Anak Tak Diakui.

Anak Tak Diakui.
UNGKAPAN


__ADS_3

Malam hari nya.


Benar benar membuat Tian sakit kepala melihat Ceril yang terus menggoda. Seperti saat ini, ingin sekali Tian mengukung tubuh sexy yang ada di depan nya.


"Ya tuhan, tidak bisakah wanita ini tidak menguji ku seperti ini? Aku harus cepat mengusir nya dan berendam air dingin di kamar mandi, jika tidak aku yakin aku tidak akan bisa tidur malam ini." batin Tian sedih harus berendam air dingin malam malam.


"Sayang, apakah kau tidak tertarik dengan ku saat aku berpakaian seperti ini?" tanya Ceril menggoda dengan sikap nakal nya.


Tian mencoba berlaku biasa, agar Ceril lelah dan merasa bahwa Tian sama sekali tidak tertarik dengan nya. Tetapi sesungguhnya Tian mati matian menahan sesuatu yang mulai bangun dari tidur panjang nya.


Tian adalah tipe laki laki setia dan tidak ingin merusak wanita, ia sangat menghargai kehormatan wanita walau dia seorang ketua Mafia. Tian sama sekali tidak pernah menyentuh wanita selama ini. Tapi entah nanti saat Ceril terus menerus menggoda nya, mungkinkah sifat dan sikap Tian selama ini mampu di pertahan kan saat melihat Ceril yang lemah gemulai di depan nya?


. . . .


"Nona tutuplah tubuh anda, kenapa anda memperlihatkannya kepada saya?" keluh Tian.

__ADS_1


"Aku tidak mau." tolak Ceril. "Aku ingin kau melihat ku, hanya melihat ku. Dan setelah itu kau harus mencintai ku seperti aku mencintai mu." lanjutnya duduk di pangkuan Tian.


Mengalungkan tangan nya di leher Tian, Tian memegang pinggang Ceril agar tidak jatuh dalam pangkuan nya, hasil reflek tangan nya.


"Kau tahu? Aku sudah sangat lama mencintai mu." Elus Ceril di pipi Tian menggunakan jari telunjuk. "Mencintai mu sampai membuat ku gila. Tapi apa? Kau sama sekali tidak pernah melihat ataupun membalas cintaku, aku sangat sedih." lanjutnya meletakkan wajah nya di ceruk leher Tian.


Tian hanya diam mendengar curhatan perasaan Ceril. Bukan Tian tidak ingin membalas, hanya saja masih belum waktunya untuk memikirkan sebuah perasaan. Yang saat ini ia fikirkan hanya ingin membalas dendam atas sakit yang di rasakan ibu nya dulu kepada orang orang yang telah membuat mereka menderita.


"Tian." panggil Ceril masih di ceruk leher


"Apakah aku salah jika aku menginginkan mu dan berharap kau menjadi milik ku?" tanya Ceril, namun Tian diam tidak menjawab. Lama menunggu jawaban, namun sama sekali tidak mendapatkan jawaban.


"Kau menyakiti ku Tian." ucap Ceril dengan nada sedih. "Baiklah biarkan aku saja yang terus mengejar dan mengharapkan mu. Aku yakin kau pasti lama lama akan luluh dan bisa menerima diriku." lanjutnya menangkup wajah Tian, melihat mata indah yang penuh pesona.


Tian dapat merasakan hembusan nafas Ceril di depan wajah nya. Wajah yang cantik dan imut, tubuh sexy dan indah, semua seakan sempurna di diri Ceril. Namun Tian tidak ingin merusak gadis yang di depan nya ini.

__ADS_1


Cup


Ceril mencium bibir Tian. Mendiamkan bibir lembut nya sambil memejamkan mata. Tian yang merasakan bibir nya di cium diam, melihat wajah di depan nya yang saat ini memejamkan mata, mungkin karena menikmati.


Lama lama bibir lembut itu bergerak dan menghis*p pelan, menyes*p dengan lembut. Lidah nya menjil**i ingin mendapat kan balasan. Tangan nya ia kalungkan di leher, berharap Tian membalas ciuman nya.


.


.


.


.


Selamat membaca

__ADS_1


Jangan lupa like and komen serta vote


__ADS_2