Anak Tak Diakui.

Anak Tak Diakui.
AMORA DAN ALDIRCH (SESUATU YANG TIDAK DI KETAHUI ISABELLA)


__ADS_3

"Baik lah, jika itu keinginan mu. Aku benar benar akan menghadapi mu dan membunuh mu," ucap Isabella sambil matanya melirik Amora.


Pandangan yang di berikan Isabella tentu saja di tangkap oleh Nena Nakata, "Sepertinya dia ada hubungan dengan Gadis ini," batin Nena terus berpikir.


Sebelum Isabella menyerang Nena Nakata, Rayna datang menghampiri mereka bertiga. "Ma,"


"Ah, akhirnya kamu datang. Pegang gadis ini, jangan sampai dia kabur. Mama akan berurusan dengan wanita jala*ng ini," perintah nya sambil menatap Isabella penuh permusuhan.


Nena Nakata, menyerahkan Amora yang tangan nya terikat kepada Rayna. Dan Rayna pun membawa Amora menjauh dari dua wanita yang seperti nya memiliki dendam kusumat.


"Aku tidak akan menyerah lagi untuk saat ini Wanita tua," ucap Isabella sedikit menghina dan menekankan bahwa Nena sudah lah tua.


"Dasar wanita jala*ng berani nya kau mengatai diri ku wanita tua. Apa kau tidak sadar jika diri mu juga sudah tua, Cih!!"


Tapi perbedaan kita masih jauh, aku masih lah lebih muda dari mu."


"Kurang ajar!!!" marah Nena dan langsung menyerang Isabella.


Trang....


Dua pisau saling beradu. Nena menyerang menggunakan pisau nya dan Isabella menangkisnya dengan pisaunya. "Lemah," hina Isabella dan menendang perut Nena hingga mundur beberapa langkah.


Mata Nena menatap tajam, "Akan ku bunuh kau wanita sialan!" lanjutnya dan maju menyerang Isabella kembali.


Pisau mereka saling beradu, dan tendangan tendangan pun juga mereka berdua layang kan. Namun keahlian kedua sudah sangat terlihat, jika Isabella lebih mendominasi pertarungan nya. Isabella terus tersenyum mengejek.


Buk...


Buk...


Buk...


Pukulan terus saja mereka beruda layangkan, dan Isabella terus menyerang tanpa memberi jeda, Dia memutar tubuh nya dan menendang Tubuh Nena dengan kuat.


Buk...


Uhuk... Uhuk....


Nena terpental dan tersungkur di tanah sambil memuntahkan seteguk darah dari mulut nya karena kuat nya tendangan Isabella.


"Ini tidak mungkin! Tidak mungkin dia benar benar pandai bertarung," Nena seakan tidak percaya jika Isabella benar benar pandai bertarung. Yang dia tahu, Isabella adalah wanita yang mudah di gertak dan mudah di kalahkan. Tapi kenyataan nya tidak, Isabella bukan lah Isabella yang dulu lagi.


"Tidak mungkin Kenapa? Apa kau tidak percaya seperti apa diri ku sekarang? Ya, ini lah kenyataan siapa diri ku, Nena Nakata!" jawab Isabelle yang berjalan mendekati Nena sambil membawa pistol di tangan kanan nya.


Rayna yang melihat langsung mendekat sambil menyeret Amora, "Jangan berani macam macam dengan Mama ku! Jika kau berani menggunakan pistol mu itu, aku juga akan menembak gadis yang ada dalam genggaman ku ini," ancam nya sambil menodongkan pistol di kepala Amora.


Isabella menoleh, menatap Rayna dan Amora. "Cih! Gadis ingusan berani mengancam ku, kamu pikir aku takut?" tanya Isabella meremehkan.


Rayna diam, dia kira Isabella akan takut dengan ancaman nya yang menggunakan Amora, tapi sepertinya tidak. Isabella malah seperti tidak peduli jika Amora mati.


Tapi kenyataan dalam hati Isabella, dia mengutuk Rayna. "Jika sampai kau berani melukai putri ku, aku benar benar akan mencincang ku gadis sialan!"


"Bunuh gadis itu Rayna, jangan pedulikan Mama," perintah Nena sambil tersenyum menyeringai. "Aku tidak yakin jika dia akan diam saja melihat gadis itu mati."


Isabella yang mendengar langsung menatap tajam Nena, kaki nya menendang tubuh Nena hingga membuat Nena tersungkur lagi. Tanpa ragu kaki nya menginjak kepala Nena dan menekannya dengan kuat. Tangan nya terangkat menodongkan senjata nya di atas kepala Nena, "Berani nya kau berbicara seperti itu! Kau benar benar ingin mati Nena sialan!"


