Anak Tak Diakui.

Anak Tak Diakui.
NAVITA MARAH


__ADS_3

Navita yang mendapatkan kabar bahwa kedua anak nya masuk penjara langsung bergegas ke kantor polisi. Dia lupa akan niat untuk menjenguk Haris, yang saat ini ada di kepala dan otaknya hanya kedua anak nya. Kenapa mereka bisa melakukan hubungan menjijikkan itu?.


Navita mengendarai mobil nya dengan kecepatan lumayan. Setelah beberapa menit kemudian, dia sampai di depan kantor polisi.


Dengan buru buru Navita keluar untuk menemui kedua anak nya.


Sesampainya di dalam.


"Pak saya mau bertemu dengan anak saya, David Anderson." ucap Navita.


"Oh Nyonya Anderson. Mari nyonya saya akan mengantarkan anda." ucap petugas polisi.


Polisi itu pun membawa Navita untuk menemui David dan Amira.


Sesampainya di depan mereka.


"Saya tinggal ya Nyonya, silahkan anda berbicara dengan anak anda." ucap Polisi itu pergi !meninggalkan Navita.


Setelah polisi itu pergi, Navita menatap David dengan tajam.


Plaaak..


Satu tamparan mendarat di pipi David. David yang merasakan tamparan itu pipinya terasa kebas.


"Dasar anak biadab. Apa yang kau lakukan pada adik mu? Kenapa kau bisa melakukan hal menjijikkan itu? Apakah di luar sana tidak ada wanita lagi, sampai sampai kau melakukan hal menjijikkan itu pada adik mu?" ucap Navita emosi.


David hanya diam tidak ingin menjawab. Jika menjawab pun tidak akan berguna, karena ia tahu ia salah.


"Kenapa kau melakukan itu Vid? Jawab Mama." bentak Navita.


"David tidak ingin menjawab." ucap David datar


"Kau..." geram Navita


"Mama kecewa dengan mu, bagaimana kau bisa menghancurkan adik mu seperti itu? Dan kau....Kau membuat Mama malu." ucap Navita


"David tidak menghancurkan Amira Ma. Kita sama sama mau dan sama sama mencintai." ucap David karena tidak ingin hanya dirinya yang di salahkan.


"Apa!!! Mencintai? Apa kau gila? Kau mencintai adik mu sendiri, kau sungguh tidak waras Vid." ucap Navita marah


"Ya, David memang tidak waras." ucap David.


"Mama benci kamu, Mama benci kamu." pukul Navita di dada David. David hanya diam, tangan nya mencoba menahan tangan Navita yang memukul nya.


"Kanapa kau melakukan ini? Dia itu adik mu Vid. Apakah saat kalian berhubungan kau tidak memandang Mama mu ini? Bisa bisa kamu melakukan itu." ucap Navita menangis


"Mama malu Vid. Mau di taruh di mana wajah Mama mu ini? Semua orang pasti tau perbuatan bejad mu itu." ucap Navita masih dengan menangis.


......David malas mendengar Navita yang terus mengoceh. "Kenapa Mama harus malu? Bukan kah Mama Lebih mamalukan dibandingkan aku? Apa Mama pikir aku tidak tahu apa yang selalu Mama lakukan di luar sana. Bercinta dengan banyak lelaki setiap hari nya. Dan apa Mama pikir aku tidak tahu bahwa Mama selalu membawa Alex ke rumah, melakukan hubungan di depan papa. Mama itu lebih menjijikkan dari pada aku." ucap David kesal.


"Lebih baik Mama pulang saja. Telinga David sakit mendengar Mama yang terus mengoceh." ucap David.


"Apa!!! kau malah mengusir Mama? Dan untuk Mama yang selalu bersama laki laki lain itu benar ada nya. Tapi itu lebih baik dari pada harus bercinta dengan adik mu sendiri. kelakuan mu sungguh tidak waras." ucap Navita menatap tajam dengan mata yang masih berlinang air mata.


