Anak Tak Diakui.

Anak Tak Diakui.
WAJAH PAS PASAN


__ADS_3

Samuel yang sedari tadi mengikuti langsung keluar memberikan ruang kepada pasangan manusia tersebut.


"Nona, bertingkah lah seperti gadis yang manis." ucap Tian mencoba mendorong kepala Ceril yang berada di bahu nya.


"Manis? Bukankah aku sudah bertingkah manis dengan cara seperti ini?" ucap Ceril malah memeluk erat lengan Tian.


Hah.....


Tian hanya bisa menghela nafas melihat Ceril yang susah di ingatkan.


Karena tidak ingin berdebat, Tian mengalihkan pembicaraan. "Kenapa Nona bisa mengetahui saya disini?" tanya Tian membiarkan Ceril terus ber manja dengan nya.


"Aku membuntuti mu." jawab jujur Ceril memutar mutarkan jari nya di dada Tian.


"Membuntuti ku?" ucap Tian.


"Ya." jawab Ceril.


"Apakah dia melihat ku mengantarkan gadis itu kerumah sakit." batin Tian. "Semoga saja tidak." lanjutnya.


"Dan oh ya, kau sangat payah mempunyai pengawal, mereka sangat mudah untuk ku kelabuhi." ucap Ceril senang.


"......." Tian hanya mengernyitkan alisnya. Jelas ia percaya jika anak buah nya payah menghadapi kelakuan gadis nakal di samping nya ini. Ia tahu begitu licik nya gadis ini, sampai sampai dia sendiri tidak bisa mengurus nya.

__ADS_1


"Kau tahu aku menempatkan orang untuk mengawasi mu?" tanya Tian.


"Tentu saja aku tahu, mereka itu begitu bodoh." ucap Ceril.


"Apa bener mereka bodoh? Awas kau Samuel, Mencari pengawal kenapa kau malah menempatkan orang bodoh di sekitarnya. Merepotkan saja." batin Tian.


"Ya mungkin mereka memang bodoh, dan setelah itu aku akan memecat nya." ucap Tian. "Oh ya, sebenar nya ada perlu apa Nona datang kemari?" tanya Tian.


"Aku bosan di rumah." manja Ceril.


"Bosan?" Tian mengernyitkan alis. "Jika anda bosan kenapa anda tidak pergi berbelanja saja. Biasa nya wanita suka belanja untuk menghilangkan bosan." ucap Tian.


"Ah..Kau ini. Aku disini kan belum lama. Mana aku tahu tempat yang menarik untuk ku belanja. Lagian aku tidak ingin sendiri, jika aku ingin belanja aku akan mengajak mu." ucap Ceril.


"Aku tidak mau, aku inginnya hanya bersama mu. Bersama kekasih ku." ucap Ceril mengklaim Tian Pacar nya sambil tersenyum mendongak melihat wajah tampan Tian.


"Baiklah, ayo kita belanja dan berkeliling. Aku sungguh sangat sangat bosan dan ingin memanjakan mata ku yang indah ini." ucap Ceril berdiri. Melihat Tian yang hanya diam Ceril berkacak pinggang. "Kenapa kau tidak berdiri?" tanya nya.


"Bisakah saya tidak ikut? Pekerjaan saya sangat banyak. Anda bisa mengajak Samuel jika anda ingin ada yang menemani anda belanja." tolak Tian.


"Aku tidak mau dengan dia, dia kurang tampan jika berada di samping ku." tolak Ceril mengingat wajah Samuel yang menurut nya pas pasan. "Sudahlah ayo." ajak Ceril menarik tangan Tian.


Eh...Eh ....

__ADS_1


Tian gelagapan di tarik Ceril yang tiba tiba.


Ceril menarik Tian keluar dari ruangan kerja. Di depan pintu, Samuel berdiri menundukkan kepala saat melihat kedua nya keluar.


Tian menatap tajam Samuel.


"Ada apa dengan tuan? Kenapa menatap saya seperti hendak ingin menguliti ku?" batin Samuel bingung.


"Kenapa wajah mu pas pasan? Sungguh merepotkan." bisik Tian di telinga Samuel, setelah itu pergi meninggalkan Samuel yang bingung dengan ucapan tuan nya.


"Memang ada apa dengan wajah ku? Apakah Masalah jika wajah ku seperti ini?" gumam Samuel bingung.


.


.


.


.


Selamat membaca


jangan lupa like and komen serta vote

__ADS_1


__ADS_2