena cari uang itu susah dan nggak gampang”ucap Safira dengan nada sarkasnya.


Lagi-lagi Tika hanya diam,ia teringat saat Safira berumur 10 tahun,saat itu Tika membuat Safira sangat kesal karena Rara terluka lantaran disebabkan keisengannya itu,hingga Safira memukul Tika dengan ganas sampai ia masuk ke rumah sakit.Walau pada akhirnya Safira di hukum oleh ayahnya dan kena omel nenek beserta ibunya,tapi Safira puas akan hal itu.


“I...iya kak”jawab Tika gelagapan.

__ADS_1


Tika pun memakan makanan yang dibuatkan Rara dengan wajah yang terlihat lahap.Padahal sebenarnya ia masih merasa sedikit kenyang setelah sarapan tadi.


“Sekalian mie nya di habiskan.Kasihan Rara yang sudah capek-capek buat mie untuk kamu.Lagipula kamu nggak inginkan Rara sedih karena kamu nggak makan mie yang udah dia buatkan sepenuh hati”ucap Safira lagi yang langsung di jawab oleh Tika dengan anggukan yang terlihat pasrah.


__ADS_2