AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!

AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!
Dokter pribadi


__ADS_3

Safira yang mendengar pertanyaan Arnam hanya acuh.


“Memangnya apa salahnya jika seorang anak khawatir pada ayahnya”jawab Safira cuek.


“Tidak masalah jika kamu khawatir pada ayah kamu.Tapi setidaknya jangan berfikir buruk kepada suami kamu,sebelum kamu melihatnya secara langsung”.Arnam yang hendak mengusap kepala Safira,tapi sebelum itu Safira langsung menghindar.


“Kalau begitu Rara ke kamar dulu ya kak” Rara hendak pamit,lagipula ia merasa tidak enak jika menjadi nyamuk di antara Arnam dan Safira.


“Memangnya ibu kemana?,kenapa dari tadi kakak tidak melihatnya?”tanya Safira pada adiknya.


“Ibu sedang keluar,mungkin nanti juga pulang”jawab Rara yang langsung pergi menuju kamarnya setelah mengatakan itu.


Safira yang melihat itu hanya diam,ia pun kembali menatap ke arah Arnam.“Kamu bisa langsung pulang,aku akan menginap selama beberapa hari di sini”


Helaan nafas panjang keluar dari mulut Arnam saat mendengar ucapan Safira yang seolah mengusir nya itu“Baiklah,nanti akan ada seorang dokter yang menemani kamu di sini”Arnam sudah memanggil dokter pribadi Safira untuk memantau dan memperhatikan Safira.


“Tidak perlu,aku hanya ingin di sini bersama keluarga ku”jawab Safira langsung.Ia tidak ingin ruang gerak nya terbatas karena dokter pribadi yang Arnam utus itu.


“Jika kamu tidak mau,maka kamu tidak perlu menginap di sini”ancam Arnam mutlak.


“Baiklah”Safira menjawab dengan nada kesalnya


Tanpa aba-aba,Arnam langsung mengusap rambut Safira dan memeluknya erat.“Jika kamu marah,tolong lampiaskan amarah kamu padaku,dan jangan pada bayi kita”


“Lagipula se-benci apapun aku pada kamu,mana mungkin aku tega menyakiti anakku sendiri”jawab Safira merasa sedikit tersinggung.


“Bagus”ucap Arnam yang merasa puas akan jawaban Safira.


“Aku pasti akan selalu merindukan kamu”lanjut Arnam yang langsung melepaskan pelukannya setelah mengatakan itu.Saat melihat Arnam berjalan keluar dari rumah,Safira hanya diam dengan sedikit melamun.


Tak lama setelah kepergian Arnam,Rina datang,tapi Safira masih melamun,hingga ia tak sadar dengan kedatangan ibunya itu.


“Nak,kamu ada di sini?”tanya Rina terlihat senang melihat anaknya.


Rina baru saja keluar berbelanja membeli keperluan bulanan.


“Nak,ada apa?,kenapa hanya diam?”tanya Rina khawatir saat melihat anaknya tidak menjawab pertanyaan nya.

__ADS_1


“Safira”panggil Rina untuk kesekian kalinya,ia menepuk bahu anaknya karena Safira tidak merespon panggilan nya itu.


“Eh iya?”jawab Safira yang refleks langsung menoleh ke arah Ibunya.


“Oh ibu sudah pulang?,ibu baru pergi ke mana?”tanya Safira begitu tersadar dari lamunannya itu.


“Ibu ada urusan sebentar,dari kapan kamu ada di sini?”


“Sudah lumayan lama bu”jawab Safira langsung,yang hanya di angguki tanda mengerti dari Rina.


...*****...


Keesokan harinya.


Seperti yang di katakan oleh Arnam,ia benar-benar membawakan dokter pribadi untuk Safira.Dan kini Safira yang sedang makan,ia merasa kesal karena dokter itu selalu protes tentang makanan dan minuman yang akan masuk dalam tubuhnya.


Membuat Safira mendengus beberapa kali karena tak suka akan hal itu.


“Lebih baik anda tidak memakan makanan yang terlalu pedas,itu bisa membuat anda diare”Dokter itu terlihat sangat memperhatikan pola makan Safira.Ia terus saja berbicara dan memberitahu Safira apa saja yang boleh di makan dan apa saja yang tidak boleh di makan.


‘Sial,lebih baik aku mengalah karena ini demi kebaikan anakku’pikir Safira yang sadar jika ia tidak sedang ngidam makan sambal,jadi lebih memilih untuk mematuhi saran dokter.


Rara yang diam-diam memperhatikan itu,entah kenapa ia merasa lucu akan sikap kakaknya yang terlihat kesal dan terpaksa menuruti saran dari dokter.Sedangkan Rina dan Hadi yang melihat hal itu,mereka tentu merasa sedikit senang,karena setidaknya Arnam tetap memperhatikan Safira melalui dokter pribadi yang ia kirim.


Saat Safira hendak mengambil air dingin,tiba-tiba dokter itu kembali mencegahnya.“Jangan sering memakan air es nyonya,itu tidak baik untuk kesehatan anda dan bayi anda”ucap dokter itu sopan.


