Anak Tak Diakui.

Anak Tak Diakui.
AMORA DAN ALDIRCH (MEMINTA BANTUAN FLOW)


__ADS_3

Setelah Rayna datang ke Negara K, Rayna langsung pergi mencari Apartement untuk tempat tinggal nya selama berada di Negara K ini.


Sebelum memulai semua rencananya, Reyna akan berlibur dahulu menikmati keindahan Negara K.enikmayi semua keindahan yang di miliki Negara ini. Dan jika nanti dia sudah selesai berkeliling nya, Rayna baru akan memulai semuanya, mengambil Aldirch dari Amora.


Setelah mendapatkan Apartement untuk tempat tinggal nya, Rayna menghubungi salah satu anak buah ayah nya untuk selalu mencari tahu apa saja yang di lakukan Aldirch dengan Amora, wanita yang tak selevel dengan dirinya pikirnya.


"Awasi terus apa yang mereka lakukan, laporkan semua nya kepada ku. Dan jangan lupa selidiki gadis itu tentang semuanya," perintah Rayna kepada anak buah nya.


"Baik Nona."


Panggilan pun di matikan, setelah itu Rayna membersihkan diri sebelum istirahat.


Keesokan hari nya, Rayna jalan jalan berkeliling, mencari tempat tempat wisata yang menurutnya bagus dan indah. Sedangkan di lain tempat, hubungan Aldirch dan Amora semakin dekat dan mesra. Dan orang suruhan Rayna mengawasi dari kejauhan.


Malam hari anak buah Rayna datang dan melaporkan apa yang dia dapat tentang Amora.


"Jelaskan," perintah Rayna.


"Nama Gadis itu Amora, dia seorang anak dari keluarga Dani, namun gadis itu bukanlah anak kandung dari keluarga nya saat ini. Dia hanya lah seorang anak angkat, anak yang di temukan mereka dan di rawat nya. Dia memiliki kakak Wanita bernama Flow. Tapi Kakaknya sama sekali tidak menyukai gadis ini, hingga suatu hari Flow mengusir Gadis ini pergi dari rumah. Dan saat ini Gadis bernama Amora itu tinggal di sebuah kontrakan dan bekerja sebagai buruh cuci," jelas nya.


Rayna mengangguk angguk, dan berkata. "Jadi gadis itu bernama Amora, seorang gadis yang telah di usir oleh kakak nya dan kini menjadi tukang buruh cuci. Ish....Ish...Ish...Kenapa lawan cinta ku gadis seperti ini? Sungguh tidak level."


Rayna benar benar tidak menyangka jika rival cinta nya adalah seorang gadis miskin yang bekerja sebagai buruh cuci. Rayna hanya berpikir, kenapa bisa bisa nya Aldirch mencintai gadis yang seperti itu, gadis yang tidak memiliki derajat dan status kasta yang jelas. Benar benar tidak sebanding.


"Temui Flow kakak gadis itu, minta dia menemui ku satu Minggu lagi."


"Kenapa satu Minggu lagi Nona? Kenapa tidak besok saja?" tanya anak buah itu tidak mengerti.


"Karena aku masih ingin jalan jalan. Aku tidak ingin menyia-nyiakan semua ini. Aku ingin berlibur dulu sebelum melakukan semuanya," jelas Rayna.

__ADS_1


Anak buah itu mengangguk mengerti, setelah itu mengiyakan perintah Nona muda nya. "Baik Nona."


.


.


.


Satu Minggu kemudian, Flow yang di perintahkan oleh Anak buah Rayna untuk datang di Restoran tak jauh dari Apartement Rayna kini sudah duduk di meja yang sudah dia pesan. Flow menunggu Nona muda yang di katakan oleh orang yang memberitahukan itu.


Cukup lama menunggu, Flow sedikit kesal dan jengah. Dalam hati dia terus menggerutu, "Kenapa juga belum datang? Kemana Nona yang di maksud oleh orang itu?"


Selang beberapa menit, Rayna datang dengan di temani oleh satu orang pengawal nya yang setia berjalan di belakang nya.


