Anak Tak Diakui.

Anak Tak Diakui.
AMORA DAN ALDIRCH (AMORA PUTRI ISABELLA)


__ADS_3

Di Markas GEROGRE LORIZD, Dave dan Arsen sibuk dengan alat IT nya mencari keberadaan Kekasih Tuan muda nya.


"Ketemu," seri Dave


"Mereka benar benar membawa Kekasih Tuan Muda ke Negara J, dan terakhir kendaraan yang membawa kekasih Tuan muda berhenti tak jauh dari kota, tepat nya di sebuah bangunan terbengkalai." jelas Dave.


"Baiklah, kita laporkan ini pada Tuan bahwa kita telah menemukannya. Atau langsung kota laporkan kepada princess?" tanya Arsen.


"Lebih baik kita laporkan terlebih dahulu pada Tuan," jawab Dave.


"Oke."


Arsen pun langsung menghubungi Tian, mengatakan kepada nya bahwa dia telah menemukan keberadaan Kekasih Tuan muda nya. Dan Tian pun meminta mereka untuk mengatakan kepada Chloe, karena semua nya sudah ia serahkan kepada putri nya itu.


Arsen beralih menghubungi Chloe. "Bagaimana Paman Arsen?" tanya Chloe.


"Nona, kami sudah menemukan di mana keberadaan mereka."


"Bagus. Kumpulkan Anggota yang menurut paman handal untuk kita bawa ke Negara J dan perintahkan mereka semua untuk segera berangkat. Sedangkan aku, aku akan langsung berangkat dari sini bersama dengan Aldirch," perintah Chloe.


"Baik Nona," jawab Arsen.


"Tunggu dulu Paman!" tahan Chloe


"Ada apa Nona?" tanya Arsen


"Kirim Nomor Rayna Nakata, aku ingin menghubungi nya."


"Baik, akan saya kirim Nomor Nona Rayna," jawab Arsen.


Arsen pun mengirimkan Nomor Rayna, setelah itu mengumpulkan banyak anggota Mafia GEROGRE LORIZD untuk dia bawa ke Nagara J menyelamatkan Amora dari tangan Rayna.


.


.


Di tempat lain, Seorang anak buah Isabella juga sedang melaporkan apa yang dia dapatkan.


"Yang Mulia, saya sudah mendapatkan dimana keberadaan Nona Amora berada."


"Dimana?" tanya Isabella.


"Di Negara J, tepat nya di sebuah bangunan terbengkalai tak jauh dari kota." jelas orang yang saat ini sedang memberikan laporan.

__ADS_1


"Bagus. Kumpulkan banyak pasukan untuk berangkat ke Negara J. Apakah kau tahu siapa dalang nya?" tanya Isabella.


"Tahu Yang Mulia, dia adalah putri sari Mafia Yakuza," jelas orang itu.


"Putri Mafia Yakuza! Noji Nakata?" tanya Isabella dan di angguki orang itu. "Kurang ajar, berani nya dia menculik milik ku. Aku tidak terima, akan ku hancurkan mereka semua," marah nya dengan wajah yang sudah memerah.


"Tapi ada satu gerakan yang seperti nya juga mencari keberadaan Nona Amora Yang Mulia."


"Siapa?" tanya Isabella mengerutkan kening.


"Mafia GEROGRE LORIZD," jelasnya


"Mafia GEROGRE LORIZD! Apa kamu tidak salah?"


"Tidak Yang mulia."


"Kenapa mereka mencari keberadaan Amora?" tanya Isabella yang tidak tahu jika GEROGRE LORIZD adalah mafia milik Tian, Daddy Aldirch. Isabella hanya tahu, jika Aldirch putra Tian dari kerajaan NEVOLEON, tidak untuk yang lainnya.


"Saya tidak tahu Yang mulai," jawab nya yang memang tidak mengetahui niat mereka.


"Baiklah, kau pergi lah. Jangan lupa cepat kumpulkan banyak pasukan untuk menyerang mereka nanti." perintah Isabella dan di angguki orang kepercayaan nya itu.


Setelah orang itu pergi, kini tinggallah Isabella sendirian. Dia mengetukkan jari nya di meja, berpikir tentang Mafia GEROGRE LORIZD yang juga akan datang ke Negara J dan juga menginginkan Amora.


"Kenapa Mafia itu juga menginginkan Amora? Ada apa ini? Ku harap Amora tidak membuat ulah dengan Mafia Dunia Bawah itu," gumam nya.


Saat sampai.


