
Noji menyerang Denis dengan membabi buta. Pasukan Kerajaan ZEPHYRA pun membantu pasukan Mafia GEROGRE LORIZD untuk menghabisi seluruh Mafia YAKUZA.
Pertarungan yang tadi terbilang sengit, kini bertambah sengit. Ledakan ledakan dan tembakan terus bersautan. Kelompok Mafia YAKUZA sungguh sangat tidak di untungkan dengan kedatangan Kerajaan ZEPHYRA. Bagaimana tidak! Jumlah mereka kedua nya di total dua kali lipat dari sebelum nya dan hal itu membuat Mafia YAKUZA kuwalahan menghadapi pasukan yang bertambah banyak itu.
Banyak anggota yang mati, Noji yang melihat Anggota berkurang banyak sungguh sangat geram. Dia sangat marah melihat anak buah nya yang satu persatu mati di bunuh Mafia GEROGRE LORIZD dan Kerajaan ZEPHYRA.
Napas nya naik turun, karena sangat marah. "Bajingan kalian! Kenapa kalian menyerang kami?" tanya Noji sambil terus menyerang Denis.
"Itu karena kalian membuat ulah dengan kami," jawab Denis menangkis serangan Noji.
"Apa! Memang apa yang kami lakukan?"
"Kau telah menculik kekasih Tuan kami," jawab Denis.
"Lalu kenapa Kerajaan ZEPHYRA juga ikut menyerang, padahal kami tidak pernah menyinggung nya?"
"Itu bukan urusan kami. Dan mungkin tanpa setahu mu kalian telah menyinggung nya," jawab Denis yang memang tidak tahu maksud kedatangan Kerajaan ZEPHYRA.
Mungkin jika mereka tahu penyebab nya mereka ikut bertarung, mereka semua sudah di pastikan tidak akan percaya jika Amora adalah putri seorang Ratu dari Kerajaan ZEPHYRA.
"Mana ada! Kami sama sekali tidak pernah menyinggung kerajaan itu. Yang ada kalian lah yang menyinggung ku."
"Cih! Di tolak tapi tidak tahu malu. Dan dengan tidak tahu malu nya lagi, kalian malah menculik kekasih Tuan ku."
"Tutup mulut mu," marah Noji.
Buk..
Buk..
Buk..
Mereka terus bertarung. Di lain tempat, Ratu Isabella juga bertarung menggunakan pisau kesayangannya, di menghunuskan pisau itu di tubuh musuh nya. Walaupun Isabella tidak muda lagi, namun semangat nya masih seperti anak muda pada umum nya.
Buk....
Isabela menendang musuh nya, "Lemah," hina nya dan mengambil pistol, lalu di todongkan nya pistol itu ke arah kepala.
Door....
Orang itu langsung mati di tempat dengan darah tercucur dari kepala.
Dari arah bangunan Nena yang melihat pertarungan itu tercengang dengan apa yang dia lihat. Dia melihat wanita yang sangat dia kenal. "Kenapa dia ada disini? Dasar jala*ng murahan, berani nya kau muncul di hadapan ku," marah nya sambil meremas tangan nya melihat ke arah wanita yang sangat di benci nya itu.
Nena kembali masuk dan mengambil senjata nya, Rayna yang melihat bertanya, "Mama mau kemana? Kenapa membawa senjata itu?"
"Kau tetap lah disini! Mama ingin memberi pelajaran pada wanita jala*ng itu," jawab Nena dengan nada penuh dendam dan amarah.
"Siapa?" tanya Rayna yang sama sekali tidak tahu. Dia baru kali ini melihat Mama nya sangat sangat marah seperti ingin sekali membunuh seseorang.
__ADS_1
"Kau tidak perlu tahu," jawab nya dan pergi menuju Isabella dan meninggalkan Rayna yang sangat bingung.
Nena membawa senjata nya, dua pisau tajam dan runcing serta dua pistol. Di berjalan menuju ke arah Isabella dengan niat membunuh. "Aku harus membunuh wanita jala*ng itu, aku tidak ingin hal yang dulu terulang kembali," gumam nya sambil matanya melihat ke arah Isabella.
Saat sampai.
Door....
