Anak Tak Diakui.

Anak Tak Diakui.
AMORA dan ALDIRCH ( KENYATAAN)


__ADS_3

Beberapa hari kemudian. Flow lebih memperlihatkan ketidaksukaannya terhadap Amora. Sering kali apa yang di lakukan Amora selalu salah dimatanya, dan diapun juga selalu seenak nya sendiri terhadap Amora.


Seperti saat ini meminta Amora untuk membuatkan makan siang untuknya. "Amora....." panggil Flow dengan berteriak.


Amora yang sedang tiduran sehabis sekolah langsung bangun. "Ada apa lagi dia teriak teriak," kesal Amora pergi menuju kakak nya.


Setelah sampai, Amora bertanya. "Ada apa kak."


"Lelet sekali," Gerutu Flow dengan kesal.


"Kan butuh waktu dari kamar ku kesini kak," jawab Amora menatap kakaknya yang sedang mengupas buah.


"Kau itu pintar sekali menjawab. Sekarang tugas mu buatkan aku makan siang, aku sudah lapar," perintah nya tanpa menatap Amora.


Amora yang sudah biasa mendapatkan perintah itu langsung pergi ke dapur membuatkan makan siang untuk kakaknya.


Hah....


Walaupun Amora sedikit keberatan, tapi dia selalu menuruti. Dia tidak ingin membuat kakaknya kecewa apalagi ini pertemuannya selama bertahun tahun lamanya. Walaupun sering kali mengeluh Amora tetap menjalaninya


Cukup lama memasak, masakan itu pun telah jadi. Dan kini Amora membawanya ke meja makan untuk di hidangkan.


"Silahkan di nikmati kak," ucap Amora hendak duduk di kursi dan akan ikut makan siang bersama dengan kakaknya. Namun sebelum ia duduk, Flow berkata. "Mau apa kau?"


Amora yang hendak duduk langsung berhenti, menatap wajah Flow yang menatap sambil mengerutkan kening.

__ADS_1


"Mau makan," jawab Amora jujur.


"Siapa yang meminta mu makan disini?" tanya Flow


"Tidak ada. Tapi aku lapar, jadi apa salahnya jika aku makan. Lagian aku juga yang masak," jawab Amora tanpa takut.


Brak.


Flow menggebrak meja dengan keras karena Amora selalu membantah.


"Pergi kau! Aku tidak sudi makan bersama mu! Asal kau tahu. Seharusnya kau itu nurut dengan apa yang ku perintahkan. Kau itu hanya menumpang di rumah ku, jadi tak seharusnya kau membantah ku," ucap Flow dengan keras.


Amora yang mendengar apa yang di ucapkan Flow bingung. 'Menumpang' Apa maksudnya?.


"Heh, jadi kau belum tahu?" tanya Flow dan diangguki Amora. "Akau katakan dengan jelas dan dengarkan baik baik. 'Kau itu bukan lah adik ku, dan kau juga bukan anak kedua orang tua ku. Kau itu hanya anak pungut yang beruntung karena di rawat oleh orang tua ku," ucap Flow dengan nada jelas.


"Bukan adik mu? Bukan anak bapak dan ibu? Anak pungut?" gumam Amora berfikir


"Kakak jangan bercanda dan jangan membuat ku takut! Itu bohong kan?" tanya Amora menatap Flow.


"Tidak, dan itu kenyataan nya. Apa kau masih belum percaya?" tanya Flow dan diangguki Amora. Flow mengambil handphone nya dan memutar sebuah rekaman. "Dengar ini baik baik," perintahnya sambil meletakkan Handphone nya di atas meja.


Amora mendengarkan apa isi dai rekaman itu. Lama dia mendengar kan, Amora menutup mulutnya dengan kedua tangan nya, tidak menyangka bahwa dia benar benar bukanlah anak Kedua orang tuanya.


Flow memiliki rekaman itu beberapa hari yang lalu saat dia bertanya siapa Amora sebenar nya. Flow yang tidak yakin bahwa Amora anak ibu nya, akhirnya mendesak ibu nya untuk mengatakan siapa Amora sebenarnya. Dan tidak disia-siakan oleh Flow dia merekam apa yang di katakan ibu nya kepadanya, bahwa Amora bukanlah anak kandungnya. Anak yang dia temukan nya saat bapaknya pulang dari kerja.

__ADS_1


"Tidak! Itu tidak mungkin," ucap Amora tidak percaya.


"Apanya yang tidak mungkin? Jelas jelas ibu yang mengatakan nya. Jika kau punya malu lebih baik sekarang kau pergi, kau itu hanya beban untuk Ibu dan Bapak. Dan lagian aku juga sudah kembali, Bapak dan Ibu pastinya tidak menginginkan mu lagi," ucap Flow benar benar tidak suka akan kehadiran Amora, dan berharap Amora pergi dari rumah nya.


Amora yang mendengar itu langsung pergi berlari menuju kamar nya, masuk dan mengunci pintunya.


Hiks....Hiks...Hiks...


Amora menangis, mendengar kenyataan bahwa dirinya bukan anak dari Bapak dan ibu nya.


"Benarkah aku memang bukan anak Bapak dan Ibu?" ucap Amora sambil menangis sendirian. Amora membayangkan kebersamaannya bersama dengan Ibu dan Bapak nya. Walaupun Lusi sering memarahinya, namun lusi sangat menyayanginya.


"Benarkah Ibu tidak menginginkan Mora? Apakah Mora memang beban untuk Ibu?" tanya Mora pada dirinya sendiri sambil menangis.


Sedangkan di ruang makan, Flow tersenyum senang melihat Amora yang menangis. Dia malah menikmati makanan nya tanpa memperdulikan Amora yang sedang menangis di kamar nya.


..


..


..


Selamat membaca


Jangan lupa selalu ikuti cerita Amora Dan Aldirch, nanti bakal seru lho karena nantinya Mafia GEROGRE LORIZD akan berhadapan Dengan Mafia Yakuza demi menyelamatkan Amora kekasih Aldirch.

__ADS_1


__ADS_2