
Aldirch yang mendapatkan bentakan itu mendongak, begitupun dengan Chloe. "Memang apa yang ku lakukan?" Aldirch malah balik bertanya
"Itu..."Tunjuk Amora pada tangan Aldirch. Aldirch melihat tangan nya. "Tentu saja makan," jawab Aldirch meletakkan nasinya di piring.
"Siapa yang menyuruh mu makan?" tanya Amora menatap tajam Aldirch.
"Kau lah, bukankah tadi kau menyuruh ku makan?" tanya Aldirch ingin mengambil lauk. Melihat itu Amora dengan cepat menepis tangan Aldirch.
"Ada apa?" tanya Aldirch bingung.
"Kau tidak boleh makan, enak saja mau numpang makan," ucap Amora menarik mangkuk berisi lauk mendekat ke arah nya. Aldirch dan Chloe saling pandang bingung dengan apa yang di lakukan Amora.
"Ayo kak kita makan. Ini buat kakak," ucap Amora memberikan lauk di piring Chloe. Aldirch yang melihat tentu saja kesal, dia tidak terima.
"Aku mana?" tanya Aldirch meminta lauk sambil menyodorkan piring.
"Tidak ada buat mu," jawab Chloe tidak peduli.
"Hei, aku lapar ya. Aku kesini memang niat minta sarapan, kenapa kau melarang ku gadis aneh?" ucap Aldirch kesal karena perut nya sudah keroncongan minta diisi.
"Tentu saja aku melarang mu, karena kau tak tahu malu,"
"Kau......." geram Aldirch ingin menjitak kepala gadis remaja itu.
Chloe yang melihat mendengus kesal. "Tidak bisakah kalian diam, aku sedang mau sarapan. Apakah kalian tidak tahu gimana peraturan nya saat makan?"
Mereka berdua yang mendengar langsung berbicara bersama. "Tau kak,"
"Jika tahu cepat sarapan, jangan buat keributan," perintah Chloe menatap kedua nya. "Dan untuk mu Amora, berikan dia lauk nya."
"Loh kak.." belum selesai Amora berbicara, Chloe sudah menjelaskan nya. "Dia adik ku."
"Eh, adik!" Amora menatap Aldirch yang sedang tersenyum menyeringai. Setelah itu memberikan piring lauk di depan Aldirch. "Nih.."
"Dari tadi kek," ucap Aldirch mengambil lauk dan sayur sambil sesekali melihat Amora yang cemberut.
"Gak usah di monyong monyongin begitu bibir nya. Minta di cium apa?" ucap Aldirch jahil membuat Amora melotot dan mantap nya tajam. Sedangkan Chloe hanya melihat sambil geleng geleng kepala.
Mereka berdua sarapan pagi bersama dengan tenang. Setelah selesai, Amora mencuci piring dan pakaian sebelum berangkat ke sekolah.
Sedangkan Aldirch duduk di samping Chloe sambil menyandarkan kepalanya di bahu. "Kak, kenapa kakak mengerjakan gadis aneh itu? Ku lihat dia masih sekolah?" tanya Aldirch penasaran.
"Dia di usir oleh kakak nya dari rumah karena dia hanya anak angkat keluarga. Kakak kasihan, jadi kakak mengerjakan dia," jelas Chloe sambil membaca majalah.
__ADS_1
"Oh begitu, jadi intinya dia mencari pekerjaan untuk membiayai kebutuhan hidupnya,"
"Ya, seperti itulah," jawab Chloe. "Kau tidak kuliah ya? Kok jam segini masih belum berangkat?" tanya Chloe melihat jam di dinding.
"Sebentar lagi. Aku masih ingin seperti ini dulu," Aldirch memeluk lengan Chloe dengan manja. Chloe hanya menoleh sebentar melihat adiknya yang kumat manjanya.
.
.
Setelah selesai denga pekerjaan nya Amora keluar, di lihatnya Aldirch sedang bermanja dengan kakak nya. Chloe yang melihat Amora datang bertanya. "Sudah selesai?"
