
Siang hari, Tian mengendong tubuh Ceril menuju mobil. Dia akan membawa Ceril ke kediaman nya.
Di sepanjang jalan tangan Tian tak henti henti nya menggenggam tangan Ceril, dan sesekali Tian akan mencium tangan Ceril dengan sayang. Ceril yang melihat hanya diam, membiarkan Tian melakukan sesuka hati nya.
"Sayang, jika nanti ada Baby di dalam rahim mu kau harus cepat mengatakan kepada ku." ucap Tian.
"Baby?" gumam Ceril menatap Tian Yang ada di samping nya.
"Ya sayang, entah kenapa aku yakin bahwa beberapa bulan lagi kita akan memiliki Baby. Kamu tahu sendiri kan saat kita melakukan nya aku tidak pakai pengaman. Jadi jika itu benar, kau harus cepat mengatakan nya pada ku." ucap Tian.
......Ceril diam, setelah itu mengangguk. Namun dalam otak nya terus berfikir. Bayi, mungkinkah dia akan mempunyai bayi? Jika itu benar, bukan kah dia akan menjadi Mommy. Membayangkan itu senyum terbit di bibir nya.
Beberapa menit perjalanan akhirnya mereka berdua sampai. Tian kembali membopong Ceril menuju kamar.
"Istirahat lah, aku ke ruang kerja dulu. Ada sesuatu yang harus ku kerjakan." ucap Tian sambil mencium kening.
Em...
Ceril mengangguk. Sedangkan Tian pergi ke ruang kerja nya. Di sana Samuel dan Jon sudah menunggu nya.
Tadi saat di jalan Tian mendapat pesan bahwa ada sesuatu yang akan mereka sampaikan.
"Ada apa?" tanya Tian duduk di kursi menghadap mereka berdua.
"Ini tuan." Samuel menyerahkan sebuah surat dalam amplop coklat
Tian langsung mengambil dan membuka nya. Di baca nya isi dari amplop coklat itu yang menyatakan informasi yang di berikan oleh Arsen tentang apa yang akan di lakukan oleh kelompok JOEGER.
Senyum terbit dibibir Tian. "Perintah kan beberapa anak buah Yang ada di negara B untuk mengintai. Laporkan transaksi ilegal perdagangan manusia itu kepada pihak kepolisian. Aku ingin Levi kacau dengan kerugian nya. Dan ingat jangan tinggalkan jejak bahwa kita yang melaporkan transaksi mereka. Aku tidak ingin berurusan dengan para polisi polisi itu." ucap Tian memerintah.
__ADS_1
Tian membaca informasi yang di berikan oleh Arsen, tentang perdagangan manusia ilegal yang akan di lakukan oleh pihak JOEGER di negara B. Tian yang tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk menghancurkan bisnis Levi pun melaporkan kepada polisi. Dia ingin melihat Levi rugi dalam bisnis nya dan pastinya juga para polisi itu tidak akan tinggal diam, dan Tian yakin para polisi itu akan mengusut siapa bos dari perdagangan manusia ini.
"Baik tuan." jawab Samuel.
"Dan untuk mu Jon, apa yang ingin kau sampaikan?" tanya Tian.
"Semua yang tuan perintahkan kepada saya berjalan dengan lancar." ucap Jon.
"Bagus. Lalu?" tanya Tian.
"Tuan David dan adik nya saat ini sudah masuk penjara. Sedangkan Tuan Haris masuk rumah sakit dikarenakan terkena serangan jantung, setelah melihat berita yang beredar tentang kedua anak nya." ucap Jon.
"Dan barusan saya juga mendapatkan kabar bahwa Nyonya Navita datang mengunjungi kedua anak nya. Namun saat keluar dari kantor polisi Nyonya Navita sangat marah dan dengan wajah yang seperti nya habis menangis tuan." lanjutnya.
"Bagus, inilah yang ku harapkan. Menghancurkan mereka semua dengan perbuatan yang mereka buat. Oh ya, jangan biarkan David keluar dari penjara. Aku ingin dia membusuk di dalam penjara itu.
"Baik tuan." jawab Jon dan Samuel.
"Oh ya tuan, apakah anda tidak ingin mengunjungi Tuan Haris?" tanya Samuel.
"Aku sibuk untuk saat ini. Jika sudah senggang aku akan menemui laki laki tua itu." jawab Tian.
"Baik tuan." jawab Samuel, namun dalam hati. "Sibuk menyervis Nona Ceril." Samuel tersenyum geli membayangkan Tian yang datar itu memanjakan Gadis nya.
Tian yang melihat senyum aneh Samuel melempar pena di kepala.
Tak..
"Aduh.."
__ADS_1
"Kenapa tuan? Apa salah saya?" tanya Samuel.
"Aku tahu kau membayangkan yang tidak tidak. Buang pikiran gila mu itu. Jika sampai ku lihat kau senyum senyum membayangkan tentang diri ku, bukan pena lagi yang ku lempar. Tapi tubuh mu akan ku lempar ke planet Mars." ucap Tian kesal karena tahu Samuel membayangkan yang tidak tidak tentang diri nya
Tian hapal dengan kebiasaan Samuel yang sering mengumpat dan memiliki pikiran kotor terhadap diri nya. Oleh sebab itu mudah bagi nya mengetahui apa yang ada di otak kecil Asisten nya itu.
"Pergilah, jangan ganggu waktu ku hari ini. Aku ingin istirahat." ucap Tian melangkah pergi
"Istirahat tapi mengeluarkan keringat." gumam Samuel.
Tian yang sedikit mendengar langsung menoleh, menatap tajam Samuel. "Jika mulut mu itu tidak bisa diam, aku benar benar akan menyumpal mu dengan sepatu ku samuel" ucap Tian geram sambil menatap tajam Asisten nya ini.
Ah saya permisi dulu kalau begitu tuan. Alexa seperti nya ingin bertemu dengan saya. Ayo Jon kita pergi.." ucap Samuel mencoba mengalihkan, takut melihat tatapan tajam tuan nya.
"Pergi sana, buat orang emosi saja." usir Tian. "Dan urus wanita mu itu, jika perlu kurung di kamar agar kau tidak menggangu waktu ku hari ini." ucap Tian pergi meninggal mereka berdua.
Sedangkan Jon hanya diam melihat tuan nya bercekcok dengan Asisten nya. Dia akui baru kali ini dia melihat tuan tuan nya seperti itu, sungguh konyol sekali.
Setelah Tian pergi, Samuel dan Jon pun pergi dari kediaman Tian.
.
.
..
💞💞💞💞💞
Selamat membaca
__ADS_1