Dengan kesal,akhirnya Safira pun meletakan air dingin itu dan mengambil air biasa untuk ia minum.


‘Sial!,kapan sih dokter ini pergi atau istirahat?!.Hampir dua puluh empat jam dia selalu mendampingi ku,kalau begini terus aku merasa bisa sumpek’pikir Safira yang terlihat tidak nyaman bersama dokter itu karena terlalu overprotektif padanya.


Di saat Safira telah istirahat maka dokter itu akan istirahat,jadi setiap Safira istirahat atau makan itu pasti sesuai jadwal,kadang dokter itu menawarkan Safira untuk jalan-jalan,tapi Safira menolak itu karena merasa enggan jika terus di buntuti.


Rara yang melihat hal itu,diam-diam ia berusaha menahan tawanya.Entah kenapa Rara merasa senang,baru kali ini Rara melihat Safira di perlakukan layaknya seorang adik yang di lindungi,biasanya kan dia yang sering di perlakukan seperti itu oleh kakaknya!.


“Sudahlah kak,nikmati saja masa kehamilan kakak.Kapan lagi kan di perhatikan kayak gitu,sampai punya dokter pribadi segala lagi”ucap Rara yang terdengar seperti ledekan di telinga Safira.


Tatapan tak suka Safira tunjukkan ke arah adiknya.

__ADS_1


“Jangan bahagia di atas penderita orang lain,kamu juga akan merasa kan hal yang sama seperti kakak”Safira merasa kesal dan menjawab gerutuan.


“Siapa yang bahagia di atas penderita orang lain?,kakak kan di perlakukan seperti itu karena momen kehamilan kakak,dan itu bukan hal yang menderita.Lagipula jika nanti aku sudah menikah dan hamil,aku mana mau sewa dokter pribadi seperti itu”balas Rara santai.


“Sialan!”umpat Safira pelan takut ibu dan ayahnya mendengar itu.


...*****...


Keesokan harinya.


Saat ini,Safira yang telah rapi dengan pakaiannya itu,ia terlihat hendak keluar dari rumah.


“Nyonya anda hendak ke mana?”tanya sang dokter saat melihat Safira keluar.


“Saya hendak keluar sebentar,ada sesuatu hal yang harus saya urus”jawab Safira.


“Kalau begitu mohon tunggu sebentar,saya hendak siap-siap untuk menyiapkan keperluan anda”ungkap dokter cantik itu,ia meminta Safira untuk menunggu nya karena ia akan ikut dengan Safira.


Safira yang mendengar hal itu,ia tiba-tiba merasa lemas.Padahal tujuannya keluar adalah untuk mengindari dokter itu,ia ingin hidup bebas seperti biasa,lagipula ia juga merasa sumpek jika terus di ikuti,walau sebenarnya ia juga tahu itu semua demi kebaikannya.


“Tunggu!”ucapan Safira yang langsung mendapat tatapan penasaran dari si dokter pribadinya.


“Nggak perlu,lebih baik kita langsung berangkat”dengan sedikit terpaksa Safira pun mengizinkan dokter itu ikut.Ia tidak tahu harus beralasan seperti apa agar si dokter itu tidak mengikutinya.


“Tidak bisa nyonya.Jika ada sesuatu hal yang tak terduga terjadi,maka saya yang akan kena amuk tuan”jelas dokter itu sopan.Ia terus saja berusaha untuk mengingat-ingat dan memasukan segala keperluan Safira ke dalam sebuah tas berukuran sedang.


‘Ya ampunnn,ini kan cuman keluar dekat rumah,kenapa harus seribet ini sih’pikir Safira mengeluh dan hanya bisa menggerutu di dalam hati.


Melihat si dokter itu mondar-mandir dan memasukan cukup banyak keperluan yang menurut Safira itu berlebihan,Safira yang merasa pusing dengan tingkah di dokter yang sibuk mondar-mandir,ia akhirnya langsung buka suara.


“Kalau begitu tidak usah keluar.Tiba-tiba aku ingin ke kamar mandi”ucap Safira cepat.


“Anda bisa ke kamar mandi lebih dulu,karena saya akan menunggu anda sambil menyiapkan keperluan anda”ucap dokter itu dengan sopan nya,masih dengan wajah yang tidak peka nya,ia tidak sadar jika Safira sedang kesal saat ini.


“Tidak perlu!,saya tiba-tiba merasa capek kalau harus keluar”jawab Safira lagi,kini dengan nada kesalnya.


Dan dokter itu akhirnya bungkam,karena tidak berani berkata lagi.Mungkin ia terkesan overprotektif,karena ini pengalaman pertamanya menjadi dokter pribadi,ia terpilih karena kinerjanya yang sangat baik.Jadi jangan salah jika ia masih terlihat sedikit kaku,apalagi ia terlihat sangat khawatir dan perhatian pada Safira.

__ADS_1


__ADS_2