"Silahkan masuk Yang Mulia," ucap Seorang penjaga pintu ruangan itu.


Penjaga itu membukakan pintu untuk Ratu nya. Isabella masuk di lihat nya 2 orang saling memeluk dan satu orang tubuh nya di ikat. Didalam sana ada 5 bodyguard yang berjaga mengawasi mereka bertiga. Mereka berlima memiliki tubuh besar dengan wajah yang seram.


5 Bodyguard itu yang melihat Ratu mereka datang langsung memberi salam. "Salam Yang Mulia," ucap mereka semua bersamaan dan di angguki Isabella.


Ke tiga orang itu yang melihat Isabella datang langsung menatap nya. Isabella duduk di kursi yang sudah di siapkan oleh Bodyguard nya, menatap mereka dengan tatapan rumit.


"Kalian pasti bertanya tanya siapa aku bukan?" tanya Isabella dan di angguki mereka bertiga.


"Lepaskan penutup mulut mereka," perintah Isabella kepada anak buah nya agar mereka membuka penutup mulut tawanan nya.


Setelah anak buah Isabella membuka penutup mulut itu, Isabella berkata, "Nama ku Isabella, ibu Amora."


Mereka bertiga yang mendengar tercengang dengan ucapan Isabella yang mengatakan jika Amora adalah anak nya. "Kau pasti berbohong!Amora adalah putri kami," jelas Lisa.

__ADS_1


Ya, yang menjadi tawanan Isabella adalah, Dani, Lisa dan Flow.


"Terserah kalian percaya atau tidak, tapi memang seperti itulah kenyataan nya. Amora adalah putri ku. Dan untuk kalian berdua, aku berterimakasih secara pribadi karena kalian telah merawat putri ku hingga dewasa seperti sekarang. Aku akan melepaskan kalian berdua, dan akan ku berikan imbalan besar untuk kalian," jelas Isabella.


"Lalu bagaimana dengan Putri ku Flow?" tanya Dani.


"Flow!" Isabelle menoleh ke arah Flow yang tubuhnya terikat. "Untuk nya aku minta maaf, aku tidak akan melepaskan nya," jawab Isabella.


"Kenapa? Kenapa anda tidak melepaskan putri kami?" tanya Lisa.


"Karena dia berani berulah dengan putri ku," jawab Isabella menatap Flow tidak suka.


"Berulah! Berulah apa? Kami tidak mengerti," jawab Lisa.


"Dia berulah karena berani nya menganggu putri ku. Dan karena ulah nya itu Amora kini berada di tangan seorang Mafia," jelas Isabella


"Ma-mafia!" Lisa, Dani dan Flow kaget mendengar itu.


"Tidak! Amora tidak di bawa oleh Mafia," jawab Flow.


"Lalu dia di bawa oleh siapa?" tanya Isabella menaikkan satu alisnya.


Flow diam, Lisa dan Dani yang melihat putri nya enggan menjawab pertanyaan itu langsung berpikir jika Flow memang tahu sesuatu. "Apakah yang di katakan Nyonya Isabel benar tentang Amora yang hilang di bawa Mafia?" tanya Lisa menatap putrinya penuh selidik.


Tapi lagi-lagi Flow diam, tidak menjawab pertanyaan ibu nya. "Jadi semua nya benar?" tanya Lisa.


"Kenapa kau melakukan itu? Dia adik mu Flow, adik mu," bentak Lisa dengan suara keras.


"Dia bukan adik ku, dan sampai kapan pun aku tidak akan pernah mengakui nya sebagai adik," jawab Flow dengan suara tak kalah keras.


"Turunkan nada bicara mu," saut Dani tidak suka Flow berbicara keras terhadap istrinya. Dani berdiri dan berjalan ke arah Flow dan langsung menampar pipi Flow dengan keras.


Plak ..


"Bapak tidak pernah mengajari putri putri bapak berbicara kasar kepada orang tua," jelas Dani.


"Itu untuk Amora, tidak untuk Flow. Bapak tidak pernah sedikitpun membimbing ku selama ini. Bapak dan ibu selalu saja lebih menyayangi Amora dari pada Flow. Padahal Flow ini adalah anak kandung kalian, tapi disini seolah aku lah yang anak angkat," jawab Flow.


Lisa dan Dani hanya menggelengkan kepala melihat sifat asli Flow. Ternyata seperti ini lah sifat asli putri nya penuh dengan rasa iri dan kebencian.


Sedangkan Isabella yang ada di ruangan itu hanya menopang dagu nya dengan tangan melihat perdebatan mereka bertiga.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2