
Warning
Harap di skip saja.
Disini bab Yang mengandung adegan dewasa. Jika yang berpuasa harap jangan dibaca. Autor buatnya malam jadi tidak apa apa. Tapi jika kalian baca autor ikut dosa πππππ
Serba salah.
...π΄π΄π΄π΄...
Anak Tak Diakui
Bab 99
David dan Amira pergi menuju Restoran Amber. Setelah sampai, Amira turun dari mobil terlebih dahulu. Sedangkan David langsung pergi menuju tempat yang sudah dia pesan.
Amira menyamar menjadi seorang pelayan di tempat itu dan dia akan menaruh cairan ke minuman Tian nanti nya.
David duduk di kursi menunggu kedatangan Tian. Tak berselang lama, Tian dan Samuel datang menghampirinya.
"Maaf membuat anda menunggu." ucap Tian menjabat tangan David, Setelah itu duduk. Begitu pun dengan Samuel, dia juga duduk di samping Tian.
David memesankan minuman terlebih dahulu untuk Tian dan Samuel, sebelum dia membahas masalah nya.
Tak berselang lama, minuman yang di pesan oleh David datang. Pelayan wanita itu meletakkan minuman nya di atas meja.
"Silahkan di minum Tuan." ucap David.
Em...
Tian menatap Samuel untuk meminum minuman itu terlebih dahulu. Samuel pun menuruti dan meminum terlebih dahulu, mereka takut David merencanakan sesuatu kepada mereka.
Samuel meminum minuman itu, namun beberapa menit kemudian tidak terjadi sesuatu dengan nya. fikir nya minuman itu aman untuk di minum oleh Tuannya.
Pembahasan mereka pun di mulai.
"Tuan Tian, maafkan saya dengan apa yang saya perbuat. Disini saya akan mengembalikan semua nya seperti janji saya tadi siang." ucap David menyerahkan koper berisikan uang.
Samuel mengambil dan membuka nya, Tian yang melihat mengangguk tanda Samuel harus menutupnya kembali.
"Ternyata kau memiliki nya. Lalu kenapa kau tadi pagi memohon di berikan waktu lagi?" tanya Tian Penasaran.
"Karena tadi pagi saya memang tidak memiliki nya. Dan tadi siang saya mencoba mencari pinjaman kepada teman saya, dan teman saya pun meminjami nya." ucap David berbohong.
"Oh." ucap Tian.
Cukup lama mereka mengobrol, tiba tiba kepala Tian dan Samuel pusing, pandangan nya berkunang kunang dan akhirnya pingsan.
Obat yang di berikan David memang tidak langsung berpengaruh. Obat itu akan bekerja minimal Satu jam setelah di minum. Oleh sebab itu Tian dan Samuel tidak curiga, karena mereka tidak merasakan apapun setelah mereka meminum nya.
Melihat Tian dan Samuel pingsan, David memerintah seseorang untuk membawa mereka ke sebuah hotel. Namun sebelum dua orang itu membawa Tian dan Samuel, David menyuntikkan sesuatu kedalam tubuh Tian.
Setelah selesai orang itu lebih dulu pergi membawa mereka berdua ke hotel. Sedangkan David menunggu Amira keluar dari dalam restoran sambil menenteng koper berisi uang.
Tian yang di bawa Meraka berdua mulai sadar, sedangkan Samuel masih saja pingsan. Tian tadi hanya meminum sedikit minuman yang di pesan David, sehingga efek obat itu tidak terlalu lama. Berbeda dengan Samuel, Samuel menghabiskan minum nya tanpa sisa. Sehingga membuat dia belum sadar juga.
Tian mencoba membuka mata nya, di rasakan pusing yang teramat di kepalanya. Tian menggeleng geleng kan agar mengusir pusing di kepala nya itu. Di lihat nya ke arah samping, Samuel masih tergeletak tak sadarkan diri.
Beberapa menit kemudian, mereka telah sampai di hotel. Dua lelaki itu membawa Tian masuk kedalam hotel. Tian di bawa ke suatu kamar, sedangkan Samuel juga di bawa ke kamar. Bersebelahan dengan kamar Tian.
Setelah dua orang itu selesai menjalankan tugas, mereka berdua pergi. Tian yang tadi sebenarnya sadar namun masih pusing, membuka mata. Dia mencoba berjalan keluar dari kamar itu dengan tubuh nya yang sempoyongan.
"Bajingan, awas kau David. Lihat lah apa yang akan ku lakukan setelah ini pada mu. Berani nya kau melakukan ini pada ku." umpat Tian dalam hati.
Tian memegang kepala nya yang terasa sakit. Dia berhasil keluar kamar, menyandarkan tubuh nya di dinding. Tian mencari Handphone nya dan menghubungi seseorang. Namun karena tidak jelas melihat kontak yang dia hubungi, Tian pun salah menghubungi seseorang.
