
Anak Tak Diakui
Bab. 95
.
.
Jika Levi sudah mengetahui siapa Ketua GEROGRE LORIZD, sama hal nya juga dengan Tian. Tian juga sudah mengetahui siapa Ketua JOEGER sebenarnya.
Tian tersenyum menyeringai mengetahui bahwa Levi adalah musuh nya.
"Anak bau kencur berani melawan ku." ucap Tian setelah membaca data yang di berikan oleh Arsen.
Ya, Arsen sudah memberikan data itu kepada Tian. Dan Arsen pun juga sudah mengatakan bahwa anak buah yang di selundupkan di markas JOEGER telah tertangkap.
Hari ini adalah pertemuan seluruh Mafia di bawah naungan Tian. Kebanyakan dari mereka merupakan Ketua Mafia berkedok pengusaha, seperti hal nya juga dengan Tian.
Di lihat nya semua nya telah berkumpul. Tanpa ada satupun yang tidak hadir, semua nya hadir setelah mendengar ancaman dari Tian.
"Kalian pasti bertanya tanya kenapa aku mengumpulkan kalian semua." ucap Tian.
"Benar Tuan. Memang ada apa anda mengumpulkan kami semua secara mendadak." ucap salah satu ketua Mafia dari Negara B.
"Kalian pasti tidak asing dengan kelompok Mafia JOEGER." ucap Tian.
"Benar Tuan." jawab mereka semua kompak.
"Kelompok itu mungkin tidak lama lagi akan menyerang kelompok kita. Jadi aku minta kepada kalian semua untuk selalu waspada, jika perlu kita hancurkan mereka sebelum mereka menyerang kita." ucap Tian.
Semua setuju dengan pendapat Tian. Lebih baik menghancurkan mereka lebih dahulu dari pada menunggu mereka menghancurkan diri mereka.
Tian pun memberikan macam macam tugas kepada setiap ketua Mafia. Seperti menyabotase bisnis, menggagalkan bisnis, menyerang markas dan mencuri produk mereka.
Sedangkan rombongan Tian, akan mengurus pengusaha Aron yang selalu saja membuat nya jengah dengan tingkah mereka yang ingin membunuh, namun selalu gagal.
Malam ini Tian dan Samuel dan beberapa anak buah nya sudah bersiap pergi ke tempat Aron. Tian sudah mengetahui dimana Aron bersembunyi lewat bantuan Arsen dan Dave. Oleh sebab itu tak sulit mengetahui dimana dia sekarang ini berada.
Tian telah sampai di sebuah bangunan besar di tengah hutan.
"Em...Jadi disini tempat dia bersembunyi? Pintar sekali dia. Bagaimana kalau kita ambil alih bangunan ini menjadi milik kita?" tanya Tian.
"Ide bagus tuan, untuk menambah nambah aset milik kita." jawab Samuel.
"Ya kau benar, untuk menambah kekayaan kita." ucap Tian terkekeh. "Ayo turun dan masuk. Bunuh mereka semua dan jangan sampai di sisakan satupun."
"Baik tuan." jawab anak buah Tian.
Tian dan anak buah nya siap dengan senjatanya. Berjalan masuk dengan santai.
Dua orang penjaga yang melihat langsung mengambil senjata hendak menembak rombongan Tian. Namun sebelum itu, Tian dan Samuel lebih dulu menembakkan peluru nya ke arah dada mereka.
Door....Door....
Peluru menembus jantung dan membuat kedua nya langsung mati. Tian masuk, sesampainya di depan pintu.
Braaak....
Samuel menendang pintu itu hingga terbuka dan mengagetkan beberapa orang yang ada di dalam ruangan itu.
Dilihat nya tidak hanya ada Aron, ternyata ada juga keluarga George yang selama ini menghilang. Mereka ternyata bersembunyi di balik ketiak Aron.
__ADS_1
"Heh, ternyata kau juga ada disini?" ucap Samuel. "Tidak perlu lagi aku mencari mu. Karena kau ada disini, maka aku akan membunuh mu seperti aku membunuh anak buah mu yang ada di markas butut mu itu." lanjutnya
Keluarga George yang bernama James itu pun menjadi marah saat mendengar, bahwa yang menghancurkan dan membunuh anak buah nya adalah Samuel. Dia tidak menyangka bahwa Samuel lah pelaku nya, dia pikir Samuel dan Tian tidak memiliki kekuatan untuk menghancurkan markas miliknya.
Sedangkan Tian berjalan dan duduk di sofa, menyilang kan kaki nya, menyandarkan tubuh nya sambil menatap Aron.
"Kau pasti terkejut dengan kedatangan ku yang tiba tiba ini bukan?" tanya Tian. "Dan aku tebak, kau pasti juga terkejut karena aku dapat menemukan tempat persembunyian mu." lanjut Tian.
"Sebetulnya tidak sulit menemukan mu. Hanya saja aku sedikit malas mengurus mu, namun untuk saat ini aku akan menyelesaikan masalah yang kau buat karena berani terus terusan mengganggu ku." ucap Tian sambil menyangga kepala nya.
..........Aron Diam, namun dia memberi kode kepada anak buah nya yang berada di dalam ruangan itu untuk membunuh Tian.
Tian hanya diam, walaupun ia tahu Aron memerintahkan anak buah nya untuk membunuh diri nya. Anak buah Aron berjalan pelan, sedikit menyingkir dari tempat itu. Setelah berada di tempat yang menurut nya pas, Anah buah Aron membidikkan senjata nya menuju arah Tian yang saat ini memejamkan mata sambil menopang kepalanya.
