
Hari ini Arnam dan Safira sedang sarapan di ruang makan.Seperti biasa mereka hanya sarapan berdua saja.
“Sepi sekali ya kita sarapan cuman berdua aja”ucap Safira dengan nada sedihnya.
Arnam yang mendengar itu langsung menoleh dan menatap ke arah Safira.Ia tahu saat ini Safira masih belum terbiasa hanya makan berdua dengannya,
karena jika Safira hanya makan dengannya saja,itu akan mengingatkan nya tentang kebiasaan makan bersama dengan keluarganya.
“Kalau kamu merasa suasana ini terasa sangat sepi,bagaimana kalau kita memiliki anak.Mungkin sepuluh anak lebih baik”ucap Arnam terdengar santai di telinga Safira.
“Sepuluh anak kamu bilang?,memangnya aku ini apa?,dikira kucing kali ya yang bisa melahirkan banyak anak.Kalau kayak gitu kamu aja yang ngelahirin”ucap Safira langsung menggerutu.
Arnam hanya terkekeh lucu,ia memang berniat untuk membuat Safira marah,dengan begitu rasa sedihnya pasti akan sedikit berkurang.
“Nggak usah ketawa segala,nggak ada yang lucu tahu”ucap Safira langsung mencebik tak suka.
“Ya aku kira kamu akan senang jika memiliki banyak anak”ucap Arnam yang sebenarnya tidak ingin Safira memiliki banyak anak,ia khawatir jika Safira akan merasa repot dan kelelahan.
Mungkin satu atau dua sudah cukup bagi Arnam.
“Memangnya kamu mampu membiayai banyak anak-anak kita nanti.Biaya sehari-hari,biaya untuk jajan,belum lagi kalau mereka sekolah pasti butuh biaya banyak”ucap Safira dengan nada sarkasnya.
Safira berkata seperti itu karena ia berpikir jika Arnam benar-benar seorang pegawai biasa,dan itu akan membuat mereka kesulitan dalam membiayai hidup jika nanti mereka memiliki banyak anak.
“Berarti kamu setuju dengan apa yang aku katakan tadi?,kamu ingin kita memiliki banyak anak bukan?”ucap Arnam memastikan.
“Ya nggak lah,dua anak saja,itu sudah cukup”ucap Safira dengan nada yang terdengar sedikit kesal.
‘Itu sih nama nya suami puas istri tewas’pikir Safira langsung mendengus.
Arnam yang melihat Safira ternyata benar-benar kesal padanya,ia pun diam dan melanjutkan makannya.
“Aku sudah selesai makannya,aku ke kamar duluan”
ucap Safira saat acara makannya telah selesai.
Arnam yang mendengar itu hanya mengangguk tanda mengerti.Sikap nya kini bisa dikatakan layaknya suami yang takut dengan kemarahan sang istri,niat awal kan cuman becanda,tapi malah terancam tidur di luar.
Tidur di luar? Big no!,Arnam tidak menginginkan hal itu.
...*****...
* Di kamar.
Safira yang telah memasuki kamarnya itu,ia pun langsung duduk di sisi ranjang.Tiba-tiba saat ia baru saja duduk,handphone miliknya itu berbunyi.
Triling.. triling... triling.
__ADS_1
Safira yang melihat itu,ia pun langsung mengambil handphone miliknya yang ada di atas nakas.
Melihat siapa orang yang meneleponnya,ia pun langsung mengangkat nya.“Hallo sal,ada apa nelepon?”tanya Safira
“Fi,kamu mau ikut gak?.Hari ini aku akan hadir di acara reunian bareng teman-teman SMA kita.
Itung-itung mengenang saat masa SMA kita bareng teman-teman”ucap Salma dengan nada semangat miliknya.
“Kapan?,kok aku nggak tahu sih?”tanya Safira penasaran.