David menghela nafas. "Ma sudahlah, lebih baik mama pergi. David malas mendengar Mama yang terus bicara dan terus mengoceh menyalahkan David. Seharusnya sebelum Mama memarahi David dengan apa yang David perbuat, Mama introspeksi diri kenapa David dan Amira seperti ini." ucap David.


"Maksud nya apa? Mama tidak mengerti. Introspeksi diri apa?" tanya Navita


"Kami seperti ini juga karena Mama. Mama tidak pernah memperhatikan kami, sehingga membuat kami selalu bergantung dan membutuh kan. Mama sibuk dengan dunia Mama sendiri, sedangkan Papa.... Papa selalu sibuk dengan perusahaan. Dan kenapa aku melakukan itu pada Amira. Karena saat itu kami berdua melihat Mama yang bercinta dengan laki laki lain di depan mata kita." ucap David

__ADS_1


"Jadi jangan salahkan kami jika kami memiliki hubungan dan melakukan hal gila itu. Karena awal hal gila itu terjadi semua karena Mama." ucap David tanpa merasa bersalah.


Navita yang mendengar sungguh tidak percaya. "Kamu bilang Mama tidak pernah memperdulikan kalian? Selama ini Mama selalu memperhatikan kalian, Mama selalu memberikan apa yang kalian mau, menuruti semua keinginan kalain. Dan sekarang kau mengatakan Mama tidak pernah memperhatikan kalian?" tanya Navita menggeleng geleng kan kepala. "Mama benar benar tidak mengerti jalan pemikiran kalian." lanjutnya.


"Dan sejak kapan kalian melakukan hal gila itu?" tanya Navita. David diam, tidak menjawab. "Apakah itu sejak kalian remaja?"


.......David masih diam malas menjawab


Melihat diam nya David, Navita menyimpulkan bahwa itu iya.


Navita menggelengkan kepala, benar benar tidak percaya dan..


Plaaak...


"Keterlaluan, kau sungguh menjijikkan. Mama menyesal melahirkan mu di dunia ini, otak mu itu sungguh tidak waras dan kau tak lebih dari bintang." ucap Navita dengan suara keras.


Navita benar benar tidak percaya dengan semua ini. Kenyataan yang tidak pernah dia ketahui akhirnya terbongkar, kedua anak nya memiliki hubungan yang tidak di sangka sangka oleh nya.


Air mata Navita runtuh membasahi pipi. Sungguh ujian ini malah di dapat dari kedua anak nya, ia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Harga diri dan citra nya hancur seketika karena perbuatan bejad kedua anak nya.


Tak ingin bertambah pusing Navita pun pergi meninggalkan David dan Amira di kantor polisi. Dan pergi mencari Alex untuk menenangkan pikiran nya yang kacau.


..


..


..


Berbeda dengan Tian. Tian malah asik bergelung satu selimut bersama Ceril, walaupun sinar matahari sudah mulai meninggi, itu tidak berpengaruh dengan dua insan yang sedang menikmati indah nya cinta bersama kekasih.


Tian memeluk dengan erat sambil wajah nya berada di ceruk leher Ceril, mengendus wangi tubuh vanila yang dia cintai. Dan sesekali memberikan kecupan kecil di kulit putih itu.


Lenguh Ceril merasakan sapuan nafas di leher nya. Perlahan Ceril membuka mata, di lihat nya laki laki pujaan nya sedang memeluk nya dengan erat


"Sudah bangun?" tanya Tian


"Em..." jawab Ceril dengan suara serak nya sambil menatap Tian.


Tian yang merasa di tatap bertanya. " Kenapa menatap ku seperti itu?" tanya Tian menyangga kepala nya dengan tangan nya sambil menatap wajah Ceril yang baru bangun.


Sangat cantik.


Itulah yang di lihat Tian.


"Kenapa kau ada disini?" tanya Ceril yang tidak ingat.


