
Hari ini Amira datang menemui Tian.
"Apakah kau sibuk?" tanya Amira.
"Ia, memang ada apa?" tanya Tian.
"Ayah meminta ku untuk mengundang mu makan malam di rumah." ucap Amira.
"Makan malam?" tanya Tian menghentikan pekerjaannya.
"Ya, please mau ya." mohon Amira.
"........." Tian diam berfikir setelah itu mengangguk.
"Baiklah. Aku akan menunggu mu di rumah. Aku pergi dulu, jangan lupa untuk datang." pamit Amira
"Hati hati di jalan." ucap Tian penuh perhatian.
Amira tersenyum melihat Tian begitu perhatian dengan nya. Setelah Amira pergi Tian mendecih.
"Cih...sungguh memuakkan." ucap Tian mengambil hp dan menghubungi seseorang.
Dreeet.... Dreeet...
"Hallo tuan." ucap Samuel.
"Apakah anak buah mu sudah mengerjakan tugas nya?" tanya Tian.
"Sudah Tuan. Dan ternyata memang benar keluarga Anderson adalah pion dari orang itu." ucap Samuel.
"Kau sudah menyelidiki kemana senjata kita berhenti." ucap Tian.
"Sudah Tuan. Orang itu tidak terlalu kuat tapi seperti nya di belakang nya ada seseorang lagi yang mendukung serta melindungi nya." ucap Samuel.
"Ada lagi, Sial. Siapa sebenarnya di balik semua ini?" ucap Tian kesal. "Sam kerahkan bawahan mu dan bawa beberapa pasukan datang ke tempat orang itu serta hancurkan tanpa sisa." perintah Tian.
Tian sudah tidak bisa diam lagi. Sudah banyak senjata yang masuk ke tempat mereka. Niat nya ingin mengetahui siapa dalang itu namun setelah mengetahui ternyata masih ada pihak lain di belakang yang bersembunyi.
"Aku ingin malam ini semua nya beres." ucap Tian.
"Baik tuan." ucap Samuel.
Tian tidak perlu turun tangan untuk menghancurkan keluarga itu. karena Ia masih ingin bermain main dengan keluarga Anderson, kelauarga yang membuat dirinya dan ibu nya menderita.
__ADS_1
"Dan perintahkan Arsen untuk membobol perusahaan ADS Group, buat perusahaan itu kacau." ucap Tian
"Baik tuan." ucap Samuel.
Setelah Tian memutus sambungan, Samuel dengan cepat memerintahkan bawahan nya untuk menyerang orang di balik keluarga Anderson. Dan tak lupa juga ia meminta Arsen untuk mengacaukan perusahaan ADS Group.
Malam hari Tian pergi ke kediaman keluarga Anderson. Tian terlihat tampan dengan pakaian santai nya.
Di kediaman Anderson, Semua nya sudah menunggu kedatangan Tian. Berbeda dengan samuel dan bawahan nya, mereka sudah siap melakukan penyerangan ke tempat orang itu yang tak lain adalah keluarga George.
Tian sampai dan turun dari mobil. Di depan rumah semua nya sudah menyambut kedatangan nya. Baik itu Haris, Navita dan Amira serta David.
"Selamat datang nak Tian." sambut Haris dengan baik dan penuh keramahan.
".........." Tian hanya mengangguk, namun dalam hati ia sungguh sangat jijik dengan keramahan itu.
"Ayo kita masuk. Kami sudah menunggu mu sedari tadi." ucap Haris membawa Tian masuk kedalam rumah mewah milik Haris.
"Maaf jika membuat anda menunggu terlalu lama." ucap Tian
"Tidak apa apa." ucap Haris.
Mereka semua masuk dan menuju ruang makan.
"Terimakasih." ucap Tian.
Navita pun meminta pelayan untuk menghidangkan semua makanan yang di masak hari ini ke atas meja. Haris dan David terus mengajak Tian untuk berbicara. Dan Tian pun hanya menanggapi semau nya saja.
Amira dengan pakaian bagus dan wajah cantik nya berusaha menarik perhatian Tian. Namun Tian sama sekali tidak tertarik walaupun Amira terlihat sangat sexy malam ini.
Seorang pelayan datang membawa sebuah nampan berisi Sop, namun tak sengaja kuah itu tumpah mengenai tangan Tian yang ada di atas meja.
Sst....
Tian mendesis merasakan panas di tangan nya.
"Ma..Maaf tuan, maafkan saya." ucap Pelayan itu.
Navita dan Amira yang melihat sangat marah karena pelayan itu berani membuat Tian terluka.
"Dasar tidak becus. Bisa kerja tidak?" marah Navita membentak. "Kau melukai tamu ku. Dasar pelayan rendahan." lanjutnya lalu menampar pipi pelayan itu.
Plaak....
__ADS_1
"Maafkan saya Nyonya, saya sungguh tidak sengaja." ucap pelayan meminta maaf dan memohon.
Tian yang melihat hanya diam. Namun saat mata nya melihat sebuah tanda yang di beri pelayan itu, Tian mengerti.
"Sudah lah nyonya, saya tidak apa apa. Lagian ini hanya luka kecil." ucap Tian.
"Tapi kamu terluka nak. Lihat lah tangan mu merah, ini semua karena ulah pelayan tidak becus dan tidak tahu diri ini." ucap Navita
"Tidak apa apa, biarkan dia pergi. Lagian anda tidak inginkan merusak makan malam ini hanya karena hal kecil inikan?" ucap Tian.
"Tapi....." ucap Navita terpotong karena harus sudah meminta Navita untuk diam.
"Baiklah, mari kita makan." ucap Navita. "Oh ya sayang, ambilkan makanan untuk nak Tian." ucap nya kepada Amira.
"Tidak usah Nyonya, saya bisa sendiri." ucap Tian. "Oh ya saya ingin kebelakang sebentar." ucap Tian.
"Oh, silahkan." ucap Navita dan Haris.
Tian pergi ke belakang untuk menemui pelayan wanita tadi. Setelah bertemu dan membicarakan hal yang di ketahui pelayan itu, Tian kembali bersama mereka untuk makan malam bersama.
"Sudah." tanya Amira. dan di angguki Tian. "Sini aku ambilkan makanan untuk mu." ucap Amira.
"Apakah tidak akan merepotkan?" tanya Tian.
"Tidak akan. Lagian aku juga memang ingin mengambilkan makanan untuk mu." ucap Amira mengambil piring Tian dan mengisinya.
Setelah itu semua nya makan malam bersama seperti sebuah anggota keluarga yang bahagia.
.
.
.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Selamat membaca
Jangan lupa like and komen
Jika perlu kasih bunga dan vote.
Mohon dukungannya
__ADS_1