"Hahahahah......Sekarang aku yakin jika gadis itu pastilah berharga untuk mu," jawab Nena yang kepala nya sedang di injak Isabella.

__ADS_1


"Berani kau berbicara lagi aku akan memecahkan kepala mu," marah Isabella menekan lebih kuat.


Ugh!!!


"Jangan macam macam dengan ku, kau tidak tahu keji nya diri ku. Dan kau gadis sialan! Jika kau sayang nyawa Mama ku ini lepaskan gadis itu," perintahnya.


"Jangan dengarkan dia. Bunuh saja gadis itu," perintah Nena pada Rayna.


Rayna mengangguk. "Jika kau benar-benar membunuh Mama ku, aku akan membunuh gadis ini."


Isabella diam, namun mata nya melirik satu arah. Senyum seringai terbit di bibir nya, "Jika kau Memang bisa lakukan."


Isabella malah memerintah Rayna membunuh Amora. Amora yang ada di tangan Rayna hanya diam, dia sangat tenang dan tidak ada ketakutan sama sekali.


Rayna yang mendengar sangat marah, dia menggerakkan jari nya perlahan untuk menarik pelatuk Pistolnya. Isabella yang melihat pun sama dia juga dengan pelan menarik pelatuk nya ke arah Nena. "Ku harap kau tidak menyesal Gadis ingusan."


Amora yang melihat dirinya terancam, kaki nya menginjak kaki Rayna dan membenturkan kepala nya ke kepala Rayna hingga membuat Rayna kesakitan dan melepaskan dirinya.


Sedangkan Isabella menarik pelatukanya untuk menembak Nena Nakata


Door.....


Argh!


Teriakan kesakitan Isabella karena mendapatkan tembakan dari seseorang tepat mengenai lengan nya. Isabella mundur dan di saat itulah Nena langsung menyelamatkan diri mendekati suami nya, Noji Nakata.


"Kau tidak apa apa?" tanya Noji


"Tidak apa apa, untung kamu tepat waktu." jawab Nena.


Amora yang selamat mendekat ke arah Isabella, dia yakin jika wanita itu adalah wanita yang baik, dan sepertinya dia berniat untuk menyelamatkan.


Chloe, Aldirch dan Jaeden yang sudah selesai membunuh orang yang menghadang nya kini juga berada di tempat itu. Begitu pun dengan Denis yang kecolongan karena Noji kabur dari nya, kini dia juga berdiri di tempat itu.


"Aku tidak bermaksud menembak mu," jawab Noji tegas, namun dalam ketegasan itu seperti ada penyesalan.


"Cih! Tidak bermaksud kata mu? Bajingan tetaplah bajingan."


"Tutup mulut mu wanita sialan!" marah Nena karena Isabella menghina Suami nya dengan kata bajingan.


"Dia memang pantas menyandang panggilan itu," jawab Isabella dan langsung mendapatkan tembakan dari Nena.


Door ...


Tembakan itu tepat mengenai bahu Isabella.


"Nena....."Teriak Noji pada istri nya. Wajah Noji memerah karena marah melihat Nena yang berani menembak Isabella.


Chloe yang melihat Nena berani menembak wanita yang ada tak jauh dari nya juga mengangkat pistolnya.


Dooor...


Chloe juga sama menembak tepat di bahu Nena. Noji yang hendak marah kepada istrinya menoleh ke arah Chloe karena melihat keberanian Chloe yang menembak istrinya.


"Berani nya kau menembak istri ku!"


"Kenapa tidak berani? Bahkan membunuh nya pun aku berani," jawab Chloe tanpa takut, Jaeden yang ada disampingnya tersenyum dengan keberanian calon istrinya.

__ADS_1


"Dia memang pantas mendapatkan nya, begitupun dengan diri mu," jawab Isabella dengan memegang bahu nya yang berdarah.


"Bunuh dia Suami ku. Aku tidak ingin melihat nya lagi," perintah Nena Nakata sambil menunjuk Isabella.


"Tidak! Aku tidak akan mengulang kesalahan ku lagi," jawab Noji sambil melirik Isabella dan Amora.


Semua yang ada di tempat itu menatap Noji Nakata. Dalam pikiran mereka bertanya tanya dengan apa yang di ucap kan Noji yang tidak ingin mengulang kesalahan nya lagi.


