
Maaf nya kemaren tidak update, autor sedang halan halan nonton GRASSTRACK DI KABUPATEN OKU TIMUR.😁😁
.
.
.
Tian berjalan maju sambil memegang pistol nya, sekelompok orang itu tahu pistol jenis apa yang ada di tangan mereka berdua.
Mereka semua waspada dan memegang senjata mereka. Tiba tiba.
Door....
Satu peluru menembus tubuh salah satu kelompok itu hingga mati. Mereka semua yang mendengar langsung mengarahkan pandangan nya ke arah rekan nya, lihat nya rekan nya sudah bersimbah darah di bagian dada nya.
Mereka semua beralih melihat ke arah suara tembakan, di lihat nya ada beberapa orang datang dengan membawa senjata juga.
"Siapa mereka?" batin semua kelompok itu.
Tak di sia siakan, Tian dan Samuel mengangkat pistol nya dan mengarahkan ke arah mereka.
Door...Door.
Ahh....
Melihat rekan nya di tembak lagi, sekelompok itu menarik pelatuk nya dan menembakkan ke arah Tian dan Samuel.
Namun sebelum itu terjadi anak buah Tian yang datang dengan cepat menembakan peluru ke arah lengan mereka.
Door...Door...Door.
Pekikan suara kesakitan terdengar di telinga mereka. Semua nya langsung meringkus kelompok lemah itu. Namun sebelum Tian dan Samuel membunuh mereka, sebuah peluru melesat dan mengarah ke arah Tian.
Door...
Ahh.....
Tian yang tertembak di bagian lengan mengerang. Samuel dan anak buah nya yang melihat langsung melihat sekeliling.
"Cari orang itu, berani nya mereka menembak tuan kita." perintah Samuel.
__ADS_1
Dua orang pergi mencari orang yang bersembunyi. Sedangkan beberapa anak buah Tian meringkus sekelompok itu.
"Ambil kan peluru ini." perintah Tian kepada Samuel.
Samuel dengan patuh mengangguk dan langsung merobek lengan baju Tian, setelah itu menyuntikkan sesuatu di bagian lengan. Melihat Tian yang sudah siap, Samuel mengambil peluru itu dengan menggunakan jari tangan nya sambil menekan lengan Tian. Tian yang merasakan sesuatu mengoyak daging nya hanya meringis.
Sedangkan sekelompok orang yang ditahan anggota Tian meringis ngeri melihat apa yang di lakukan Samuel terhadap tuannya.
Setelah selesai mengambil satu peluru di lengan Tian dengan menggunakan tangan, Samuel membalut lengan yang berdarah itu menggunakan sapu tangan nya.
Tian yang sudah tidak merasakan sakit akibat peluru langsung berdiri dan berjalan ke arah sekelompok orang itu dengan mata tajam nya dan aura membunuh.
"Berani nya kalian bermain dengan ku." ucap Tian yang sudah kesal dan marah langsung mengangkat pistol dan menembak nya.
Door.....
Door....
Door....
Beberapa peluru ia luncurkan ke arah kepala mereka hingga membuat mereka langsung mati seketika.
Ada dua orang tersisa yang masih di tahan oleh anak buah Tian. Tian berjongkok di depan mereka, Samuel langsung mendekat dan menarik kasar rambut orang itu dengan kuat.
"Aaah....lepaskan." ucap orang itu yang masih bertahan.
"Aku tidak akan mengatakan." ucap orang itu meludahi
"kurang ajar." ucap Samuel marah dan membenturkan kepala nya.
Duuk...
Darah segar keluar dari kening.
Tian yang di ludahi langsung mengusap wajah nya dengan saputangan pemberian anak buah nya.
"Ternyata nyali mu sungguh besar ya." ucap Tian dan langsung menarik pelatuk pistol nya.
Door.
Satu peluru menembus kening orang itu. Darah segar menetes di wajah nya dan orang itu pun mati seketika
Satu orang yang tersisa gemetar melihat itu. Tian beralih melihat ke arah nya dengan mata tajam.
"Jangan bunuh saya tuan, jangan bunuh saya." ucap orang itu takut.
Tian menodongkan pistol nya ke kepala orang yang tersisa.
__ADS_1
"Aku mohon tuan, jangan bunuh saya." ucap orang itu memohon. Tian tidak menggubris nya lagi dan langsung menembak hingga orang itu mati.
Tian tidak ingin mengulur waktu, karena ia tahu pastinya orang itu tetap tidak akan mengatakan siapa yang memerintahkan nya.
Selang beberapa menit Tian membereskan sekelompok itu, anak buah nya yang mengejar orang yang telah menembak nya datang.
"Tuan saya sudah membereskan orang itu. Dan saya menemukan ini." ucap salah seorang menyerahkan sebuah simbol.
Tian mengambil dan melihat nya. "Kau tahu ini?" tunjuk Tian ke arah Samuel.
"Ini milik kelompok Geng Black Wolf tuan." ucap Samuel yang tahu simbol itu.
"Black Wolf?" Gumam Tian. "Perintahkan anak buah mu untuk mendatangi Geng itu dan hancur kan. Aku sendiri yang akan memimpin nya." perintah Tian.
"Baik tuan." ucap Samuel patuh.
Setelah menyelesaikan itu, Tian tidak jadi kembali ke kantor. Ia kembali ke kediaman nya untuk berganti pakaian, dan setelah itu bersiap akan menyerang Geng Balck Wolf hingga rata.
Malam hari.
Tian dan pasukan nya siap datang ke markas Geng Black Wolf. Sedangkan di markas Geng Balck Wolf ketua kelompok itu sedang mengamuk dan marah.
"Dasar tidak berguna. Hanya untuk membunuh satu orang saja mereka tidak becus." kesal Roland
Anak buah Roland yang mendengar kemarahan bos nya hanya bisa diam menunduk.
"Sekarang ayo kita pergi, persiapkan senjata kalian untuk membunuh orang itu, aku sendiri juga akan turun tangan. Aku tidak ingin tuan David kecewa." ucap Roland. "Misi ini harus berhasil, tidak ada kata kalah. Ingat itu!" lanjutnya.
"Baik tuan." jawab semua nya.
Roland tidak mengetahui bahwa Tian dan pasukan menuju ke tempat nya. Bukan nya Roland yang akan menyerang Tian, tapi Tian lah yang akan menyerang Black Wolf
Tian tidak ingin ada musuh yang bermain terlalu lama dengan nya, jika dia bisa dia akan langsung membereskan nya. Cukup hanya Keluarga Anderson saja yang akan ia ulur dan permainkan terlebih dahulu.
.
.
.
.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Selamat membaca.
Jangan lupa like komen dan vote nya Lo.
__ADS_1