
Untuk semua nya para readers, maaf beberapa hari ini tidak update. Jika memang novel ini tidak pantas di baca karena tidak update, tidak masalah. Autor tidak memaksa setiap pembaca di haruskan membaca novel saya.
Autor sedang masa berkabung, Mbah saya meninggal baru tiga hari malam tadi. Apakah saya harus mengurus novel sedang kan keluarga sibuk karena banyak saudara yang datang. Jadi tolong di maklumi🙏🙏🙏🙏.
Jika nanti sudah Senggang akan saya garap lagi.
.
.
.
.
.
Tian membahas kerja sama bersama rekan bisnisnya. Sedangkan Samuel yang memegang iPad nya tersenyum saat melihat video yang ia lihat dari rekaman Kamera tersembunyi di ruangan kerja Tian.
"Tuan." ucap Samuel memperlihat kan Vidio
Tian yang melihat tersenyum saat sekilas melihat video fulgar kedua insan yang sedang memadu cinta di sofa
"Sungguh menjijikkan." gumam Tian yang masih bisa di dengar oleh rekan bisnis nya.
__ADS_1
Setelah Dua jam membahas kerja sama, Tian dan Samuel pamit untuk pulang.
Samuel dan Tian pergi menggunakan mobil mewah nya menyusuri keramaian jalanan di kota.
"Kita akan kemana setelah ini Tuan? Apakah ke kantor atau ke tempat lainnya?" tanya Samuel
"Ke markas saja." ucap Tian.
"Baik Tuan." ucap Samuel.
Samuel melajukan mobil nya menuju markas. Setelah menempuh perjalanan setengah jam, akhirnya mereka berdua telah sampai di markas Tian.
Anak buah yang menjaga pintu depan langsung membuka gerbang saat melihat Tuan nya datang. Samuel memberhentikan mobil nya di depan bangunan yang cukup besar.
"Silahkan tuan." ucap Samuel sambil membukakan pintu.
"Apakah Roland ada di ruangan biasa nya?" tanya Tian.
"Benar tuan." jawab Samuel.
Beberapa detik, akhirnya mereka berdua sampai di suatu ruangan yang memang khusus untuk menjadi tempat tawanan mereka.
Ckleek.
__ADS_1
"Silahkan tuan." Samuel mempersilahkan Tian untuk masuk.
Tian berjalan masuk dengan langkah pasti, suara sepatu mahal membuat beberapa orang di ruangan itu langsung menoleh ke arah suara.
"Selamat datang Tuan." sapa beberapa anak buah nya.
Tian hanya mengangguk, dan menghampiri seseorang dengan tubuh terikat besi.
Orang itu mendongakkan kepala melihat orang berdiri di depan nya.
"Tuan Tian." ucap Roland dengan suara lemah.
Roland mengalami penyiksaan yang di lakukan anak buah Tian sebelum Tian datang ke markas.
"Bagaimana? Apakah kau menikmati yang di lakukan anak buah ku?" tanya Tian tersenyum jahat.
"Tuan, maafkan saya. Saya tahu saya salah, tolong lepaskan saya, saya sudah tidak sanggup dengan ini semua." ucap Roland benar benar tidak sanggup dengan penyiksaan yang di lakukan di tempat ini.
Roland benar benar tidak menyangka jika apa yang dia pikir kan benar, bahwa Tian adalah seorang ketua Mafia.
.
.
__ADS_1
.
.