Anak Tak Diakui.

Anak Tak Diakui.
PUTRI ARABELLA


__ADS_3

Satu jam berlalu, dan kini Tian bersama Samuel pergi ke markas untuk melihat orang yang di tangkap oleh anak buah nya.


Setelah sampai.


"Tuan." sapa para anak buah yang berpapasan dengan nya.


Tian hanya mengangguk dan terus melangkah masuk menuju ruangan itu. Sesampainya di tempat itu, di lihat nya seorang laki laki muda dengan tubuh teringat dan mulut tertutup.


Tian berjalan menghampiri, sedangkan laki laki muda itu terus menatap Tian dari mulai ia datang sampai tepat berada di depan nya.


Tian berdiri tepat di depan laki laki muda itu, menatap nya dengan kening mengkerut. "Siapa kau?" tanya Tian melepas penutup mulut itu.


......."Laki laki itu tidak menjawab tapi malah menatap nya dengan penuh selidik.


.......Tian yang melihat menaikkan sebelah alis nya dan berkata. "Aku bertanya pada mu, siapa kau? Dan apa maksud mu datang di makam Mama ku? Apakah kau memiliki maksud tertentu?"


Laki laki itu tetap diam dan menatap Tian tanpa rasa takut.


"Jawab pertanyaan ku." ucap Tian sedikit kesal.


"Apakah anda ada hubungan nya dengan Putri Arabella?" ucap laki laki muda itu yang akhirnya bertanya.

__ADS_1


Tian yang mendengar pertanyaan laki laki muda itu mengernyitkan alis nya. "Siapa putri Arabella? Aku tidak mengenal nya." batinnya.


Laki laki muda itu terus menatap wajah Tian. "Sepertinya dia tidak tahu siapa putri Arabella." Batin Laki laki muda yang tak lain bernama Frans.


Tian beralih menatap Samuel, meminta penjelasan siapa putri Arabella itu, namun Samuel menggelengkan kepala tanda ia tidak tahu siapa putri Arabella yang di maksud Frans.


''Aku tidak mengenal siapa itu putri Arabella, tapi yang aku tanya kenapa kau sering mendatangi makan Mama ku, Renata." tanya Tian.


"Aku bukan lah orang yang sabar jika menyangkut tentang Mama ku, jadi cepat katakan apa maksud mu selalu mendatangi makan Mama ku." lanjut nya.


.........." Frans kembali diam, dia berfikir. "Renata? Siapa Renata? Bukankah aku mendatangi makam putri Arabella? Kenapa dia menyebut makam Renata? Apakah aku salah mendatangi makam?" Batinnya.


Frans sungguh bingung dengan ini semua. "Apakah itu benar benar makam Mama anda yang bernama Renata?" tanya Frans


"Tentu saja, itu makam Mama saya?" ucap Tian menatap tajam.


"Em, jika seperti itu mungkin ini hanya kesalahpahaman. Jadi maafkan saya jika membuat anda tidak nyaman karena saya selalu datang kemakan Mama anda." ucap Frans.


Apakah anda pikir setelah anda meminta maaf, saya akan melepaskan anda? Tidak, itu tidak akan terjadi. Anda harus menjadi tawanan saya." ucap Tian.


"Tapi tuan, saya tidak bersalah. Ini hanya kesalahpahaman saja." ucap Frans membela diri

__ADS_1


Frans melihat sekeliling, dilihatnya banyak senjata tajam di ruangan itu.


Gleek....


Frans menelan ludah dengan kasar. Jiwa pemberani nya langsung luntur saat melihat berbagai benda tajam menggantung di tempat itu. Sejak di bawa di ruangan itu Frans tidak terlalu menyadari. Oleh sebab itu saat sekarang ia melihat, ia menjadi sedikit gemetar. "Apakah ini adalah tempat penyiksaan?" batin Frans.


.


.


.


.


Hai semua selamat membaca.


Jangan lupa selalu tinggalkan like, komen dan vote nya ya


😘😘😘


Ini sudah aku kasih kecupan online untuk semua nya. Salam sayang dari autor.

__ADS_1


__ADS_2