Tembakan dia lesatkan ke arah Isabella dan menyerempet lengan putih itu. Isabella yang melihat lengan nya terluka langsung melihat ke arah asal tembakan. Di lihatnya Nena menatap nya penuh seringai sambil membawa pistol nya dan berjalan ke arah nya.
Noji yang melihat istrinya menembakkan senjata nya ke arah Isabella langsung berlari ke arah Istri nya dan meninggalkan pertarungan nya. Denis yang melihat itu sangat geram, dan berlari mengejar Noji dan menendang punggung Noji hingga membuat tubuh itu terhuyung.
"Bajingan kau! Jngan ikut campur urusan ku!" bentak nya sangat marah.
"Kau meninggalkan pertarungan kita, dan melarikan diri. Apa kau takut kalah dari ku?"
"Cih! Siapa yang takut dengan mu. Minggir kau! Jangan halangi jalan ku," usir nya agar Denis pergi dan dia bisa menghampiri Istrinya.
"Tidak akan pernah," jawab Denis santai dan menghalangi jalan Noji sambil bersedekap dada.
Melihat itu Noji sangat-sangat marah. Mata nya terus melihat ke arah Istrinya yang sudah sedikit dekat dengan Isabella.
"Ku harap mereka tidak bertarung," batin Noji khawatir. Entah apa yang di khawatirkan, tapi dia berharap apa yang dia takut kan tidak terjadi.
Namun sial nya yang di takutkan oleh Noji malah terjadi. Nena dan Isabella saling berhadapan dan saling memberikan tatapan sengit permusuhan. "Sial, aku berharap ini tidak terjadi," batin Noji.
Tak hanya Denis saja, Aldirch dan Chloe serta Jaeden juga melihat ke arah Dua wanita itu. Di lihat nya mereka seperti memiliki dendam tersembunyi. Namun mereka sama sekali tidak tahu apa itu. Sambil melihat ke arah mereka berdua, mereka bertiga terus membunuh Kelompok Mafia YAKUZA yang jumlah nya semakin sedikit.
"Sayang," panggil Jaeden keras dan Chloe pun langsung menoleh ke arah teman berasa kekasih itu. Ya, Jaeden lebih sering memanggil dengan panggilan sayang ketimbang Princess atau pun Chloe. Walaupun mereka berdua sama sama belum mengungkapkan perasaan, tapi Chloe tidak menolak panggilan itu. Bahkan dia sangat senang jika Jaeden memanggil nya dengan panggilan Sayang.
"Kau disini?" tanya Chloe mengerutkan kening melihat Jaeden yang amburadul. Namun itu malah terlihat keren dan mempesona di mata Chloe. Menurutnya Jaeden terlihat lebih Hot, apalagi melihat keringat Jaeden yang menetes di keningnya. Uh, sangat sangat menggairahkan.
Jaeden mendekat dan ditatapnya wajah yang nampak lelah itu. Dia menyeka keringat yang ada di kening Chloe dengan sapu tangan nya. Sedangkan Aldirch yang melihat sangat jengah. "Jangan pamer kemesraan di depan ku. Apa kalian tidak tahu jika aku menghawatirkan wanita ku?"
"Pergilah ke bangunan itu, aku yakin dia ada disana," jawab Jaeden.
"Kita kesana bersama, aku yakin di dalam sana tidak hanya ada Amora saja," imbuh Chloe.
"Baik, ayo kita ke bangunan itu. Biarkan disini mereka yang menanganinya," ucap Jaeden dan di angguki mereka berdua.
Anggita Mafia YAKUZA yang bertahan tinggal sedikit, Jaeden yakin anggota Mafia GEROGRE LORIZD dan Kerajaan ZEPHYRA bisa mengatasi itu. Terutama paman Arsen, Dave, Denis, dan Samuel. Mereka yakin bisa membunuh orang orang kepercayaan Noni Nakata. Dan untuk kedua wanita yang saat ini saling berhadapan, biarkan mereka menyelesaikan masalah nya. Yang saat ini menjadi prioritas nya adalah menyelamatkan Amora.
.
.