Amora yang ada dalam pelukan Aldirch juga bingung karena Noji juga sempat melirik Amora yang memiliki wajah hampir sama persis dengan Isabella.


"Apa maksud mu? Apa kau masih memiliki rasa pada nya?" tanya Nena menunjuk Isabella.


Noji diam, namun pandangan nya menatap Isabella. Isabella yang di tatap membuang muka, muak melihat wajah orang yang pernah membuat nya terluka.


Nena yang melihat diam nya Noji tertawa keras. "Hahaha......ternyata kau masih sama Noji Nakata. Selama ini kau ternyata masih menyimpan hati dengan wanita sialan itu. Tapi itu tidak akan ku biarkan. Kau harus patuh pada ku, dan akan terus menjadi milik ku. Tapi jika kau tidak mau mematuhi ku untuk membunuh Dia__" tunjuk ya pada Isabella. "Aku lah yang akan membunuh nya."


Nena menyalakan kembang api ke langit, memberi tanda ke anah buah pribadi nya untuk datang ke tempat itu. Semua melihat itu dengan diam, mereka semua tidak tahu tanda apa itu. Tak berselang lama banyak anggota datang dan mengepung mereka semua.


Semua yang ada di situ tentu saja terkejut, begitupun dengan Noji. "Apa apaan kau?"


"Ini lah, akibat nya jika kau tidak mematuhi ku. Kamu mikir aku tidak memiliki bawahan lain selain anak buah yang kau kerahkan di tempat ini. Kau salah! Aku memiliki banyak dan jangan lupakan jika aku ini putri dari Mafia Yakuza, dan kau itu hanyalah menantu. Jadi jangan lupakan semua itu, kau harus tunduk pada ku dan tidak boleh membantah perintah ku," ucap nya dengan pandangan tajam ke arah Noji.


"Sekarang pilihlah? Kau memilih membunuh Isabella dengan tangan mu sendiri atau aku yang akan membunuh nya berserta dengan yang lainnya."


Chloe yang mendengar sangat marah. "Jangan harap kau bisa membunuh kami Nenek lampir."


Samuel, Arsen dan Dave yang melihat itu juga datang bersama anak buahnya yang telah selesai membunuh Mafia YAKUZA, anak buah Noji.


Kami tidak akan membiarkan kau menyentuh Tuan kami," jawab Samuel menyela.


Kini anggota GEROGRE LORIZD lah yang balik mengepung Anggota Mafia YAKUZA milik Nena. Nena yang melihat tentu saja terkejut karena kini dirinya lah yang balik di kepung. "Kurang ajar!" marah nya


"Bunuh mereka semua. Jangan biarkan mereka hidup, aku ingin melihat mereka semua mati," perintahnya kepada anak buah nya.


Dan kini pertarungan babak kedua pun di mulai. Pertarungan antara Mafia Yakuza milik Nena Nakata kini melawan Mafia GEROGRE LORIZD milik Chleo.


Semua nya pun kembali bertarung. Nena hendak menyerang Isabella namun dihadang oleh Noji. "Minggir kau!" teriaknya kesal dan marah.


"Aku tidak akan membiarkan mu menyakitinya lagi. Cukup dulu kau memerintah ku untuk membunuh anak ku. Untuk sekarang aku tidak akan mengulang kesalahan itu lagi sehingga membuat aku tidak bisa bersama dengan putri ku. Selama ini aku sudah mematuhi semua keinginan mu, karena kau selalu mengancam akan membunuh kedua orang tua ku yang lemah menggunakan kekuasaan ayah mu itu. Tapi tidak untuk saat ini, aku tidak akan mematuhi mu lagi karena sekarang tidak ada yang aku takutkan. Kedua orang tua ku pun juga sudah mati, jadi jangan harap bisa mengatur ku lagi."


Isabella yang mendengar mengerutkan kening mendengar apa yang di ucapkan Noji kepada Nena. Sepertinya ada sesuatu yang tidak dia ketahui, pikirnya.


"Jadi kau sudah mulai membangkang Noji? Baik lah, aku tidak akan segan juga untuk membunuh mu."


Door...


Argh!


.


.


.


Maaf ya, Autor sebenernya masih sakit mata, satu hari hanya bisa bikin ini. Sedikit demi sedikit saya buat. Jika terasa panas matanya saya rehat dulu, di lanjut nanti lagi jika sudah sedikit enakan.


Bukan Autor tidak ingin lanjut, tapi keadaan Autor yang sedikit tidak baik jika di paksakan takut bertambah sakit. Jadi minta maaf🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2