Anak Tak Diakui.

Anak Tak Diakui.
PILIHAN


__ADS_3

Pertarungan kedua belah pihak itu sungguh membuat tempat itu sangat kacau.


Pasukan kerajaan yang sudah terlatih bisa mengimbangi pertarungan nya dengan anggota mafia GEROGRE LORIZD. Suara ledakan tembakan dan perkelahian terus saja berlangsung lama.


Sedangkan Darius dan Tian saling berhadapan.


"Menyerah lah atau ku hancurkan semua nya." Ucap Tian yang saat ini bertarung dengan Darius.


"Aku bukan orang yang mudah menyerah bajingan tengik. Aku akan tetap melawan mu hingga aku menang." Ucap Darius dengan suara lantang.


"Percaya diri sekali kau bisa menang." Ucap Tian masih terus melayangkan pukulan nya pada Darius


Darius mengelak dan menyerang. Tanpa mereka ketahui, Arthur berhadapan langsung dengan Samuel dan saat ini Samuel sedang menginjak kepala Arthur dengan kuat.


"Hei Darius, lihat apa yang akan ku lakukan pada anak mu." Teriak Samuel sambil menodongkan senjata nya ke arah kepala Arthur


Darius yang sedang bertarung dengan Tian langsung menoleh saat mendengar Samuel memanggil namanya.


"Bajingan! Lepas kan anak ku." Marah Darius dan mundur beberapa langkah dari pertarungan nya dengan Tian.


"Mana mungkin dia melepaskannya, aku pun juga tidak akan membiarkan dia melepaskan anakmu, karena anak mu adalah kelemahan mu." Ucap Tian dengan seringainya.


"Bukankah kita sama sama? Kau menahan gadis ku dan aku anak mu. Jika kau ingin aku melepaskan nya, lepaskan juga wanita ku dan semua yang kau tahan."


"Dasar licik." Ucap Darius kesal.


"Kau pun sama." Jawab Tian. "Bawa dia kemari." Perintah nya pada Samuel untuk membawa Arthur di dekatnya.


"Bagaimana? Bukankah pertukaran yang baik?" Tanya Tian memberi tawaran.


Wajah Darius sudah merah padam karena marah. Dengan lantang dia memanggil anak buah nya. "Bawa mereka semua kemari." Perintahnya.


Mendapat perintah itu anak buah dan beberapa yang lainnya pergi ke penjara bawah tanah untuk menjemput tawanan nya. Keluarga Alexander dan Ceril. Sedangkan yang lainnya juga menjemput seseorang lainnya selain keluarga Alexander.

__ADS_1


Tian menunggu kedatangan mereka. Sedangkan Darius diam, namun otaknya sedang berpikir. Senyum licik terbit dibibir nya, Samuel yang melihat mengerutkan kening 'apa yang akan dia rencanakan'.


Tak berselang lama, beberapa orang datang dengan menarik paksa keluarga Alexander dan Haris dalam kursi roda.


Mereka semua meronta agar mereka di lepaskan, begitu dengan Ceril.


"Lepaskan aku." Ucap Ceril memberontak.


"Diam Nona!! Jika anda terus memberontak saya tidak akan segan membunuh Anda sekarang." Ucap orang yang menarik paksa dengan mengancam


"Cih! Hanya mulut besar." Ucap Ceril kesal dan berdecih.


Tian yang melihat Ceril diperlakukan kasar marah. "Kubunuh kau jika berani kasar dengan wanita ku." Teriak Tian dengan mata tajamnya.


"Bawa mereka kemari." Perintah Darius. Anak buah Darius membawa keluarga Alexander mendekat ke Raja mereka. Darius menarik tangan Ceril kasar agar mendekat ke dirinya.


Wajah Tian sangat mengerikan saat tangan Darius menyentuh wanita nya. " Jangan sentuh wanita ku, lepaskan dia brengsek." Kesal Tian mengumpat .


