Anak Tak Diakui.

Anak Tak Diakui.
KELICIKAN DAVID


__ADS_3

Satu hari setelah kejadian.


Ceril sudah siuman dan mulai pulih, karena hanya terkena tembakan di lengan nya Ceril pun akhirnya di perbolehkan untuk pulang oleh Dokter.


Tapi tidak untuk Tian.


Tian tidak memperbolehkan Ceril untuk pulang sebelum dia benar benar sembuh dari lukanya.


Kedua orang tua serta Nickel hanya bingung dengan semua nya. Ia benar benar tidak tahu siapa tuan atau pemuda yang dekat dengan putri nya, hingga sampai segitu nya menahan Ceril agar tidak pulang sebelum benar benar pulih.


"Aku sungguh penasaran siapa pemuda itu." batin Marx.


Ceril tidak menghiraukan larangan Tian, Ceril terus ngotot akan pulang dengan alasan bosan dan tidak menyenangkan.


Sedangkan di kantor ADS Group.


David tersenyum senang melihat persenjataan dari perusahaan TYREND Cor'p datang ke perusahaan nya.


"Sungguh sebuah senjata yang sangat bagus. Pantas saja dia menginginkannya." gumam David.


"Dan Kirim beberapa senjata ini di alamat ini." perintah David memberikan alamat.


"Apakah dia yang membeli senjata ini tuan." tanya Dani.


"Tidak, aku memberikan nya percuma." jawab David.


"Memberikan percuma." Gumam Dani. "Tapi jika kita tidak menjual ini bukankah nantinya tuan Tian akan mengetahui nya." ucap Dani.


"Tidak akan. Aku sudah merencanakan semua nya, kita akan menukar senjata senjata ini dengan senjata yang sama namun cacat." ucap David tersenyum licik


"........." Dani hanya diam tidak ingin membantah.


Dani pun meminta anak buah nya untuk mengantar senjata senjata itu di tempat tujuan.


Samuel yang mengetahui tersenyum menyeringai setelah mendapat laporan dari anak buah nya yang ada di perusahaan ADS Group.


Samuel menghubungi Tian dan memberitahukan semua nya.


"Biarkan saja. Kita lihat siapa sebenarnya yang ada di balik ini. Aku yakin keluarga Anderson hanya lah alat untuk mereka." ucap Tian.

__ADS_1


"Baik tuan." Ucap Samuel.


Sambungan pun terputus.


Tian terasa sepi dan hatinya terasa ada yang kurang setelah kepergian Ceril.


"Baik lah, ayo kita jalan jalan untuk menghilangkan suntuk." Ucap Tian pada dirinya sendiri.


Tian merogoh sakunya mengambil hp dan menghubungi bawahan nya.


"Kau dimana?" tanya Tian.


"Saya sedang memantau gadis yang anda minta tuan. Dan saat ini dia ada di sebuah cafe xxx." ucap anak buah Tian memberitahu.


"Baiklah." ucap Tian dan memutus sambungan.


Tian keluar dari kantor dan pergi ke cafe dimana gadis itu berada.


Setelah sampai


Tian mencoba mencari dimana gadis itu berada. Setelah menemukannya dia mencari tempat duduk di dekat gadis itu.


"Tuan." ucap bawahan saat menghampiri.


"Baik tuan." ucap bawahan pergi dan memantau dari jarak yang tidak jauh bersama teman teman nya.


Seorang pelayan menghapiri Tian.


"Mau pesan apa tuan?" tanya pelayan.


"Latte." ucap Tian


"Baik, silahkan di tunggu pesanan anda tuan." ucap pelayan pergi.


Gadis yang duduk di meja dekat Tian menoleh ke arah Tian saat mengenal suara itu.


"Tian." ucap Amira senang


Ya Amira lah gadis itu.

__ADS_1


"Siapa?" tanya Tian pura pura tidak mengenal.


"Aku Amira. Masa lupa sih." ucap Amira berpindah tempat duduk.


"Amira....?"Tian berfikir. "Oh iya, aku ingat sekarang. Maaf aku lupa." ucap Tian.


"Tidak apa apa, wajar saja kau lupa. Kita kan memang jarang bertemu." ucap Amira sambil melihat sekeliling


"Anda mencari apa?" tanya Tian yang melihat Amira sedang mencari sesuatu.


"Kau sendirian disini? Kau tidak bersama adik mu yang aneh itu?" tanya Amira.


"Ya, aku sendirian. Dan untuk adik ku dia sudah kembali bersama kedua orang tua ku." Bohong Tian yang mengatakan Ceril adik nya.


"Oh begitu." Amira menganggukkan kepala tanda mengerti. "Oh ya, boleh aku meminta no handphone mu. Ya. siapa tahu jika aku ingin teman mengobrol aku bisa menghubungi mu." ucap Amira memberikan senyum manis nya.


Tian mengangguk dan memberikan senyum nya membuat Amira benar benar di buat gila dengan ketampanan Tian.


Tian memberikan nomor telepon nya kepada Amira. Tentu saja Amira sangat senang karena bisa mendapat kan nomor laki laki yang di sukai nya.


Hari hari berlalu dan bulan pun berganti.


Amira dan Tian semakin dekat. Sedangkan David terus melakukan hal licik nya kepada Tian. Menjual barang milik Tian dan menukar nya dengan barang cacat.


Tian mengetahui semua nya tapi dia hanya diam membiarkan David melakukan semua itu.


Keluarga Anderson juga sangat senang karena David bisa mendapatkan keuntungan besar dan menganggap Tian adalah seorang yang bodoh.


.


.


.


.


πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žSelamat membaca


Jangan lupa like and komen

__ADS_1


Jika berlu kasih bunga dan vote.


Mohon dukungannya.


__ADS_2