......Tian menaikkan satu alis nya tanda dia bingung. Apakah kekasih nya ini lupa apa yang mereka lakukan tadi malam, fikir Tian.


"Sayang, apakah kau melupakan apa yang kita lakukan tadi malam?" tanya Tian.


"Memang apa?...." ucap Ceril Mengingat. Namun setelah mengingat apa yang di lakukan tadi malam Ceril menjadi malu, dia menarik selimut untuk menutupi wajah nya.


Tian yang melihat tersenyum kecil. "Apakah sudah ingat?" tanya Tian. "Bagaimana rasa nya? Enak tidak?" lanjutnya tanpa malu.


"Is, apaan sih." ucap Ceril malu membayangkan apa yang mereka lakukan tadi malam.


Entah kenapa Ceril nampak malu sekali setelah di bobol oleh Tian. Padahal sebelum nya Ceril selalu saja menggoda dengan tingkah nya seakan dia tidak memiliki rasa malu. Namun setelah mereka melakukan nya wajah Ceril malah memerah, mengingat betapa gagah nya Tian dia atas nya.


"Sa..yang..." panggil Tian dengan sangat lembut.

__ADS_1


Seeer.....


Darah Ceril seakan berhenti mendengar Tian memanggil nya begitu lembut. Fikirnya dari mana Tian belajar nada lembut dan romantis seperti itu.


Tian menarik selimut yang menutupi wajah Ceril. Dan kini Ceril bisa memandang wajah tampan laki laki yang di cintai tepat di depan nya.


Tian menatap manik mata Ceril yang begitu indah di mata nya. Tangan nya mengelus pipi Ceril yang lembut dan kenyal. "Kenapa?" tanya Tian.


"Kenapa? Kenapa apanya?" tanya Ceril.


"Menutup wajah mu. Apakah kamu tidak ingin melihat wajah tampan ku?" tanya Tian masih menatap Ceril.


......Ceril menggeleng dan berkata. "Aku malu." jawab Ceril lirih.


"Malu..." ucap Tian.


Hahahaha......


Tian tak percaya jika Ceril memiliki malu, karena biasanya Ceril malah lebih memalukan jika bersama dengan nya, dalam arti Menggoda nya terlebih dahulu.


"Kenapa tertawa?" ucap Ceril bingung.


"Karena kau lucu sekali sayang. Bukan kah biasanya kau malah menggoda ku lebih dulu? Dan sekarang kau bilang malu. Lalu kemana Ceril yang agresif itu? Apakah Ceril yang agresif itu sudah hilang dan sekarang menjadi Ceril pemalu." ucap Tian.


Ceril yang mendengar kesal karena Tian mengatai nya agresif, dia pun memukul Tian dengan bantal.


Buuk...


"Siapa yang kau bilang agresif? Itu bukan agresif, melainkan berani." ucap Ceril


Tian hanya tersenyum mendengar semua itu, dia sungguh gemas sekali. Dicium bibir Ceril karena dilihat nya wanita itu sedang cemberut.


"Sayang." panggil Tian.


"Apakah masih sakit?" tanya Tian.


Ceril menatap Tian. "Apanya?" tanya Ceril.


"Ini..." Ucap Tian tangan mengelus milik Ceril.


Ceril yang merasakan tangan Tian menyentuh milik nya langsung melotot. Ceril membuka selimut dengan mengintip dan ternyata tubuh mereka berdua masih sama sama polos.


Ceril kembali menatap Tian, di rasakan nya di bawah sana sesuatu yang besar menyentuh kulit nya. "Minta." itulah yang di ucapkan Tian kepada Ceril karena ingin mengulang kegiatan tadi malam.


Dan mereka pun akhirnya.


Hekya ....Hekya....."


🙈🙈🙈🙈🙈


.


.


.


💞💞💞💞💞


Selamat membaca

__ADS_1


jangan lupa like komen dan vote nya 😘😘😘😘


__ADS_2