
Saat ini,Safira sedang berada di sebuah lift.Ia dengan wajah yang sedikit gugup terlihat memegang tangannya erat,sesekali Safira memilin tangannya,
seakan-akan ia sedang berusaha untuk mengurangi rasa gugupnya itu.
“Apa aku masuk sendiri aja ya?,tapi kado nya belum juga datang,gimana ini?”belum sempat Safira menemukan solusi,tiba-tiba pintu lift terbuka.
Sepertinya ia telah berada di lantai paling atas,dimana tempat pesta Rena di adakan secara megah dan besar-besaran.
Dengan hati-hati Safira pun keluar dari lift,ia terlihat berusaha untuk berjalan sesantai mungkin saat memasuki tempat pesta di adakan.
Saat pertama kali ia menginjakkan kakinya,suasana yang awalnya ramai kini berubah menjadi hening untuk sejenak.
Safira merasa heran dengan hal itu,ia tidak mengerti dengan apa yang terjadi saat ini,padahal jelas-jelas sebelum ia memasuki ruangan,suasana ruangan itu terdengar sangat ramai.Tapi kini,seolah suara nafas pun tidak terdengar sama sekali.
Saat melihat tatapan orang-orang yang menatap ke arahnya,tentu Safira merasa malu.Apalagi kini ia seolah menjadi pusat perhatian.
Rasanya saat itu juga Safira ingin langsung menundukkan kepalanya,seolah ia ingin menyembunyikan wajahnya itu.Tapi tidak ia lakukan karena ia berusaha untuk terlihat percaya diri.
“Apa kabar Rena?”tanya Safira santai tapi meski begitu ada nada kaku dalam ucapannya itu.
Rena yang awalnya hanya diam,ia pun kembali tersadar dari lamunannya.Sebelum menjawab,ia mengerjapkan wajahnya beberapa kali.
“Oh,akhirnya kamu datang”ucap Rena yang langsung melihat penampilan Safira dari atas hingga bawah.
“Kenapa baju pemberian ku tidak kamu pakai?”tanya Rena berusaha menyembunyikan wajah tak suka nya.Jujur saja Rena sempat terpesona dengan penampilan Safira saat ini,ia tidak menyangkan jika Safira bisa secantik ini.
“Oh maaf,sepertinya baju itu terlalu kebesaran untuk ku”jawab Safira beralasan.Jangankan memakai baju itu,ia saja belum mencobanya sama sekali karena ia hanya melihat sekilas saja.Dan Safira langsung tak suka dengan baju pemberian Rena begitu melihat bentuk baju tersebut,yang terlihat sangat transparan dan ketat
“Mana mungkin,aku yakin baju itu akan pas di tubuh kamu”Rena berkata dengan nada tidak sukanya, seolah ia merasa tersinggung karena Safira tidak memakai pakaian yang telah ia pilihkan.
“Mungkin itu hanya perasaan kamu,bukankah kamu tidak tahu ukuran pakaianku,lagipula itu hanya pas di tubuh kamu,karena bentuk tubuhku tidak sebagus kamu”Safira terdengar tenang saat mengatakan itu.
Padahal Safira hanya mengutarakan apa yang ia lihat,dan itu memang benar kenyataan nya.Tapi entah kenapa Rena malah merasa tersinggung karena bagian tubuhnya,seperti payudara dan bokongnya jauh lebih besar di bandingkan Safira.Bukan berarti Safira memiliki payudara dan bokong yang rata,tapi memang bentuk tubuh Safira merupakan bentuk tubuh yang cukup ideal.
Karena merasa kesal dan tidak tahu harus mengatakan apa,Rena pun hanya bisa menggigit bibirnya sedikit keras seolah berusaha agar raut mukanya tidak berubah kesal.
__ADS_1
“Oh iya,aku penasaran dengan kado yang akan kamu berikan?”tanya Rena yang langsung tersenyum saat melihat Safira tidak membawa apa-apa.
“Iya nih,kok aku nggak lihat dia bawa kado sih”ungkap salah satu teman dekat Rena.
“Malu-maluin banget sih,masa ke acara pesta nggak bawa kado,ini kan bukan pesta biasa tapi pesta ulangtahun,benar kan Rena?”timpal teman Rena satunya lagi.
Tak perlu Rena ajarkan untuk berakting,
sudah pasti kedua temannya itu pandai dalam menyudutkan seseorang,contohnya Safira.
Mendengar hal itu Safira terdiam sejenak,dan saat dia hendak berbicara,tapi sebelum itu Rena sudah lebih dulu menyelanya.
“Nggak apa-apa kok,mungkin Safira lupa,kalian jangan memojokkan Safira seperti itu dong,dia kan tamu ku yang terhormat”ucap Rena terdengar membela.
“Ya ampun Ren,kamu baik banget sih.Jangan gitu dong Ren,jangan terlalu baik sama orang,nanti yang ada kamu di manfaatin”si wanita yang pertama membela Rena kembali buka suara,ia berbicara dengan sedikit keras agar orang yang menghadiri acara dapat mendengar itu.
