
Beberapa hari kemudian.
Safira kembali bekerja,setelah ia cuti secara tiba-tiba.
“Safira”panggil Farrel dari arah belakang.
Safira yang awalnya ingin masuk ke dalam ruangannya,ia yang sedang membawa dokumennya itu,langsung menghentikan langkahnya.
“Iya tuan?”tanya Safira begitu berbalik.Tidak bisa di elak,Safira merasa lelah dan tidak tahu harus bagaimana,hingga tanpa sadar wajah yang terlihat sedikit lesu ia tunjukkan.
“Ada apa?”tanya Farrel saat melihat raut wajah Safira yang seolah kurang tidur.Ia tidak berfikir jika raut lesu juga ada karena nya.
Mendengar itu,Safira langsung merubah raut wajah nya agar terlihat normal.Ia lupa,ia sekarang sedang berada di kantor.Meski ia sedang banyak pikiran karena kurang tidur,tapi ia tetap harus bersikap profesional.
“Tidak ada tuan”jawab Safira dengan sedikit senyuman yang terlihat kentara di paksakan.Dan Farrel tahu itu.
“Oh iya,ayah memanggil kamu untuk ke ruangan
nya”Tanpa peduli keberatan Safira,Farrel berkata seperti biasa.
“Kalau begitu saya akan ke sana,permisi”pamit
Safira yang langsung berbalik dan meninggalkan Farrel yang hanya diam.
Melihat kepergian Safira,Farrel pun hanya diam mematung,tatapannya saat menatap Safira seakan penuh dengan perasaan.
Awalnya tatapan itu penuh dengan rasa marah,tapi detik berikutnya tatapan itu berubah,dengan pandangan mata yang berbinar penuh perasaan.
...****...
Sesampainya Safira di ruangan Bram.Ia hanya diam, menunggu apa yang akan Bram katakan.
“Safira”ucap Bram yang kini mengalihkan pandangannya dari dokumen,dan beralih menatap
__ADS_1
ke arah Safira.
“Saya tahu,saya salah tuan”Safira yang seakan tahu apa yang akan dikatakan oleh Bram,ia berkata lebih dulu.Seperti yang Safira tahu jika perusahaan tempatnya bekerja sangat disiplin akan waktu,ia bahkan harus menunggu keputusan dari atasan jika ingin cuti.Dan meskipun Farrel hampir memegang penuh kendali perusahaan,tapi posisi tertinggi masih di pegang oleh Bram.
“Bagus! jika kamu tahu akan kesalahan kamu.Untuk saat ini,akan saya maafkan kamu,karena saya tidak ingin kehilangan pegawai terbaik saya,tapi ingat!,tidak untuk lain kali”peringatan Bram yang entah mengapa membuat Safira sedikit terkejut.
“Terima kasih”jawab Safira yang tidak tahu harus berkata seperti apa.Ia awalnya berfikir,jika mungkin ia akan di berikan sanksi walau tidak di pecat,tapi entah kenapa Bram tidak marah padanya sama sekali.Walau Safira merasa sedikit aneh,tapi ia tidak ingin berfikir terlalu banyak,karena beberapa hari ini, beban pikiran nya seakan penuh.
“Kamu bisa kembali bekerja!”usir Bram melambaikan tangannya.
“Baik,kalau begitu saya permisi ”Safira bangkit dan langsung keluar dari ruangan Bram.
Di tengah jalan menuju ruangannya,langkah Safira terhenti,ia di cegah oleh seorang pegawai bernama Laras.
“Kak,kakak nggak apa-apa?”tanya Laras yang merupakan pegawai yang cukup dekat dengan Safira.
“Ya,aku tidak apa-apa.Bagaimana keadaan kamu selama aku nggak ada di sini?”tanya Safira pada Laras yang ia anggap sebagai adiknya.
Laras juga paling dekat dengannya,hingga ia menganggap Laras seperti adiknya sendiri.
Mengingat Laras yang baik,Safira jadi teringat dengan Raisa,teman semasa di perusahaan Reno.
