
Setelah memerintah bahwa besok adalah hari pelantikannya menjadi Raja. Anak buah Tian mengirimkan surat kepada pemimpin pemimpin Negara terdekat untuk menghadiri acara pelantikan Tian Dominic menjadi Raja baru.
Keesokan hari nya
Para tamu yang diundang berbondong bondong datang, begitupun dengan para warga yang antusias melihat Raja baru mereka yang akan naik tahta. Mereka datang paling awal ingin melihat acara tersebut
Kerajaan kini sangat sangat lah ramai. Pasukan kerajaan sudah berbaris dengan rapi, para tamu undangan duduk di tempat yang sudah disediakan. Sedangkan para warga yang datang sudah diberikan tempat khusus juga.
Acara pun dimulai. Berbagai ritual sudah dilakukan. Dan kini waktu penyerahan Mahkota di kepala Tian.
Tian menunduk saat pemberian Mahkota. Setelah selesai, Tian duduk di kursi paling tinggi, tahta/ singgasana kerajaan NEVOLEON. Sorak Sorai dan tepuk tangan para hadirin yang hadir pun membuat tempat itu menjadi sangat ramai.
Tak lupa Tian juga membacakan Dekrit baru kebijakan kerajaan NEVOLEON, kerajaan yang bersifat Monarki Absolut.
Setelah selesai semuanya, para tamu undangan pun di jamu dengan baik begitupun dengan para warga yang hadir.
Beberapa hari kemudian, Tian yang sudah resmi menjadi Raja duduk di ruang kerja nya menyelesaikan semua tugas tugasnya yang sangat menumpuk.
Pintu di ketuk dari luar.
Tok…Tok…Tok…
"Masuk." Perintah Tian.
Samuel masuk dan menghampiri Tuan nya yang sedang sibuk dengan pekerjaan nya.
"Ada apa?" Tanya Tian menatap Samuel yang baru masuk
"Yang Mulia ini berkas perusahaan yang harus anda tanda tangani." Ucap Samuel menyerahkan berkas perusahaan.
"Tidak bisakah kau memanggil ku seperti biasa, aku mendengar panggilan itu sungguh membuat ku sakit kepala." Ucap Tian.
Samuel diam, setelah itu mengangguk. "Baik Tuan." Jawab nya
"Kenapa pekerjaan ini tidak ada habis habisnya." Keluh Tian melihat pekerjaan nya yang sangat sangat menumpuk. Sedangkan Samuel yang melihat hanya tersenyum.
__ADS_1
"Bagaimana pencarian nya, apakah masih belum ada petunjuk?" Tanya Tian sambil menandatangani berkas yang di serahkan Samuel.
"Belum Tuan," jawab Samuel.
"Hah…baiklah." Ucap Tian sambil menyerahkan berkas yang sudah di tandatangani nya kepada Samuel.
"Oh ya Tuan, besok kita akan ada pertemuan dengan pemimpin Negara S, Pagi pagi sekali kita akan berangkat kesana agar nanti saat sampai kita tidak kesiangan. Anda tidak lupa itu kan Tuan?" tanya Samuel sembari memberitahu.
Em…Tian mengangguk tanda ia ingat.
"Kalau begitu saya permisi dulu Tuan." Pamit Samuel dan di angguki Tian.
Setelah Samuel pergi Tian menghela nafasnya, mengingat Ceril yang belum juga ditemukan.
"Kemana kalian sebenarnya berada. Aku mencari kalian." Batin Tian sambil mengusap wajah nya kasar.
Keesokan paginya, Tian dan beberapa pengawal siap pergi ke Negara S untuk menghadiri undangan pemimpin Negara itu.
Beberapa jam perjalanan menggunakan jet Pribadi, kini Tian telah sampai di bandara Negara S. Disana Tian sudah disambut oleh orang kepercayaan pemimpin Negara S.
"Em, terimakasih sudah menyambut kedatangan kami." Ucap Tian.
"Sama sama Yang Mulai. Mari ikut kami, kami akan mengantarkan anda." Ucap Ed dan Tian pun mengangguk.
Mereka semua masuk kedalam mobil, Tian masuk bersama Tuan Ed. Sedangkan Samuel dan anak buah nya masuk kedalam mobil pribadi mereka mengikuti mobil rombongan Tuan Ed. Dan beberapa menit kemudian mereka akhirnya sampai.
"Silahkan Yang Mulia." Ucap Ed membukakan pintu mobil.
Tian dan rombongan masuk ke kediaman Galvin, disana Tian sudah di tunggu oleh Galvin sendiri.
"Selamat datang Yang Mulai." Sapa Galvin memeluk Tian. "Bagaimana kabar anda?" Tanya nya.
"Baik, tuan Galvin." Jawab Tian membalas pelukan itu
"Jangan terlalu formal Yang Mulia, panggil nama ku saja." Ucap Galvin tersenyum.
__ADS_1
"Anda juga terlalu formal kepada saya tuan Galvin." Jawab Tian.
"Hahahaha….baiklah, baiklah. Ayo masuk." Ajak Galvin
Tian dan semua nya mengikuti Galvin masuk. Tian, Samuel, Gavin dan Ed masuk ke ruang kerja. Sedangkan yang lain berjaga di luar pintu ruang kerja.
Mereka pun membahas kerjasama antara Negara S dan Negara N. Tak terasa waktu yang dibutuhkan cukup lama, dan kini akhirnya selesai.
"Terimakasih sudah menerima kerja sama saya tuan Gavin." Ucap Tian menjabat tangan.
"Sama sama Yang Mulia, saya senang bekerja sama dengan anda juga." Jawab Gavin membalas jabatan tangan Tian.
"Kalau begitu kami permisi dulu." pamit Tian.
"Anda tidak ingin berkeliling di Negara saya ini terlebih dahulu? Saya bisa menemani anda berkeliling jika anda mau," Tanya Gavin menawarkan diri
"Saya akan berkeliling dan melihat lihat, namun biarkan Samuel yang menemani saya. Saya tahu anda sibuk, jadi lebih baik saya pergi sendiri saja." Jawab Tian tidak enak harus di temani oleh Gavin.
"Baiklah, jika itu kemauan anda. Maaf jika saya tidak bisa menemani anda karena sebenarnya saya juga memang sedang sibuk, Hahahhaha……Silahkan menikmati perjalanan Anda di Negara saya Yang Mulia." Ucap Gavin dan Tian pun mengangguk.
Tian pergi bersama anak buah nya. Dan kini dia ingin berkeliling terlebih dahulu melihat keramaian dan kemakmuran Negara S.
"Kita mau kemana Tuan?" Tanya Samuel.
"Cari hotel dulu, setelah malam kita baru keluar." Jawab Tian
"Baik Tuan." Ucap Samuel dan memerintahkan anak buah nya untuk pergi ke Hotel
Setelah memesan kamar hotel, kini Tian sudah berada di kamar Presidential Suite, melempar jas nya dan masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan diri.
.
.
.
__ADS_1