“Acara ini sebenarnya sudah direncanakan tiga hari yang lalu,dan aku baru ingat sekarang.Mungkin acara reunian itu diadakan sekarang,tapi tempat dan kapan waktunya aku juga nggak tahu dengan jelas,nanti aku tanya sama teman yang lain deh,dan kalau aku sudah tahu,aku kirim alamat dan waktunya lewat pesan aja”ucap Salma panjang lebar.Merasa bersalah karena melupakan hal sepenting itu,tapi jika tidak mengatakan itu pada Safira,ia khawatir Safira akan merasa kecewa padanya.
“Oke,kalau begitu aku tutup teleponnya dulu”jawab Safira yang langsung mematikan sambungan telepon nya.
Tiba-tiba pesan muncul,dan itu dari Salma yang mengatakan jika ia tidak bisa membawa pasangan apapun alasannya itu,melihat itu Safira pun hanya menghela nafas.
Dan saat Safira telah selesai menelepon,Arnam pun masuk ke dalam kamarnya.“Kamu habis telepon siapa?”tanya Arnam saat melihat Safira sedang melihat ponselnya.
“Oh ini,Salma telepon,katanya hari ini akan diadakan acara reunian bareng teman-teman SMA dulu.Aku boleh ikut kan?”ucap Safira diakhiri sebuah pertanyaan,seolah meminta izin pada Arnam.
Arnam yang mendengar itu,ia pun hanya diam.
Arnam tahu jika Safira dan Salma itu sekelas dan satu sekolah bareng pada saat dulu,makanya persahabatan mereka itu terlihat semakin erat karena telah mengenal lama.
“Bolehkan sa..yang”ucap Safira yang merasa sedikit kaku dengan kata-kata nya itu.Tak apa-apa lah,demi bisa mendapatkan izin ia berusaha merayu dengan panggilan sayang' itu.Lagipula ini acara reuni yang pertama ia hadiri,mana mungkin ia bisa tak ikut kan?
“Kamu pasti tadi udah dengar,jangan pura-pura nggak dengar deh”ucap Safira yang berkata dengan sedikit kesal,dan wajahnya kini terasa panas karena malu.
“Coba ulangi lagi,aku ingin dengar.Sekali aja!”ucap Arnam yang terdengar sedikit merayu di telinga Safira.
“Sa..sayang”ucap Safira dengan nada kaku dan sedikit jengkel.Safira sedikit terpaksa harus mengatakan itu,karena jika tidak maka Safira tahu Arnam tidak akan mengizinkan nya untuk pergi
‘Kalau bukan karena ingin pergi sama Salma ke acara itu,aku mana berani untuk mengatakan ini’pikir Safira dengan kepala tertunduk karena malu dan belum terbiasa dengan panggilan itu.
Mereka pacaran secara resmi tidak lama dan langsung menikah.Jadi masih sedikit canggung karena meski Arnam berusaha mendekati nya,tapi selama ini Safira selalu menjaga jarak dengan laki-laki.
“Oke aku izinkan”ucap Arnam dengan sedikit tidak rela.Safira yang mendengar itu pun langsung tersenyum kecil karena senang.
“Terima kasih”ucap Safira pada Arnam.
“Kata sayangnya mana?”ucap Arnam yang langsung membuat Safira mendengus tak suka karena malu.
“Jangan harap,aku kan sudah mengatakan itu tadi,jadi jangan coba-coba untuk tarik kata-kata kamu tadi.Ya sudah aku mau mandi dulu,nanti kalau ada pesan masuk,kamu langsung kabari aku”ucap Safira yang langsung mengambil pakaian ganti di lemari,lalu setelah itu ia pun keluar dari kamar.
Ting
Tiba-tiba sebuah pesan masuk dari ponsel Safira saat Safira telah keluar.Arnam yang mendengar itu langsung mengambil ponsel Safira.
__ADS_1
Dan pada saat Arnam hendak melangkah dan memberi tahu hal itu pada Safira,secara tiba-tiba langkah Arnam terhenti.Ia melihat pesan yang di baca Safira tadi yang mengatakan jika tidak diizinkan membawa pasangan.