"Sayang." Gumam Ceril lirih.


Melihat itu kemarahan Tian mencapai ubun ubun. "Jika sampai kau melukai wanita ku dan keluarga nya, aku tidak akan segan segan membunuh anakmu." Ucap Tian juga menarik Arthur dalam cengkraman nya, mengacungkan senjata nya di kepala Arthur.


"Ayah….." panggil Arthur agar melepaskan mereka dan menukar dengan nyawanya.


Darius yang mendengar ancaman itu malah menaikkan alisnya seolah tidak peduli. "Jika kau ingin membunuh nya, bunuh saja. Dia sama sekali tidak berguna untukku." Ucap Darius tidak peduli.


"Apa!!! Kaget semua nya saat mendengar apa yang diucapkan Darius, Arthur pun sama dia juga kaget. Dia tidak menyangka bahwa ayah nya bisa berkata seperti itu.


"Kenapa kalian semua kaget? Benarkan kataku, kalau dia memang tidak berguna untuk ku! Dia itu sangat bodoh, bodoh seperti ibunya." Ucapnya sambil menghina mendiang istrinya 


Arthur yang mendengar mengepalkan tangan nya saat ayah nya menghina dirinya dan ibu nya yang telah tiada.


"Jadi kau itu memang bajingan." Ucap Tian sambil matanya melirik ke arah Haris. Haris yang melihat lirikan itu menunduk, ia tahu ia salah.

__ADS_1


"Jadi bagaimana? Kau akan menyerah dan biarkan aku membunuh mu atau kau akan melihat wanita mu dan yang lainnya mati di tangan ku." Ucap Darius memberi kode kepada anak buah nya untuk mengacungkan senjata ke arah semua tawanan nya, keluarga Alexander.


Tian benci dengan keadaan ini. Ini sungguh sangat tidak menguntungkan untuk dirinya. Jika untuk bertarung mungkin dia bisa menang, namun jika dengan cara licik seperti ini dia bingung untuk mengatasinya.


Tian diam berpikir. Jika dia  menyerahkan diri, Tian yakin Darius pasti  akan membunuh semua keluarga Alexander. Namun jika tidak dia akan secara langsung melihat kematian itu.


Dilihatnya pasukannya dan pasukan kerajaan masih terus bertarung untuk memenangkan pertarungan ini. 


"Ayo berikan pilihan mu. Jika kau tidak bisa memberikan jawaban, biarkan kekasihmu memberikan jawaban." Ucap Darius


"Ambil ini." Ucap nya memberikan pistol ke Ceril. Namun Darius masih menodong nya senjata ke kepala Ceril.


"Bunuh Tian atau bunuh ayah mu." Ucap Darius memberi pilihan.


Ceril menatap Darius dengan tajam, apa maksud nya ini. Pikir Ceril.


"Cepat." Perintahnya dengan nada keras.


Ceril pun bingung dengan semua ini. Dilihatnya Tian menatapnya dengan pandangan rumit, beralih menatap keluarga nya, sama juga.


Jika dia melawan pasti orang orang yang menodongkan senjata nya itu pasti akan langsung menarik pelatuk nya ke arah keluarga nya. Jika tidak siapa akan dia pilih.


Semua nya menatap Ceril, menunggu apa yang akan dilakukan Ceril. Ceril kembali menatap Tian dan Tian mengangguk. 


Mengerti arti anggukan itu dengan cepat Ceril  mengarahkan pistolnya ke arah Tian, keluarga Alexander yang melihat tidak percaya bahwa Ceril lebih memilih keluarganya ketimbang Tian, sedangkan Tian, tersenyum kecil begitupun dengan Darius.


Ceril sudah siap menarik pelatuk pistol nya, dan….


Dooor ….Dooor….Dooor…..


Selamat membaca


Oh ya jangan lupa mampir disini juga.....

__ADS_1



  


__ADS_2