Mereka bertiga pergi ke bangunan, sesekali mereka membunuh musuh nya yang berani mengadang mereka. Saat sampai di bangunan itu, Aldirch menendang pintu itu hingga jebol. Dan di dalam terlihatlah Amora yang sedang di ikat di sebuah kursi kayu. Wajah nya penuh memar karena siksaan yang di lakukan Rayna Nakata.
Rayna yang mendengar pintu nya di jebol oleh seseorang langsung menoleh, di lihatnya Aldirch, Chloe dan laki laki tampan yang tidak di kenal nya masuk kedalam ruangan itu.
__ADS_1
"Jangan mendekat! Jika kau mendekat aku akan membunuh wanita ini," ancam nya sambil menodongkan pistol ke arah kepala Amora.
Amora mendongak menatap wajah Rayna, "Bunuh saja jika kau berani! Ayo tarik pelatuk nya dan bunuh aku. Aku tidak takut mati," tantang Amora.
"Hahahah.......Benarkah kau tidak takut mati?" tawa Rayna pecah menertawakan keberanian Amora.
"Apa kau yakin mereka dapat menyelamatkan mu, jika kau benar-benar menembak mu? Tidak! Mereka tidak akan bisa menyelamatkan mu, karena aku juga akan membunuh mereka bertiga."
"Kalian keluar dan bunuh ketiga orang ini," perintahnya memanggil anak buah nya yang sejak tadi bersembunyi. Rayna tahu pasti akan ada yang datang ke ruangan nya ini. Oleh sebab itu di menempatkan beberapa penjaga kuat di ruangan itu untuk menjaga nya dan menjaga tawanan nya.
Anak buah Rayna pun keluar dan kini dengan gagah nya mereka berdiri di depan Aldirch, Chloe dan Jaeden. Menatap nya dengan niat membunuh.
"Bunuh mereka. Jangan biarkan mereka hidup," perintah Rayna dengan nada keras.
Lima orang itu pun langsung menyerang Aldirch, Chleo dan Jaeden. Mereka kembali bertarung melawan Lima orang bertubuh kekar. Sedangkan Rayna yang melihat tersenyum menyeringai.
Rayna melepas ikatan di tubuh Amora, tapi tidak dengan tangan nya. Dia menyeretnya paska keluar dari bangunan itu tanpa sepengetahuan mereka bertiga yang masih fokus melawan musuh yang ada di depan nya.
"Lepas!" Amora meronta
"Aku tidak akan melepaskan mu," jawab Rayna terus menarik Amora ke tempat persembunyian. Namun Amora terus memberontak hingga membuat Rayna kesusahan. Tak disia-siakan oleh Amora, Amora mendorong tubuh Rayna hingga terjatuh, dan hal itu di gunakan untuk kabur dan berlari mencari bantuan.
Namun sial nya dia berlari, Amora malah menabrak tubuh Nena Nakata karena tidak melihat arah depan.
Bruuk...
"Amora...!" panggil Isabella yang melihat putri nya.
"Kau mengenal nya?" tanya Nena mencengkram tangan Amora dengan kuat, karena Amora mencoba melepaskan diri dari nya.
Namun Isabella tidak menjawab, mata nya terus menatap ke arah Amora. Mata yang menjadi sayu karena rasa kerinduannya terhadap putri nya yang dia tinggalkan beberapa tahun yang lalu.
Dia ingin sekali memeluk tubuh putri cantik nya itu, namun saat melihat ke arah Nena yang mencengkram tangan Amora kuat, mata sayu itu kini berubah dengan tatapan tajam. "Lepaskan dia," perintah nya.
"Melepaskan nya! Enak saja. Dia itu tawanan ku, jadi aku tidak akan melepaskan nya." jawab Nena "Tapi jika kau menginginkan nya, hadapi aku."
"Siapa takut! Kau pikir aku takut dengan mu? Tidak! Aku sama sekali tidak takut dengan mu. Jangan kau kira aku masih seperti dulu, tidak! Aku bukan Isabella yang dulu lagi, aku adalah Isabella yang kuat dan tidak lemah," jawab nya.
.
.
.
Selamat membaca
semoga suka
jangan lupa like, komen, tap favorit, dan hadiah serta Votenya.
__ADS_1