
Di saat Safira sedang memperhatikan Tika memakan makanannya itu,pintu rumah tiba-tiba di ketuk dari arah luar.
Tok tok tok...
Terdengar ketukan yang cukup keras.
“Siapa kak?”tanya Rara saat Safira hendak berjalan menuju pintu.
“Emang kakak peramal gitu?,sampai bisa tebak siapa yang ada di luar rumah?”jawab Safira seolah meledek pertanyaan Rara yang menurutnya tak masuk akal.
“Dih kakak bukan itu maksud Rara”teriak Rara kesal dengan ucapan Safira,Safira mengabaikan itu,ia berjalan menuju pintu.Rara yang hendak bicara pun bungkam saat melihat kakaknya telah berjalan menjauh darinya.
Tanpa menunggu waktu lama Safira pun langsung membuka pintu.
“Arnam”ucap Safira kaget,ia tak menduga jika Arnam akan mengunjungi nya lagi.
“Hay”sapa Arnam terdengar lembut dengan diakhiri senyuman tipisnya.
“Kamu ngapain ke sini?”tanya Safira tanpa menjawab sapaan dari Arnam.Ia benar-benar tak menyangka jika Arnam akan ke sini,jika di hitung mungkin ini yang kesekian kalinya Arnam datang,dan itu sangat jarang karena Safira tidak ingin Arnam sering berkunjung.Alasannya tentu karena tidak ingin terkena gibah.
“Hanya ingin berkunjung”jawab Arnam singkat.
“Beneran cuman ingin berkunjung doang?,nggak ada maksud lain gitu?”tanya Safira memastikan.Tiba-tiba Safira sedikit berharap jika Arnam datang karena ingin bertemu dengan nya,mungkin rindu?.
“Memangnya kamu ingin aku ajak ke mana?”tanya Arnam tahu maksud Safira,tapi ia juga lebih tahu jika safira juga ingin jalan-jalan dengannya.
Sebut saja kencan!!
“Dih kok malah tanya balik sih”ucap Safira dengan sedikit mencebik tak suka.Selain berharap Arnam merindukan nya,ia ingin Arnam peka dan mengajaknya ke tempat yang bagus.Terserah kemana itu tempatnya,yang penting aman dan nyaman.
Arnam tersenyum sekilas,dengan serius ia berbicara dengan Safira,dan hanya mereka berdua yang mendengar pembicaraan itu.
Beda halnya dengan Safira dan Arnam yang sedang mengobrol.Kini Rara hanya diam mematung sambil menatap ke arah Safira dan Arnam,ia penasaran dengan obrolan kakak juga calon kakak iparnya.
Entah kenapa Rara merasa sedang di tatap,ia menoleh dan melihat Tika yang ternyata bukan menatapnya,melainkan menatap Arnam dengan tatapan kagum tanpa berkedip.
“Jangan berfikir yang aneh-aneh ya,kak Arnam itu milik kak Safira!,karena sebentar lagi mereka mau menikah”Terdengar nada sinis penuh ancaman Rara yang berhasil menyadarkan Tika.
“Oh”jawab Tika santai,ia tak peduli dengan tatapan permusuhan Rara,membuat Rara mendengus tak suka karena hal itu.
‘Tampan sih,tapi sayang sudah ada yang punya,apalagi dia adalah calon suami kak Safira.Tapi tampan juga ya calon kakak Safira itu,beruntung banget sih kak Safira bisa dapat suami seperti itu,Coba kalau aku yang dapatkan dia’.batinTika.Ia tengah berandai-andai.
__ADS_1
Tika pun kembali melanjutkan acara makanannya itu dengan gerakan yang santai.
“Ra,kakak keluar dulu sebentar”pamit Safira ke arah Rara.
Rara yang awalnya sedang menatap ke arah Tika,ia pun menoleh dan melihat ke arah Safira.
“Mau kemana kak,masa Rara sendiri di sini”terdengar ucapan Rara dengan nada keberatan.Ia tidak suka di tinggal sendirian di rumah,apalagi jika bersama Tika.
“Sebentar ra,kakak nggak akan lama kok”jawab Safira cepat,ia tidak ingin di bantah.
“Dan untuk Tika,kamu baik-baik ya di rumah,kamu bisa minta tolong pada Rara jika ada kesulitan.Tapi ingat,jangan berlebihan!”lanjut Safira yang secara tak langsung mengancam Tika agar tidak berperilaku seenaknya pada Rara.
“Iya kakak”jawab Tika dengan tersenyum walau terpaksa.
“Kak...”ucap Rara yang hendak protes,tapi terhenti saat melihat jika Safira telah berjalan menjauh meninggalkan rumah.
“Kamu tenang aja,aku nggak akan perlakuan kamu buruk kok.Itu sesuai dengan keinginan kak Safira”ucap Tika yang bangkit dari duduknya.Ia pun berjalan melewati Rara dengan mangkuk dan piring beserta gelas kotor di tangannya,hendak mencucinya sendiri.
Sedangkan Rara yang melihat itu,ia hanya diam mematung,tak tahu harus merespon seperti apa.Secepat itu Tika mematuhi kakaknya?,kalau tahu begitu kenapa ia tidak langsung mengadu ke kakaknya saja agar Tika tidak berani macam-macam dengan nya.