"Jon, datang ke Hotel Westin sekarang, pesan kamar untuk ku." ucap Tian memerintah dengan suara parau.
Sedangkan yang di hubungi Tian diam, setelah itu memutus panggilan dan pergi menuju hotel Westin.
Tubuh Tian tiba tiba merasa aneh, tubuh nya terasa panas. Ada sesuatu yang membuat nya tidak nyaman. Tian yang merasakan tubuh nya aneh mengumpat kesal kepada David, karena Tian tahu tubuh nya saat ini terkena Efek Obat Perang**sang.
__ADS_1
"Sial." umpat Tian menahan.
David dan Amira sudah ada di perjalanan menuju hotel Westin, wajah Amira begitu senang. Sedangkan Wajah David sangat kusut membayangkan Amira akan bermain dengan Tian.
Orang yang di hubungi Tian tadi melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi. Dia yang pandai balapan dengan mudah dan cepat sampai di tempat tujuan.
Setelah sampai.
Dia berlari menuju petugas Hotel. Membooking satu kamar, dan setelah Check in dia berlari menuju kamar yang telah di pesan nya. Dia berlari mencari keberadaan Tian, karena tidak menemukan Tian, dia pun menelepon.
"Hallo..." ucap Tian dengan suara parau sambil menahan sesuatu.
"Kau dimana?" tanya Orang itu yang tak lain adalah Ceril.
Ya, yang di hubungi Tian tadi adalah Ceril.
"Sayang, aku butuh kamu." ucap Tian menahan hasrat nya.
"Ya, tapi sekarang kamu dimana?." tanya Ceril khawatir.
Tian melihat sekeliling. "Aku berada di kamar nomor 209." ucap Tian.
"209. Baiklah, tunggu aku disana." ucap Ceril memutus panggilan.
Tian yang mendengar bingung, karena Ceril meminta nya untuk menunggu nya. Tian mencoba berdiri dan pergi meninggalkan tempat itu. Baru beberapa langkah telinga Tian mendengar suara yang di kenal nya.
"Sayang." panggil Ceril sambil berlari ke arah Tian.
Tian yang melihat Ceril seakan tidak percaya. Di lihatnya sungguh sungguh, namun ternyata ini sungguhan karena tubuh Tian tiba tiba mendapatkan pelukan dari gadis nakal nya.
Ceril memeluk tubuh Tian dengan erat. Begitupun juga dengan Tian, ia memeluk tubuh Ceril dengan erat. Tian mengendus aroma wangi tubuh Ceril dan hal itu malah membakar gelora di tubuhnya dan membuat nya semakin bergelonjak.
Tian melepas pelukan nya dan membelai wajah Ceril. Ceril yang melihat Tian nampak aneh bertanya. "Ada apa dengan mu?"
Namun bukan nya jawaban tapi malah ciuman yang di dapat oleh Ceril.
Eemm.
Setelah Ceril membawa Tian masuk kedalam kamar, David dan Amira sampai di kamar itu. Kamar yang semula di tempati Tian.
Namun saat masuk, mereka di kejutkan karena tidak ada seorang pun di kamar itu.
"Dimana Tian?" tanya Amira.
"Kakak tidak tahu." jawab David.
"Tapi bukankah kakak sudah memerintahkan dua orang itu untuk mengantarkan mereka disini? Lalu kemana dia jika dua orang itu sudah membawa Tian ke kamar ini." ucap Amira.
"Kakak akan coba menghubungi mereka." ucap David
David pun menghubungi dua orang itu, dan dua orang itu sudah mengerjakan tugas nya, mengatakan sudah membawa Tian ke kamar itu.
"Mereka bilang sudah membawa Tian ke kamar ini." ucap David.
"Kalau sudah kenapa tidak ada? Apakah dia kabur? tapi itu mustahil, obat yang di berikan Mama efek nya lama hilang. Jadi tidak mungkin dia pergi dari Hotel ini." ucap Amira.
"Kakak coba lihat Asisten nya itu, apakah dia masih ada di kamar nya atau tidak." ucap David.
"Baiklah, kau tunggu disini. Kakak akan memeriksa nya." ucap David.
David pun keluar dan memeriksa kamar Samuel, di lihat nya Samuel masih tergeletak tak sadarkan diri di ranjang. David pun menutup pintu itu kembali, namun saat berbalik tiba tiba ada seseorang yang membius nya dan menyuntikkan sesuatu di tubuh David.
David pun pingsan, dan orang yang membius nya tadi meletakkan David di depan kamar yang saat ini di tempati Amira.
Orang itu mengetuk pintu dan setelah itu pergi meninggalkan David yang pingsan di lantai.
Amira yang mendengar pintu di ketuk akhirnya membuka pintu itu. Betapa kaget nya dia saat melihat David tergeletak di lantai depan kamar nya. Amira pun membawa David masuk dan mengunci pintu itu. Saat ini Amira tidak memperdulikan kegagalan nya menjebak Tian, yang saat ini ia pedulikan adalah David yang masih pingsan.