Anak buah Aron menarik pelatuk pistol nya dan
Doooor.
Satu peluru melesat.
Aakh....
Peluru itu menembus perut, hingga darah keluar.
Aron yang mendengar suara langsung menoleh ke arah samping, di lihat nya anak buah nya tergelatak sudah tak bernyawa. Dia kembali menatap Tian, dan Tian malah baik baik saja.
Tian membuka mata dan berdiri menghampiri Aron. "Kau itu bodoh atau bagaimana? Apakah kau tidak tahu siapa aku? Siapa yang kau lawan ini ha...?" ucap Tian
"Kau ingin membunuh ku di depan ku? Apakah kau pikir anak buah ku akan diam melihat diri ku mati di depan mereka. Sungguh konyol sekali." ucap Tian.
"Bunuh bajingan bajingan tengik ini." perintah Tian dengan suara lantang.
Dan....
Dooor .....Dooor......Dooor....
Tembakan pun mulai terdengar di rumah besar itu. Anak buah Aron dan anak buah Tian saling adu tembak. Sedangkan Tian dan Samuel yang melihat Aron Dan James hendak menembakkan pistolnya ke arah mereka dengan cepat Tian menendang senjata itu dari tangan Aron.
Senjata itu terlempar cukup jauh, Aron yang melihat menatap tajam Tian. Sedangkan Tian malah tersenyum menyeringai. Perkelahian pun tidak bisa di hindari lagi.
Aron menyerang Tian dengan tangan kosong, Tian pun meladeni nya.
Buk..Buk..Buk..
Saling adu pukul pun terjadi.
"Bajingan kau Tian." umpat Aron.
"Ha. .Ha..Ha.. Bukankah kau yang lebih bajingan dan pengecut. Berani nya hanya bersembunyi di sarang nya." hina Tian masih meladeni Aron.
Tian terus menangkis pukulan Aron dengan santai. "Kau itu lemah, tapi sok kuat." ucap Tian.
Buuk...
Tian meninju dada Aron.
Aakh...
Aron mundur beberapa langkah sambil memegang dada nya yang terasa nyeri. Aron menahan nya, dia kembali maju. Aron melayangkan tinjunya ke wajah Tian, Tian yang melihat pergerakan itu mencekal tangan Aron dan mengepalkan tangan nya...
Buuk...
__ADS_1
Pukulan di berikan Tian ke arah samping wajah Aron..
Aron sungguh kalah telak oleh Tian. Tian yang pandai bertarung dan beladiri tidak sulit untuk membuat Aron babak belur. Dan kini Aron tergeletak di lantai dengan nafas terengah-engah sambil menatap Tian.
"Jika kau tidak memiliki kekuatan, kau tidak usah mengganggu ku. Ini lah akibat jika kau keras kepala." ucap Tian menodongkan Senjata nya ke arah Aron.
Dan
Dooor.
Peluru masuk ke kepala Aron, Dan Aron pun langsung mati.
Sedangkan James yang melihat menjadi tidak konsentrasi, dan hal itu menguntungkan untuk Samuel, dengan cepat Samuel menendang perut James.
Buuk..
James terjatuh karena kuat nya Samuel menendang. Samuel tidak berikan kesempatan James bangun, Samuel langsung saja menginjak dada James dengan kekuatan nya. James merintih mencoba menyingkirkan kaki itu dari dada nya.
"Lihat lah tuan ku sudah membunuh Aron. Dan sebentar lagi kau lah akan mati." ucap Samuel.
Tian yang melihat James kalah dari Samuel tersenyum. Dia berjalan ke arah mereka.
"Apakah kita akan membunuh nya sekarang tuan?" tanya Samuel.
"Nanti dulu, aku perlu bertanya dengan nya." ucap Tian berjongkok.
James menatap tajam Tian." Lepaskan aku." pinta nya
"Melepaskan mu? Hahahaha....Enak saja." ucap Tian. "Aku akan bertanya pada mu, dan jawab dengan jujur. Jika kau berani berbohong aku akan memotong satu persatu tubuh mu." ancam Tian.
Gleeek....
James sungguh menyesal karena berurusan dengan Tian yang menurutnya hanya seorang pengusaha biasa. Ternyata orang yang di anggapnya biasa itu tak lain seperti iblis yang ingin memakan jiwa nya.
"Apa kau pernah melihat ini?" ucap Tian sambil menunjukkan benda Token kepada James.
James diam berfikir. Ia sudah lupa, apakah dia pernah melihat atau tidak.
"Benda itu ku dapat dari markas butut mu. Jadi tidak ada alasan kau tidak mengenal nya." ucap Samuel.
James lama berfikir akhirnya dia mengingat. "Jika aku mengatakan nya, apakah kalian akan melepaskan ku?" tanya James.
"Jangan coba coba membuat kesepakatan dengan ku. Kau tidak tahu siapa aku." ucap Tian menatap tajam James.
James yang di tatap menciut, ia menelan ludah dengan kasar.
"Baiklah, baiklah. Tapi ku mohon lepaskan aku, biarkan aku hidup. Aku akan mengatakan nya kepada mu." ucap James sedikit gemetar.
.
.
.
.
Hah..keriting jempol Autor.
Selamat membaca...
Jangan lupa like nya komen dan vote nya.
__ADS_1