Anak Tak Diakui.

Anak Tak Diakui.
KEDATANGAN CERIL


__ADS_3

Selang beberapa menit Tian pergi, orang tua Amira datang.


"Sayang, apa yang terjadi? kenapa kamu bisa masuk rumah sakit? Dan ini apa? Ya Tuhan kenapa kamu bisa terluka seperti ini?" tanya Mama Amira.


"Ma, tidak bisakah Mama bertanya satu satu." kesal Amira.


"Ah, maaf. Mama kan hanya khawatir melihat mu seperti ini. Apakah masih ada yang sakit?" tanya Mama Amira.


"Tidak terlalu, ini hanya luka kecil. Tadi sudah di obati." ucap Amira.


"Kenapa kamu bisa terluka?" tanya Papa Amira.


"Tadi ada yang menyerempet Amira pa, untung nya ada yang mau menolong Amira dan membawa kerumah sakit." ucap Amira tersenyum mengingat wajah tampan Tian.


Kedua orang tua Amira yang melihat senyum aneh putri nya saling pandang.


''Dimana orang yang menolong mu? Papa ingin berterimakasih dengan nya karena telah menolong putri Papa." ucap papa Amira.


"Di sudah pergi sebelum Papa dan Mama datang." ucap Amira sedih.


Melihat wajah sedih Amira yang tiba tiba Mama Amira mengelus rambut nya.


"Ada apa sayang? Kenapa kamu sepertinya sedih?" tanya Mama Amira.


"Tidak, ada apa apa Ma. Hanya saja......Ah sudah lah." ucap Amira tidak ingin menceritakan.


"Baiklah, jika kamu tidak ingin bercerita." ucap Mama Amira lembut


...🌴🌴...

__ADS_1


...Di kantor Tian....


"Tuan." sapa Samuel.


"Apa yang terjadi?" tanya Tian sedang memeriksa berkas.


"Em...Nona Ceril ada di lantai bawah. Ia tetap ngotot ingin masuk menemui anda." ucap Samuel.


"Ceril? Dia ada disini?" tanya Tian.


"Ya tuan." jawab Samuel.


"Kenapa bisa dia tahu aku berada di sini, pasti dia membuntuti ku. Dasar gadis nakal." ucap Tian berdiri dan membenarkan jas nya. "Ayo kita kebawah." lanjutnya.


"Baik tuan." ucap samuel.


Mereka berdua keluar dari ruangan dan menuju lantai bawah.


"Maaf Nona anda tidak boleh masuk, karena anda tidak memiliki janji dengan Presdir." ucap Resepsionis.


"Hei, kenapa kau terus melarang ku? Aku datang kesini karena ingin bertemu dengan kekasih ku." ucap ceril kesal karena terus di larang


"Tapi Nona." ucap Resepsionis tidak percaya bahwa Ceril adalah kekasih bos mereka..


Saat mereka berdua berdebat, suara bariton mengagetkan mereka.


"Apakah kalian berdua akan terus berdebat dan membuat gaduh di perusahaan?" tanya Tian menghampiri Ceril.


Ceril yang mendengar suara yang di kenal nya langsung menoleh dan mengahampiri Tian serta langsung memeluknya.

__ADS_1


"Maaf Tuan, tapi Nona ini terus saja ngotot ingin masuk tanpa memiliki janji tamu dengan anda." ucap Resepsionis.


Tian mengangkat tangan nya agar pihak resepsionis tidak usah menjelaskan nya. Ia tahu gadis nakal nya itu lah yang membuat masalah.


Tian beralih melihat Ceril yang masih menempel di pelukan nya tanpa rasa berdosa, namun malah menikmati kehangatan dada bidang Tian.


Hah....Tian menghela nafas.


Banyak pasang mata melihat mereka berdua dan akhirnya Tian membawa ceril ke ruangan nya.


Sesampai nya


"Wah...apakah benar ini ruangan mu?" tanya Ceril melihat sekeliling ruangan Tian.


"Ternyata kau itu kaya juga, tapi sejak kapan?" tanya nya lagi.


Tian hanya diam tidak menjawab pertanyaan ceril.


"Duduk lah." ucap Tian duduk di sofa.


Ceril menengok dan langsung menghampiri Tian, duduk di samping dan menyandarkan kepala nya di bahu Tian.


.


.


.


.

__ADS_1


Selamat membaca


Jangan lupa like and komen


__ADS_2