
Setelah Aldirch mengetahui siapa pembuat ulah, Aldirch langsung pergi menuju kediaman Dani.
Sesampainya di sana. Kediaman Dani kosong, rumah itu nampak sepi. Aldirch berdiri sambil mengusap rambut nya kasar. "Kemana mereka? Sial!" kesal nya karena tidak bisa bertemu dengan Flow.
Seorang tetangga yang melihat Aldirch berdiri di depan rumah Dani berkata. "Anak muda sedang apa?" tanya seorang laki laki tua.
Dani menoleh ke arah sumber suara, setelah itu menghampiri. "Mencari pemilik rumah. Apakah kakek tahu dimana mereka sekarang?" tanya Aldirch sopan.
"Mereka pergi Nak, baru saja mereka keluar," jawab Kakek tua itu.
"Jika boleh saya tahu, kemana pergi nya mereka?"
"Kakek tidak tahu. Tapi katanya sih mau liburan," jawab Kakek tua itu.
"Liburan? Kurang ajar! Setelah membuat ulah berani nya dia pergi liburan," gumam Aldirch kesal. Aldirch menatap kakek tua itu, mengucapkan terimakasih karena sudah memberitahukan semuanya. "Terimaksih kek, kalau begitu saya pergi dulu," pamit nya dan di angguki kakek tua itu.
Aldirch meminta anak buah nya mencari keberadaan Flow dan keluarga nya. Sedangkan di bandara, Flow dan kedua orang tua nya yang baru saja akan naik pesawat di tarik oleh beberapa orang yang tidak di kenal nya.
"Lepaskan aku! Siapa kalian?" teriak Flow memberontak. Dani dan Lusi juga sama, dia memberontak karena di tarik paksa oleh orang orang yang bertubuh kekar dan sangar.
Banyak yang melihat itu namun mereka semua tidak ada yang berani menolongnya. Karena Beberapa orang itu menodongkan senjata nya ke arah mereka semua. Beberapa polisi yang ada di bandara melihat keributan itu langsung menghampiri. "Lepaskan mereka. Jika tidak kami akan menembak kalian dan menjebloskan kalian ke penjara," ucap seorang polisi yang menodongkan pistol nya ke arah mereka.
__ADS_1
Beberapa orang yang menyeret Flow, Dani dan Lisa tertawa keras saat polisi itu mengancam nya.
Hahahhaha.....
"Kalian itu menggelikan sekali. Kalian pikir kami takut? Kami tidak takut sama sekali. Jika kalian ingin melawan kami, kami akan layani," jawab orang yang mengetuai kelompok itu.
Beberapa Polisi itu geram mendengar orang itu yang malah menantang pihak kepolisian. Beberapa polisi itu siap untuk menyerang mereka. Namun seorang dari mereka menunjukkan Titah bahwa mereka harus membawa ketiga orang itu untuk Tuan mereka.
"Lihat ini baik baik. Jika kalian berani menghentikan kami, Tuan kami akan membuat jabatan kalian hilang dari Negara ini," jelas ketua kelompok yang membawa Flow.
Melihat Titah itu, para Polisi langsung diam. Dia tahu jika Tuan yang akan dia singgung bisa saja menendang nya dari Negara K ini, oleh sebab itu lebih baik mereka melepaskan beberapa orang yang saat ini membawa Flow dan kelurga nya.
Flow yang melihat Polisi itu tidak berkutik di depan orang itu menjadi bingung, "Siapa mereka? Kenapa Meraka takut saat melihat Titah itu. Memang itu apa dan dari siapa?" Batin Flow berpikir keras. Jika orang itu orang kuat dan penting, bukankah nyawa nya bisa melayang kapan pun tuan itu mau. Tapi siapa? Flow merasa tidak pernah menyinggung siapa pun selama ini pikirnya keras.
Mereka bertiga terus memberontak, memohon untuk di lepaskan. Namun semua usaha nya hanya sia sia belaka. Ucapan dan permohonan itu sama sekali tidak di gubris oleh orang orang itu. Mereka membawa Flow dan keluarga naik pesawat menuju Negara dimana Tuan mereka berada.
Para polisi yang melihat kepergian orang itu hanya merasa kasihan kepada mereka bertiga. Pikirnya kenapa mereka bisa berurusan dengan orang kuat dari Negara jauh itu.
Sedangkan Aldirch yang memerintahkan anak buah nya mencari keberadaan Flow dan keluarganya melaporkan, bahwa Keluarga Dani diseret paksa oleh beberapa orang yang tidak di kenal saat di bandara.
"Siapa lagi ini? Kenapa mereka membawa Keluarga Dani? Mungkinkah itu orang yang sama? Orang yang juga menculik Amora. Tidak tidak! Pasti bukan."
__ADS_1
Setelah mendapatkan laporan dari anak buah nya bahwa Flow di bawa kelompok orang tidak di kenal, Handphone Aldirch berdering dan di angkat nya panggilan itu.
"Bagaimana Paman?" tanya Aldirch pada Arsen.
"Paman sudah melacak nya, dan pesawat yang mereka gunakan saat ini menuju Negara J," jelas Arsen.
"Negara J? Mungkinkah_? Sial! Berani nya mereka melakukan ini! Seperti nya mereka benar benar ingin menyatakan perang dengan ku. Paman pasti juga memiliki pemikiran yang sama dengan ku kan? Siapa pelaku nya?"
"Ya, Noji Nakata. Tapi saya sarankan anda jangan bertindak sendiri. Bila perlu bicara dengan Princess dan Daddy tuan muda." Arsen memberikan nasihat Agar Aldirch tidak gegabah dalam bertindak.
"Baik Paman. Aku akan akan berbicara terlebih dahulu kepada Princess. Oh ya paman, bisakah Paman membantu ku lagi?"
"Anda butuh bantuan apa lagi Tuan muda?" tanya Arsen ingin tahu.
"Tolong Paman selidiki di bandara K, siapa sebenarnya yang membawa Keluarga Kekasih ku," jelas nya.
"Baik, akan paman selidiki. Jika nanti Paman sudah mengetahui akan paman beritahukan kepada Tuan muda." jawab Arsen.
"Terimakasih Paman."
Aldirch pun memutus panggilan. Setelah itu pergi mencari dimana Chloe berada. Dia akan membicarakan masalah nya kepada kakak satu satu nya tentang apa yang harus dia lakukan.
__ADS_1