"Maaf membuat mu menunggu lama. Tadi ada urusan yang mendesak, dan tidak bisa aku tinggal," alasan Rayna yang memamg sebenarnya sedikit malas bertemu dengan gadis norak di depan nya ini.


"Tidak apa apa Nona, saya mengerti. Silahkan duduk," ucap Flow mempersilahkan Rayna untuk segera duduk.


"Pesanlah apa yang kamu mau, aku yang akan membayar nya," perintah Rayna dengan suara lembut.


"Ini sudah cukup Nona," tunjuk Flow pada minuman yang sudah dia pesan tadi. Raya. melirik sekilas setelah itu mengangguk.


"Em..Jika boleh tahu, kenapa anda meminta saya kemari? Saya rasa kita tidak saling kenal selama ini?" tanya Flow


"Ya, kita memang tidak saling kenal. Namun aku tahu siapa kamu. Dan masalah kenapa aku meminta mu datang kemari karena aku ingin kau mau bekerja sama dengan ku," jawab Rayna.


"Kerja sama! Kerja sama apa?" Tanya Flow penasaran. Rayna menyerahkan sebuah Map dan menyodorkannya di depan Flow. Flow melihat, setelah itu mengambil dan membaca nya.


Matanya bergerak membaca apa yang tertulis di kertas dalam map itu. Setelah selesai dia menutup, menatap Rayna yang santai di depan nya. "Apakah maksud nya anda meminta saya untuk menjauhkan mereka?" tanya Flow.

__ADS_1


"Ya, aku ingin kau menjauhkan Gadis itu dari Tunangan ku. Aku datang kemari karena tahu jika Tunangan ku di goda oleh gadis itu. Maka nya aku meminta bantuan mu, aku tahu kau tidak menyukai Gadis itu. Jika kamu bisa membuat gadis itu pergi dari kehidupan Tunangan ku, aku akan memberikan imbalan besar kepada mu," jelas Rayna dan membuat Flow tergiur dengan kata imbalan uang di katakan Rayna.


'Imbalan! Apa itu?" tanya Flow.


"Terserah apa yang kau minta, aku akan memberikan apapun, asalkan kamu bisa membuat mereka bubar," jawab Rayna


"Benarkah apapun yang ku minta?" tanya Flow mengulang kembali, dia seakan tidak percaya dengan semua ini. Jika itu benar, berarti dia bisa meminta uang yang banyak, pikirnya.


"Tentu saja."


"Em, tapi kenapa tidak ada langsung yang turun tangan dan mengambil tunangan anda. Bukan kah itu akan lebih cepat?" tanya Flow.


"Aku sudah berusaha dan keluarga pun sudah berbicara dengan nya. Namun dia keras kepala dan tetap tidak mau meninggalkan gadis itu. Aku sebagai tunangan nya jelas sakit mendengar itu, karena dia lebih memilih orang lain ketimbang Tunangan nya sendiri. Aku tidak melakukan nya sendiri karena ku tidak ingin di cap wanita tak tahu malu karena meminta dia untuk kembali kepada ku," jawab Rayna.


"Bukankah seharusnya dia lebih baik kembali kepada Tunangan nya ketimbang dengan selingkuhan nya?"


"Seharusnya seperti itu, tapi ini tidak," jawab Rayna.


"Mungkin kah Amora sudah menggunakan tubuhnya untuk menjerat tunangan anda, sehingga dia tidak ingin berpaling?" seru Flow berpikir.


"Mungkin saja, Hiks...Hiks....Jika seperti itu aku benar benar akan di tinggalkan, karena dia lebih memilih wanita yang memberikan kepuasan," jawab Rayna menangis.


Flow sungguh tidak tega melihat kesedihan Rayna. Dalam hati dia sungguh membenci Amora. Dia tidak habis pikir, dia kira Amora sangat polos, namun kenyataan nya sangat menjijikkan, sama seperti wanita jala*ng yang menjual tubuh nya demi menjerat laki laki yang seharusnya bukan milik nya.


.


.


.

__ADS_1


Selamat membaca


Jangan lupa like, komen dan vote serta hadiah nya.


__ADS_2