
Setelah Tian dan Samuel pergi, Amira datang dengan membawa secangkir kopi di tangan nya.
"Maaf membuat mu lama menunggu." ucap Amira menghampiri dan meletakkan kopi di meja.
"Tidak apa apa." ucap anak buah yang menyamar menjadi Tian.
"........." Amira mengernyitkan alis mendengar suara Tian yang seperti nya sedikit berbeda.
"Kenapa dengan suara mu?" tanya Amira.
"Ehem..Ehem....Tidak apa apa. Hanya saja tadi aku sempat batuk, sehingga membuat suara ku sedikit berubah." jawab Tian palsu.
"Sial, kenapa wanita ini bisa menyadari sih? Padahal aku sudah berusaha menyamakan suara ku dengan tuan." batin Tian palsu.
Setelah mendapat penjelasan Tian palsu, Amira pun akhirnya percaya. "Oh nya, minum kopi nya. Takut nanti keburu dingin." ucap Amira memberikan senyum manis nya.
Tian palsu menatap wajah cantik Amira. "Lumayan lah, bisa buat bersenang senang." batin Tian palsu.
Tian palsu pun mengambil cangkir itu dan meminum kopi buatan Amira.
Amira terus menatap Tian palsu yang meminum kopi buatan nya. "Ayo habiskan, setelah ini kau akan menjadi milik ku." batin Amira. "Dan aku harus bisa hamil anak mu."
Tian palsu meminum beberapa teguk kopi panas buatan Amira sambil mata nya menatap Amira yang tersenyum di depan nya.
"Bagaimana?" tanya Amira antusias.
"Lumayan." jawab Tian meletakkan cangkir nya kembali.
"Aku akan menyelesaikan pekerjaan ku dulu, kau duduk lah, tunggu aku sampai selesai." ucap Tian.
"Baiklah." ucap Amira kembali ke sofa sambil sesekali melirik Tian palsu.
"Tunggu beberapa menit lagi obat itu akan bekerja, dan rencana ku akan berhasil. Begitupun kakak akan senang dengan semua ini." batin Amira.
Beberapa menit kemudian.
__ADS_1
Badan Tian palsu mulai gerah dan panas.
Sst...
Desis Tian menahan sesuatu dengan wajah merah dan keringat keluar di keningnya
"Obat nya sudah bekerja." batin Tian palsu.
Amira yang melihat tersenyum kecil. "Bagus obat nya sudah bereaksi. Obat yang ku berikan adalah dosis besar, aku yakin dia tidak akan bisa menahan nya." batin Amira.
Merasa tubuh nya gerah, Tian palsu melepas jas nya dan melepas dua kacing kemeja, sehingga memperlihatkan dada bidang nya yang sexy.
Amira yang melihat itu menelan ludah dengan kasar, tidak tahan dengan pandangan di depan nya. Amira berjalan mendekati Tian palsu yang duduk di kursi kerjanya. "Apa yang terjadi." tanya Amira mengelus bahu Tian dengan manja.
Mendapat sentuhan lembut Amira, Tian palsu seperti tidak bisa menahan lagi. Apalagi saat melihat Amira menggunakan pakaian Sexy di depan mata nya. Jiwa kelakiannya sudah tidak bisa menahan.
Tapi Tian palsu berusaha untuk menahan sesuatu yang sesak di balik celana nya.
"Kenapa kamu berkeringat seperti ini Tian, apakah ada yang tidak nyaman?" tanya Amira mengambil tisu dan mengelap nya, sambil mencondongkan badan nya di depan Tian palsu hingga memperlihat kan belahan dada nya.
Tian palsu menelan ludah dengan kasar melihat belahan menggoda itu. Amira yang melihat arah pandang Tian ke dada nya tersenyum. Ia malah semakin mendekatkan tubuh nya hingga belahan dada itu tepat ada di depan wajah Tian palsu.
Tian palsu memejamkan mata saat menghirup aroma wangi dalam tubuh Amira. Tian palsu tetap menahan nya. Amira yang memang berniat menggoda Tian, duduk di pangkuan Tian palsu.
"Tian." panggil Amira lirih sambil mengelus rahang Tian palsu.
Mendengar suara manja dan sentuhan lembut Tian palsu memejamkan mata. Sedangkan Amira dengan berani mengelus dada bidang itu, sambil melepas kancing kemeja Tian. Merasa tidak ada penolakan, Amira meraba dan memasukkan tangan nya dan menyentuh kulit putih itu.
Sst...
Desis Tian palsu merasakan sentuhan yang membangunkan gairah nya. Melihat Tian yang seperti sudah tidak bisa menahan itu, Amira dengan nakal tangan nya beralih ke milik Tian palsu, mengelus nya dari luar.
Sst...
__ADS_1
Desis Tian lagi.
Dengan wajah menggoda nya, Amira menunjukkan sifat nakal nya di pangkuan Tian palsu. Amira juga tidak bisa menahan ingin merasakan tubuh Tian yang akan menindih nya nanti.
Amira meremas rambut belakang Tian. Sedangkan Tian memegang pinggul ramping Amira, tangan nya pun juga sudah tidak bisa diam saat merasakan sentuhan sentuhan nakal Amira di tubuh nya.
Wajah nya ia tenggelamkan di dada Amira, menyelusup di belahan benda kenyal yang bulat itu, menghirup aroma wangi dengan rakus. Memberikan kecupan kecupan kecil yang membuat Amira mende**sah.
"Tian." panggil Amira dengan suara parau dan mengairahkan.
"Baby." panggil Tian palsu menarik tengkuk Amira dan Melu*mat rakus bibir merah Amira.
Amira menyambut dengan senang, saat Tian palsu seperti nya sudah tidak bisa menahan. Amira mengalungkan tangan nya di leher, dan membalas ciuman panas itu. Mereka berdua saling menikmati kegiatan itu.
Merasa sudah tidak tahan, Tian palsu menarik dan melepas pakaian Sexy Amira dan menyusuri leher lalu turun di dada, memberikan tanda merah di bagian bagian yang ia inginkan. Melihat benda bulat kecil, dengan rakus Tian palsu langsung menghisap nya. Amira di buat melayang dengan perlakuan Tian. Di remasnya rambut Tian, meminta agar Tian lebih memperdalam permainan nya.
Tian mengangkat tubuh Amira menuju sofa, di rebahkan nya tubuh langsing itu dan menindih nya setelah itu.......
Melakukan sesuatu yang tak seharusnya terjadi bagi pasangan yang belum halal.
Meraka berdua tidak mengetahui bahwa di ruangan itu terdapat kamera kecil yang merekam kegiatan mereka.
Sedangkan Tian yang asli saat ini sedang bersama klien nya, membahas kerja sama antar perusahaan.
.
.
.
.
.
Silahkan bertraveling masing masing. Autor tidak mau ikut ikutan.
__ADS_1
**Selamat membaca, jangan lupa like komen serta vote nya. Tekan love agar tahu setiap Autor update.
🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗**