
Setelah beberapa hari kembali dari Negara N, Aldirch selalu saja menempel kepada Amora. Takut jika ada yang melukai kekasihnya itu.
"Sayang ada apa dengan mu?" tanya Amora yang sedikit risih karena Aldirch terus saja menempel padanya.
"Aku takut kehilangan mu," jawab Aldirch.
"Kehilangan Ku? Aku kan tidak kemana mana."
"Tapi aku tetap takut," jawab nya manja.
Amora yang melihat Aldirch akhir akhir ini aneh selalu mendesah, pusing dengan tingkah kekasih nya itu. "Sayang, nanti kita jalan jalan yuk, aku suntuk di rumah terus," ucap Amora yang ingin membawa Aldirch jalan jalan agar tidak terus menempel padanya.
"Jalan jalan?" tanya Aldirch dan di angguki Amora.
"Baiklah, aku akan menjemput mu nanti. Dandan yang cantik ya," Aldirch mengecup bibir Amora.
Amora tersenyum setelah itu mengantarkan Aldirch sampai depan kontrakan nya. Aldirch akan pulang dan akan kembali lagi nanti malam untuk menjemput Amora.
Tak jauh dari sana seorang gadis menatap kesal sambil mengepalkan tangan nya dan pergi meninggalkan tempat itu.
Malam hari, Aldirch sudah siap menjemput kekasih nya, dia duduk di atas motor menatap spion membenarkan rambutnya. "Tampan," gumam nya puas saat melihat wajah tampan nya.
Setelah cukup Oke penampilan nya, Aldirch mengendarai motornya menuju kontrakan Amora. Setelah sampai, dia menghubungi Amora bahwa dirinya telah sampai.
Amora yang tahu kekasih nya datang langsung keluar, Aldirch yang melihat terpesona dengan kecantikan kekasih kecil nya itu. "Kamu sangat cantik sayang," puji nya dan membuat pipi Amora bersemu merah.
Aldirch yang melihat Amora bersemu tersenyum manis. "Sayang bagaimana kalau kita di kontrakan saja? Aku tidak rela jika nanti kamu di pandang oleh laki laki lain! Kau hanya milik ku, tidak boleh ada yang melihat mu secantik ini. Bagaimana kau mau kan?"
"Tidak! Aku ingin jalan jalan. Jika kita tetap disini aku yakin kau akan menghabisi ku," Amora cemberut karena Aldirch ingin membatalkan acara jalan jalan nya.
"Kenapa kamu jadi pintar sih, em...! Memang nya kamu tahu aku akan menghabisi mu? Tapi memang benar sih aku ingin menghabisi mu di kamar," jawab Aldirch asal dan langsung dapat pukulan di lengan nya.
"Ini mau jalan atau tetap disini?" tanya Amora naik ke motor.
"Tentu saja jalan dong. Tapi nanti kasih hadiah ya," pintanya dan membuat Amora tidak mengerti. Hadiah apa pikir nya?
"Hadiah! Hadiah apa?"
__ADS_1
"Diri mu," jawab Aldir santai dan memulai menyalakan motor nya.
"Aku? Jangan macam macam, aku tidak mau," kesal nya sambil cemberut.
"Haahahah...memang apa yang kamu pikirkan Yang? Kamu memikirkan itu? Jika iya, tidak apa apa, aku akan mengabulkan nya jika kau mau."
Amora yang mendengar langsung saja mencubit pinggang Aldirch dengan kuat.
"Au...Sakit sayang, jangan mencubit ku. Aku takut nanti pinggang ku tidak kuat lagi."
"Apa urusannya cubitan dengan pinggang tidak kuat?" Amora sungguh bingung dengan ucapan Aldirch yang aneh.
Mereka berdua terus saja bercanda dan saling menjahili, hingga tak terasa mereka sudah sampai di tempat tujuan, Dongdaemun Design Plaza. Sesampai nya di sana Aldirch membawa Amora ke Rooftop Garden melihat Taman bercahaya dengan 21.000 Mawar LED yang terletak di atas Landmark kota Neofuturistik.
Sungguh indah sekali. Amora yang melihat terpesona dengan keindahan Mawar LED yang bercahaya di malam hari. "Ini indah sekali Sayang."
"Kamu suka?" Tanya Aldirch menatap wajah Amora dengan lembut.
"Em, sangat suka. Terimakasih karena sudah membawa ku kesini, melihat keindahan yang belum pernah ku lihat selama ini," Amora menghadap ke Aldirch membalas tatapan itu.
Amora mengalungkan tangan nya di leher Aldirch. Sedangkan Aldirch memeluk pinggang ramping itu dengan erat.
Dari arah lain seorang memotret mereka dan mengirimkan foto itu ke nomor Tuan nya. Anak buah Tian yang tahu pergerakan seorang yang mencurigakan langsung mengejar dan menangkap orang itu. Orang yang mengirim foto itu kabur saat melihat beberapa orang mengejar nya.
"Sial! Kenapa mereka melihat ku?" orang itu terus berlari menghindari kejaran anak buah Tian.
"Tangkap dia. Jangan biarkan dia lolos," perintah ketua kelompok bayangan milik Tian.
Anak buah Tian mengeluarkan Pistol nya dan membidik orang itu sambil terus mengejar.
Door....
Dooor. ...
Suara tembakan dan aksi kejar kejaran itu membuat orang menyingkir dari jalanan. "Kalian lewat sana, hadang dari arah samping."
"Baik," mereka pun berpencar untuk menangkap satu orang itu.
__ADS_1
Saat melihat orang itu Anak buah Tian menembakkan pistol ke arah tubuh.
Door..
Tembakan itu mengenai lengan. Orang yang terkena tembakan itu melihat lengan nya terluka, namun dia tidak memperdulikannya. Dia terus berlari menghindari kejaran anak buah Tian.
"Keras kepala," Anak buah Tian membidikkan tembakan nya kembali.
Door...
Argh! Teriaknya saat punggung orang itu terkena tembakan. Dari arah samping anak buah Tian yang melihat langsung menendanh hingga membuat orang itu tersungkur di tanah.
"Tertangkap kau! Berani nya kau mengintai Tuan kami. Bawa dia, kita buat perhitungan dengan nya di tempat lain."
"Baik Bos."
"Lepaskan aku! Jika kalian tidak melepaskan aku kalian akan tahu akibat nya," orang itu meronta dan mengancam.
Anak buah Tian tidak memperdulikan orang yang berani mengintai putra Tuan nya. Mereka membawa orang itu ke suatu tempat. "Beberapa orang harus tatap berada di samping Putra Mahkota."
"Baik Bos. Biarkan kami yang mengawal Tuan Muda." Jawab Beberapa orang dari mereka.
"Baik lah, aku akan membawa nya. Kalian terus awasi Putra mahkota. Jangan biarkan seseorang berbuat sesuatu kepada nya." perintah ketua kelompok itu.
"Baik Bos."
Mereka pun berpencar menjadi dua kelompok. Satu kelompok membawa orang yang mereka tangkap, satu kelompok lagi kembali untuk mengawal Aldirch.
.
.
.
Selamat membaca
Jangan lupa like, komen, dan vote.
__ADS_1