Beberapa menit kemudian David sadar. Namun keanehan terjadi di tubuh nya. Tubuh nya terasa panas dan gairah serta naf**su nya membara. Melihat Amira di depan nya, David pun langsung menyerang nya dan menghajar nya di ranjang dengan cara memberikan kenikmatan.
Sungguh menjijikkan.
__ADS_1
.
.
Sedangkan di kamar Tian dan Ceril.
Tian tidak bisa mengontrol diri nya. Tian memeluk tubuh Ceril dan mencium nya. Sedangkan tangan nya sudah bergerilya kemana mana, menyentuh bagian bagian padat tubuh Ceril.
Aahh.
Lenguh Ceril saat tangan Tian meremas Dada nya. Mendengar lenguhan itu, Tian tidak bisa menahan keinginan nya untuk menyentuh Ceril dan menjadikan nya seorang wanita.
"Sayang." panggil Tian dengan Nafas memburu.
Tian mengecupi leher Ceril, memberikan tanda ke merah merahan di leher putih itu. Merasa sudah tidak tahan, Tian mendorong tubuh Ceril ke ranjang dan menindih nya.
Tian menatap wajah Ceril dan setelah itu mencium kembali bibir itu. Ceril tidak menolak, dia malah mengalungkan tangan nya ke leher Tian, menikmati apa yang di lakukan laki laki pujaan nya.
Tian benar benar gila, dia menyentuh semua bagian bagian tubuh Ceril, memberikan sentuhan sentuhan yang membuat Ceril melayang menikmati.
Entah sejak kapan tubuh mereka sudah sama sama polos, Tian menindih tubuh Sexy di bawah nya. Tian mencoba menahan kesadaran nya agar tetap sadar dan tidak menyakiti gadis nya.
Tian membuka kedua kaki Ceril, dia mengarahkan milik nya ke milik Ceril. Ceril yang merasakan benda tumpul mencoba masuk dan membobol milik nya, meringis.
Sakit...Aaa....Sayang sakit...
Rintih Ceril sambil menahan Tian agar berhenti. Ceril merasakan milik nya seakan robek. Sungguh sakit sekali.
Tian yang sudah terbakar gairah tidak mendengar lagi rintihan Itu, Ia tetap menekan agar milik nya masuk kedalam.
Tian mencium bibir Ceril, sedangkan yang di bawah mencoba membobol sesuatu. Dalam sekali hentak tongkat ajaib yang bisa menghasilkan bayi itu pun masuk sepenuh nya kedalam milik Ceril.
Ceril berteriak saat benda itu menerobos masuk, Air mata nya mengalir karena merasakan sakit di bawah sana. Tian yang sadar akan perbuatan nya mengelus wajah Ceril.
"Maafkan aku sayang." ucap Tian.
Namun maaf itu seolah bagai angin lalu. Baru saja Tian meminta maaf, tapi malah diri nya ingin lebih. Dia mulai menggerakkan pinggul nya karena sudah tidak tahan untuk melepaskan sesuatu yang di tahan sejak tadi.
Obat perang**sang itu kembali bekerja. Dan dengan penuh Gair**ah, Tian pun memulai kegiatan nya dengan mengeluarkan dan memasukkan tongkat ajaib nya.
Lenguhan, desa**han dan racauan kedua nya memenuhi kamar itu karena menikmati kegiatan yang baru mereka berdua rasakan selama ini.
Peluh keringat membasahi kedua tubuh insan yang mengarungi indahnya surga dunia. Tian seakan tidak ingin berhenti, ia terus melakukan nya sampai obat yang ada di tubuh nya hilang. Sedangkan Ceril yang ada di bawah nya sudah sangat lelah menuruti keinginan Tian yang seakan akan tidak ada habis nya.
Setelah Berjam jam mereka melakukan nya, Tian dan Ceril mengerang bersama karena telah mendapatkan puncak kenikmatan nya.
Nafas mereka memburu, Tian ambruk di samping Ceril, sedangkan Ceril yang sudah lelah langsung terlelap tidur.
Setelah cukup mengatur Nafas, Tian menatap ke arah Ceril, di elusnya rambut Ceril dengan lembut. "Maafkan aku sayang, aku telah menyakiti mu. Aku akan bertanggung jawab, dan Jika nanti di rahim mu ada benih yang hadir, aku akan menjaga kalian." ucap Tian mengecup kening Ceril, dan setelah itu memeluknya dan memejamkan mata, lalu tidur.
.
.
.
.
Hari ini satu Bab saja ya, karena dua bab sudah Autor jadikan satu. Autor mau manen kacang tanah, jadi gak bisa nulis.
Selamat membaca. Dan tolong jangan terbawa suasana ya.
Ingat Puasa...
Puasa
Ingat Lo ya....
Jika terjadi sesuatu Autor ga tanggungπ€£π€£π€£π€£
πππππ
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan vote nyaππ