
Setelah Ceril benar benar bangun dari koma nya, semua keluarga merawatnya dengan sangat baik. Begitupun dengan Tian yang merawatnya dengan baik, sampai sampai dia enggan untuk meninggalkan Ceril.
"Sayang, apakah kau akan disini terus?" tanya Ceril menatap Tian.
"Ya, memang nya kenapa? Apakah kau tidak ingin di temani Calon Suami mu ini?" tanya Tian menyentuh pipi Ceril dengan lembut.
"Bukan begitu," jawab Ceril
"Aku mencintai mu sayang, jadi jangan larang aku untuk menemani mu," ucap Tian mendekatkan wajah nya dan mencium bibir Ceril.
Tian melum**at dan menyes**p bibir pucat Ceril, saat menikmati tiba tiba pintu di buka oleh Chloe.
Brak..
"Daddy.." panggil Chloe berlari dan langsung naik ke ranjang bersama Ceril dan Tian. Tian yang sedang menikmati bibir Ceril langsung melepas dan menangkap tubuh Chloe saat Chloe menubruk tubuh Tian.
"Daddy edang apa?" tanya Chloe.
"Menemani Mommy," jawab Tian mengelus punggung Chloe yang sedang tengkurap di atas tubuhnya.
"Api, adi Daddy akan bibing Mommy? Anti alau bibing Mommy abis agaiana?" tanya Chloe yang bertanya bagaimana kalau bibir Mommy habis karena di makan Tian.
Tian yang mendengar tertawa keras saat putrinya bertanya seperti itu.
"Bibir Mommy tidak mungkin habis Baby, karena Daddy hanya menyes*p nya saja, tidak di makan," jawab Tian.
Ceril yang mendengar langsung memukul lengan Tian, Ceril takut Chloe akan bertanya apa itu menyes*ap. Namun apa yang dia khawatirkan benar terjadi, Chloe bertanya apa arti kata menyes*ap.
"Esap tu apa Daddy?" tanya Chloe menampilkan wajah menggemaskan nya.
"Em, apa ya?" Fikir Tian bingung menjelaskan.
"Rasain. Makanya jangan bicara yang aneh aneh," ucap Ceril
"Apa?" tanya Chloe lagi.
"Untuk saat ini Daddy tidak bisa menjelaskan, namun jika Chloe sudah besar pasti Chloe akan tahu jawaban nya," jawab Tian sambil mencium hidung Chloe.
__ADS_1
"Oh ya, bagaimana kalau kita jalan jalan! Daddy akan mengajak mu berbelanja, mau tidak?" tanya Tian mengalihkan pembahasan.
"Au, yeee....."Senang Chloe. "Mommy agaiana?" tanya Chloe menatap Ceril.
"Mommy di rumah, Chloe pergilah bersama Daddy," jawab Ceril mengelus kepala Chloe dengan Sayang.
"Ayo Daddy," ajak Chloe berusaha turun dari ranjang sendirian. Melihat usaha Chloe yang turun, Ceril dan Tian terkekeh.
"Aku mencintai mu sayang," ucap Tian Mencium bibir Ceril dan menyes**ap nya. Ceril yang merasakan bibir nya di sesap teringat akan Chloe. Ceril pun memukul lengan Tian.
"Ada apa?" tanya Tian bingung.
"Sayang, ada Chloe. Dia menunggu mu," ucap Ceril menoleh ke arah Chloe yang sedang menatap mereka sambil memiringkan kepala.
Tian pun juga menoleh, di lihat nya Putri nya itu sedang menatap nya, "He..He..He.. Maaf Baby," Tian merasa bersalah saat melihat wajah putri nya yang sepertinya kesal bercampur bingung.
"Baik lah ayo kita berangkat," ujar nya pada Chloe dan menghampiri lalu menggendong tubuh kecil itu.
"Hati hati," Ceril memperingati kedua orang yang di sayangi nya agar berhati hati saat di jalan.
"Ok, Mommy," jawab mereka kompak.
Dan saat ini Tian telah sampai di Mall, dia ingin memanjakan putri satu satunya dengan membelikan apapun yang di inginkan nya.
"Baby mau beli apa? Akan Daddy belikan," tanya Tian sambil menggendong Chloe menyusuri Mall.
"Apa uang Daddy anyak?" tanya Chloe menatap Tian.
"Tentu saja uang Daddy mu ini banyak. Jika Chloe ingin beli Mall nya, akan Daddy belikan," jawab Tian.
Bagaimana tidak kaya! Tian seorang pengusaha yang bisa menghasilkan Triliunan uang dalam Setahun. Dan dia juga sebagai ketua Mafia yang bisa menghasilkan uang yang banyak dengan Bisnis gelap nya, di tambah lagi dengan kekayaan Anderson dan juga sebagai pewaris kerajaan NEVOLEON. Sudah di pastikan tak terhitung lagi jumlah kekayaan yang di miliki Tian Dominic, ayah Chloe Dominic.
"Enakah?" tanya Chloe senang
"Tentu saja Baby?" jawab Tian, "Sudah ayo kita belanja, Daddy akan belikan semua yang Baby mau,"
Tian benar benar memanjakan putri satu satunya itu, apapun yang diinginkannya akan langsung di belikan oleh Tian. Dan tak terasa mereka cukup lama berbelanja sehingga membuat kedua nya lelah.
__ADS_1
"Apakah Baby lelah? Jika lelah, kita pulang ya," ucap Tian yang tidak tega melihat wajah lelah Chloe sehabis bermain.
"Em..." jawab Chloe mengangguk.
Tian pun membawa Chloe ke mobil sambil membawa belanjaan nya. Sampai di mobil Chloe meninta turun. "Tuyun," pinta Chloe.
Tian pun menurunkan Chloe dan membukakan pintu mobil.
Chloe mencoba masuk kedalam mobil dengan Tian yang terus melihat sambil menyungging kan senyum manis nya. Putri nya ini sungguh sangat menggemaskan, pikirnya.
Cukup lama berusaha, Chloe akhirnya berhasil dan kini duduk di kursi sambil memberikan senyum manisnya, seperti memberitahukan bahwa aku bisa.
"Pintar, anak Daddy pintar sekali," cium Tian di pipi Chloe dan membaut Chloe terkekeh.
Hari ini Tian benar benar menghabiskan waktunya untuk menemani serta menyenangkan putri nya, sungguh dirinya sangat sangat bahagia sekali. Mengingat dirinya dulu susah, ia tidak akan membuat putra dan putri nya kelak sama seperti dirinya. Dia akan berusaha untuk membuat semua keluarga nya bahagia, tanpa kekurangan apapun. Kasih sayang, perhatian, harta, akan ia berikan semua nya agar kelak anak anak nya tidak merasakan apa yang dia rasakan saat kecil. (Hidup sudah sebagai pemulung).
..
..
..
..
..
Selamat membaca
**jangan lupa
like
komen
tap favorit
__ADS_1
beri hadiah dan Votenya**