‘Tapi kok bisa sih dia langsung patuh dengan ucapan kak Safira begitu aja?’pikir Rara seakan tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.Karena saat itu Rara tak tahu alasan Safira di hukum untuk tidak keluar rumah selama seminggu,itu karena Safira tak mengatakan nya pada Rara,jika ia di hukum atas rasa tak terimanya karena sang adik terluka cukup parah.
...*****...
“Ada apa?,ada sesuatu yang ingin kamu katakan??”tanya Safira memulai pembicaraan.
Dengan tampang serius Arnam menatap ke arah Safira.Ia diam mematung untuk sejenak tanpa mengatakan apapun.
“Kenapa?”tanya Safira heran juga malu,Arnam menatapnya terlalu intens.
“Kamu cantik”puji Arnam.
Safira sebenarnya agak malu dan salting saat mendengar itu,tapi bukan Safira jika tak bisa bersikap layaknya tak terpengaruh dengan ucapan Arnam.
“Iya aku tahu,dari dulu kan aku cantik”jawab Safira acuh.
Tersenyum tipis saat mendengar itu,rasanya Arnam gemas sendiri dengan sifat gengsi Safira,tapi Arnam hanya mengacak-acak rambut Safira pelan
“Sebentar”ucap Arnam yang langsung berbalik membelakangi Safira.
Safira yang melihat itu,ia merasa penasaran saat tanpa sengaja ia melihat Arnam sedang mengutak-atik handphone miliknya.
__ADS_1
‘Kenapa sih?,ada apa?.Kenapa aku nggak bisa lihat apa yang dilakukan Arnam saat ini?’pikir Safira merasa sedikit kesal saat ingin mengintip apa yang sedang Arnam lakukan dengan handphonenya,tapi tidak bisa karena Arnam langsung menghalanginya.
‘Dasar!’ batin Safira sedikit mengumpat.
Tak lama setelah itu,Arnam pun berbalik dan menatap kearah Safira.“Aku ingin kamu berjanji agar tidak akan meninggalkan aku apapun yang terjadi”ucap Arnam tiba-tiba dengan wajah seriusnya itu.
Safira sedikit mengangkat sebelah alisnya seakan heran dengan ucapan Arnam tadi.
Tapi setelah cukup lama diam.Akhirnya Safira berfikir jika maksud dari ucapan Arnam tadi adalah agar ia tidak meninggalkan Arnam apapun yang terjadi,seperti dalam keadaan susah dan kesulitan.
Safira juga berfikir,mungkin Arnam ingin merekamnya agar ia bisa mendengarkan janjinya secara berulang-ulang.
“Oke!,aku janji nggak akan pernah ninggalin kamu,apalagi minta cerai dari kamu.Asalkan,kamu nggak minta pisah dari aku”ucap Safira bersungguh-sungguh,setidaknya Safira hanya minta agar Arnam setia dan tidak mengkhianatinya.Itu yang ia inginkan,dan tentang bagaimana kondisi Arnam nanti,Safira akan tetap berada di sampingnya,
menjadi penguat dan pendukung terbaik Arnam.Itu janji Safira di hatinya!!!.
Entah kenapa Safira yakin jika Arnam adalah laki-laki yang tepat baginya.Dan bagi Safira,ia ingin menikah sekali untuk seumur hidup.
Arnam tersenyum puas mendengar hal itu.
“Ingat dengan apa yang kamu katakan Safira!,karena apapun yang terjadi,aku nggak akan menceraikan kamu!!”tegas Arnam yakin dengan wajah yang terlihat serius.
Safira yang mendengar itu,ia langsung tertawa dengan lumayan keras.Seakan itu kata-kata yang lucu untuknya,memikirkan akan meninggalkan Arnam saja Safira tidak pernah,apalagi jika sampai ia meninggalkan Arnam,itu benar-benar tidak pernah Safira pikirkan!!.
“Ha...ha..,kamu apaan sih,kok suasananya jadi serius kayak gini.Cari tempat makan yuk,kebetulan udah siang,aku lapar nih”ajak Safira,berusaha mengalihkan topik.
‘Nggak apa-apalah cari makan dulu,toh setelah ini langsung pulang.Dan untuk Rara,biarkan dia sama Tika dulu,karena aku yakin Tika nggak akan berbuat macam-macam pada Rara’pikir Safira yang merasa yakin.
Dan karena Arnam dan Safira tadi lumayan lama mengobrol,di tambah dengan perjalanan dari rumah Safira menuju taman itu cukup lama,hingga tak terasa waktu sudah sangat siang.Tapi beruntungnya banyak pohon rimbun,hingga cuaca masih terasa sejuk walau siang hari.
“Oke kita cari tempat makan”Arnam langsung menyetujui itu,ia langsung bangkit dari kursi.
Setelah Arnam mengutak-atik handphone nya sebentar,ia masukan ponselnya ke dalam celana panjang miliknya.
Walau sebenarnya Safira agak bingung dan ingin bertanya tentang Arnam yang merekam ucapannya itu,tapi ia pun hanya bungkam.
*****
Emmm... Kira-kira apa maksud Arnam itu?
Ada yang bisa nebak?
__ADS_1
Jangan lupa like,vote nya,kalau mau kasih hadiah boleh bgt malahan😘😘