Arnam pun menjadi berfikir sejenak,ia berfikir jika Safira ikut acara reuni itu,otomatis teman laki-laki pada masa SMAnya Safira dulu itu pasti ikut,dan Arnam tidak bisa hanya diam saja membiarkan mereka yang mungkin saja akan berusaha mendekati Safiranya.Arnam ingin ikut dengan Safira untuk menghadiri acara itu!,tapi saat ia tahu ia tak bisa ikut bersama Safira karena itu acara khusus teman-teman SMA Safira.Arnam rasanya langsung berubah pikiran.
Dan tanpa di duga Arnam berbalik menuju lemari pakaian miliknya,ia menyimpan ponsel itu di sebuah kotak yang ia simpan di dalam lemari.
“Aku bukan bermaksud melarang kamu untuk pergi,tapi aku benar-benar tak bisa hanya diam membiarkan kamu pergi sendirian tanpa aku”ucap Arnam dengan nada tak suka saat mengingat jika Salma pernah cerita padanya kalau Safira merupakan salah satu idola bagi laki-laki di tempatnya sekolah.
Memikirkan itu saja sudah membuat Arnam kesal,apalagi jika ia harus membiarkan Safira pergi,bisa-bisa ia akan mengamuk.
Lalu Arnam pun kembali duduk di sisi ranjang,dan tak lama Safira pun datang.Safira terlihat mondar-mandir saat melihat ponselnya tak ada.
“Kamu lihat ponsel aku?”tanya Safira pada Arnam.
“Bukannya kamu yang taruh”ucap Arnam dengan wajah terlihat biasa saja.
“Issh,tadi aku taruh di sini,tapi kok nggak ada”ucap Safira sambil terus mencari ponsel miliknya.
“Ayo dong bantu cari?,kenapa diam saja sih”ucap Safira yang mulai kesal.Arnam akhirnya berpura-
pura ikut mencari ponsel Safira.
Memang bukan sifat Arnam untuk melakukan hal konyol itu,tapi jika itu berhubungan dengan Safira,ia pasti akan melakukan hal itu.
“Aku ingin bertanya,jika aku ikut dengan kamu ke acara reuni itu,apakah bisa?”tanya Arnam yang ingin memastikan lagi.
“Tidak bisa,ini pertemuan khusus SMA kami antar teman sekelas,dan karena itu sudah diatur oleh ketua kelas kami dulu,maka kami tidak bisa menolak peraturan itu”ucap Safira yang tak mengerti dengan aturan ketua kelas SMA-nya dulu,yang melarang agar dirinya dan teman-temannya yang lain untuk tidak membawa pasangan.
“Oh”jawab Arnam singkat.
...*****...
Waktu berlalu begitu cepat,hingga malam hari Safira masih tak menemukan ponselnya.
“Sudahlah tidur saja,besok kita cari lagi”ucap Arnam yang tidak tega melihat Safira kelelahan.Tanpa menjawab,Safira pun memilih untuk ke kasur dan membaringkan tubuh nya.
Arnam yang melihat Safira telah tidur,ia pun langsung mengambil ponsel Safira di lemari tadi dengan hati-hati.Setelah itu Arnam meletakkan ponsel itu di tempat semula.Lalu ia pun tidur di samping Safira.
“Selamat tidur sayang,maaf sudah membuat kamu kelelahan.Semoga mimpi indah,jangan lupa harus ada aku di mimpi kamu itu!”ucap Arnam pelan.
“Cup cup”Arnam mengecup pucuk kepala dan bibir Safira dengan lembut
Sesudah melakukan rutinitas nya,Arnam pun menyelimuti dirinya dan Safira.Dan tak lama ia pun tertidur dengan memeluk Safira yang membelakanginya.
*****
Ya ampun si mas pakai di sembunyikan segala🤭🤣🤣
__ADS_1