Raisa bahkan Safira anggap teman terdekat
nya,walau hanya dekat dalam waktu yang singkat,
karena tidak sampai setahun Safira berhenti bekerja.
“Aku baik kak,kakak kemana aja cuti dua hari ini,terus kenapa bisa mendadak,aku kan jadi sedikit khawatir”cemas Laras dengan beruntun.
“Syukurlah kalau kamu baik,aku hanya khawatir,jika para pegawai lain akan Membuly kamu lagi”ucap Safira mengutarakan kekhawatiran nya itu.Ia takut jika Laras akan di buly oleh pegawai lain yang tidak suka dengan kedekatan Laras dengan dirinya.
Setidaknya,jika ada dirinya pegawai itu tidak berani macam-macam dengan Laras.
__ADS_1
“Aku baik kok kak,jangan khawatir”Laras tersenyum,seolah berusaha menenangkan Safira.
“Padahal sudah aku katakan untuk jauhi aku,tapi kamu tidak mendengar juga”ungkap Safira,ia tidak ingin orang lain terkena masalah karena nya.
Laras hanya tersenyum seperti biasa,seolah menjawab jika itu sudah keputusannya.“Tapi kakak nggak di pecat kan?,atau kakak di beri sanksi?”tanya Laras berusaha mengalihkan topik.
“Nggak,aku hanya di suruh ke ruangannya saja”ucap Safira menjawab dengan tenang.
“Aneh ya kak,biasanya pegawai lain akan di hukum.Jika tidak di pecat,pasti akan di berikan sanksi,kakak kan tahu bagaimana disiplinnya perusahaan ini,bahkan tidak ada toleran sama sekali.Ingat tidak kak,waktu itu kan ada seorang pegawai yang di pecat tiba-tiba,hanya karena ia terlambat 5 menit saat meeting.Padahal ia adalah pegawai yang rajin dan tidak pernah terlambat,
izin tidak masuk kerja pun tidak pernah,ia selalu berangkat kecuali hari libur.Tapi hanya karena kesalahan itu ia langsung di pecat”Laras mengingat kan Safira pada kejadian seminggu yang lalu.Dan berita itu sampai,hampir ke seluruh pegawai.
“Iya juga,aku sedikit heran,kenapa aku nggak di beri sanksi sama sekali?.Padahal aku minta cuti secara tiba-tiba”Heran Safira yang kembali teringat akan kecurigaannya itu.
“Mungkin karena kakak merupakan pegawai terbaik, hingga tuan Bram nggak rela kehilangan pegawai seperti kakak”ucap Laras sedikit berfikir.
“Tapi setidaknya ada sanksi kan,apalagi kakak cuti di saat perusahaan yang sedang sibuk-sibuknya”Safira lagi-lagi mengungkapkan kebingungannya itu.
“Sudahlah kak,yang penting kakak nggak di pecat,lebih lagi nggak di beri sanksi”Ucap Laras langsung di jawab anggukan oleh Safira.
“Padahal,kakak udah siap jika di beri hukuman atau di pecat”Safira yang memang tahu resiko apa yang akan ia tanggung,saat akan meminta cuti secara tiba-tiba,oleh karena itu,ia hanya bisa pasrah akan resikonya itu,tapi sepertinya memang tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
“Memang kakak siap di pecat?”tanya Laras yang tidak suka dengan ucapan Safira itu.
“Nggak sih,tapi ya..pada saat itu kakak nggak ada pilihan lagi”terdengar dengusan kesal dari Laras karena kalimat pasrah Safira.
“Jangan sampai ya kak,awas kalau sampai di pecat.Kakak kan tahu jika aku hanya punya kakak sebagai teman aku di kantor”Laras terdengar berbicara sedikit mengancam,tapi hal itu justru terdengar lucu di telinga Safira.
*****
Jika berkenan jangan lupa tinggalkan like setiap selesai membaca❤️.
Terima kasih telah membaca😘
__ADS_1