Baru beberapa detik kemudian terdengar bisik-bisik buruk tentang Safira.
“Nggak usah datang kalau nggak niat”ucap seseorang yang terang-terangan menjelek-jelekan Safira.
Dan tentu Rena yang mendengar itu,ia tanpa sadar tersenyum,kedua temannya itu paham betul apa yang ia inginkan.Apalagi sesaat kemudian ia melihat ekspresi kesal Safira,sontak saja senyumnya semakin lebar,sampai ia harus berusaha keras agar senyumnya tidak berubah menjadi sebuah tawa.
“Sudah,berhenti!,nggak usah memojokkan Safira lagi!”ucap Rena terdengar seperti memarahi kedua temannya itu,ia seakan terlihat membela dan melindungi Safira.
Dan senyuman di wajah Rena tidak menghilang,
mungkin orang lain saat melihat senyuman Rena,
mereka berfikir jika senyuman itu adalah senyuman pengertian dan kasih sayang dari Rena.Tapi Safira merasa jika senyuman itu adalah sebuah senyuman yang mengandung ledekan dan hinaan dari Rena untuknya.
“Tapi kan-”ucap teman Rena yang satu nya lagi hendak berbicara,tapi tiba-tiba seseorang menyelanya.
“Safira bawa kado kok,kata siapa dia nggak bawa kado”sudah bisa di tebak jika suara itu berasal dari Salma.
“Nih Fi,kamu lupa bawa kado,tadi kado kamu ketinggalan di mobil aku”ucap Salma yang hendak memberikan sebuah kado miliknya pada Safira begitu ia sampai di samping Safira.Belum sempat Safira menerima kado itu dari Salma,tapi Rena dengan cepat langsung merampas kado tersebut.
__ADS_1
“Ini kado buat aku kan?,boleh aku buka langsung?”tanya Rena terdengar tidak sabaran,Rena yakin jika kado yang Safira belikan tidak layak untuk ia pakai,dia dengan optimis meyakini jika kado yang Safira berikan adalah barang murahan.
‘Setidaknya ini salah satu cara agar aku bisa mempermalukannya'pikir Rena yang langsung membuka kado itu setelah Safira mengangguk pelan.
Pada saat di buka,terpampang lah sebuah gaun yang terlihat sangat indah.Taburan manik-manik dan berlian yang sangat cantik menambah kesan glamor dan indahnya,hingga siapa saja yang melihat itu pasti akan merasa terpesona.Gaun yang berwarna biru langit dengan panjang menjuntai ke bawah,tak lupa pernak pernik itu terlihat berkilau indah saat terpapar cahaya lampu.
“Bagus banget ren”ucap teman Rena tanpa sadar.Kalau saja tidak ada banyak orang,mungkin ia dengan suka rela akan menjilat Rena agar mau memberikan gaun itu untuknya.Lebih tepatnya memuji Rena agar dapat dengan suka rela memberikan gaun itu untuknya.
‘Kenapa bisa?!’pikir Rena tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
“Ini benar-benar kado milik kamu?”akhirnya Rena mengatakan apa yang ia pikirkan.
“Kenapa ngomongnya gitu?,bukankah sudah jelas jika nama yang tercantum di dalam kado adalah atas nama Safira”ucap Salma yang langsung menjawab,ia seolah berusaha mewakili Safira yang awalnya hendak berbicara.
“Tapi-”sebelum Rena mengungkapkan keraguannya itu,kata-katanya langsung di potong oleh lawan bicaranya.
“Tapi kenapa?”tanya Salma yang langsung menyela,ia seolah ingin membongkar sifat asli Rena di depan publik.Sifat yang berpura-pura baik,walau sebenarnya sempat ada berita tidak sedap tentang Rena,tapi Rena berhasil mengelak itu dengan mudah.
“Bukan,bukan begitu.Aku hanya takjub saja.Kado yang Safira berikan sangat baik,bahkan jauh lebih baik dari apa yang aku bayangkan”sebenarnya Rena tidak percaya itu,tapi saat melihat merek butik terkenal di gaun itu,ia pun hanya bisa bungkam.
“Mohon di pakai dengan baik.Kebetulan Safira yang membeli gaun itu di toko saya,dan persediaan gaun itu cukup terbatas”ucap Salma sopan.Seakan menegaskan kepada orang-orang yang tadi memandang buruk tentang Safira,jika Safira itu bukan orang yang bisa di anggap remeh.
“Kalau begitu saya permisi dulu”ucap Salma yang langsung menarik Safira untuk pergi.Baru beberapa langkah,tiba-tiba Salma menghentikan langkahnya itu.
“Oh iya saya hampir lupa”ucap Salma yang kemudian berjalan kembali ke arah Rena yang sedang menatap ke arah dirinya dan juga Safira.
“Ini kado dari rekan saya,dia mengatakan jika dia tidak bisa hadir.Jadi saya yang mewakili dia untuk hadir”ucap Salma sopan.
Baru setelah memberikan kado itu pada Rena,Salma dan Safira benar-benar pergi menjauh dari Rena.
*****
Salma🥰🥰
Jangan lupa like dan vote nya😘
__ADS_1