"Sudah kak," jawab Amora. "Oh ya, Mora berangkat dulu ya kak, sudah siang soal nya," pamit Amora sambil melihat jam di dinding.
"Ya, hati hati di jalan. Dan belajar yang bener,"
"Baik kak," jawab Amora lalu pergi. Aldirch yang melihat langsung juga bergegas pergi menyusul Amora. Namun sebelum itu dia mencium kedua pipi kakak nya. "Aku juga berangkat kak."
"Ya, hati hati juga," teriaknya karena Aldirch sudah ngacir pergi.
Aldirch menyusul Amora yang berjalan kaki. Dia berjalan di belakang gadis remaja dengan seragam sekolahnya.
Amora yang merasa di ikuti menoleh ke belakang, di lihat nya Aldirch sedang melihat ke arah nya. "Kau membuntuti ku?" tanya Amora memicingkan mata.
"Lalu ini apa?" tanya Amora melihat Aldirch berjalan di belakang nya.
"Lah, aku kan juga mau kuliah Jamilah. Jika aku tidak berjalan lewat sini lalu aku lewat mana? Langit begitu?" kesal Aldirch kepada gadis aneh yang ada di depannya.
Mendengar itu Amora mendengus dan melanjutkan perjalanan nya lagi. Sampai di tepi jalan, Amora menunggu angkot lewat, begitupun dengan Aldirch yang berdiri di samping Amora dan sesekali dia melirik gadis yang acuh terhadap nya itu.
Tak berselang lama angkot yang di tunggu pun datang dan kini mereka berdua masuk dan duduk bersandingan. Amora yang melihat Aldirch duduk di samping nya merasa kesal, apalagi angkot yang di tumpangi nya begitu penuh, hingga membuat mereka berdesakan.
"Aku sesak, menjauhkan sedikit," pinta Amora cemberut.
"Bagaimana mau menjauh, ini sesak sekali tau," jelas Aldirch mepet di tubuh Amora.
"Tapi kau terlalu mepet dengan ku," gerutu Amora sambil mendorong tubuh besar Aldirch.
Aldirch tidak menjawab, diam dan tetap mepet pada Amora yang masih terus ngedumel tidak jelas.
Di samping Amora duduk seorang laki laki yang terus menatap Amora dengan pandangan menginginkan. Apalagi saat ini tubuh Amora juga menempel di tubuh laki laki yang seperti nya mata buaya. Aldirch yang melihat memukul kepala laki laki itu saat wajah itu ingin mengendus leher Amora.
"Jangan macam macam kau," ucap Aldirch menatap tajam dengan pandangan membunuh. Namun laki laki bertato itu seolah tidak takut, dia malah tersenyum menyeringai.
__ADS_1
Amora yang melihat langsung mencengkram baju Aldirch takut dengan pandangan laki laki mata buaya itu.
Aldirch melihat ke arah samping nya juga laki laki, merasa tidak suka akhirnya dia meminta Amora untuk duduk di pangkuan nya. Amora menurut saja takut kedua laki laki itu mengganggu nya.
Aldirch memeluk perut Amora agar tidak jatuh dari pangkuannya, dan memangku Amora hingga sampai di sekolahan nya.
Mereka berdua turun dengan tangan Aldirch yang menggenggam tangan Amora. Banyak siswa yang datang dan melihat mereka berdua. Merasa risih di perhatikan, Amora melihat arah tangan nya yang sedang di genggam.
Matanya melotot seakan tidak percaya, dirinya benar benar tidak menyadari jika sejak tadi Aldirch menggenggam tangan nya. "Lepas,"
Aldirch hanya melihat wajah Amora yang bersemu merah karena malu. Senyum kecil terbit dibibir nya.
"Kau mencari kesempatan kan?" tanya Amora memicingkan mata.
"Apa! Tidak," jawab Aldirch mengelak.
"Tidak apa nya, kau sejak tadi menggenggam tangan ku. Dan tadi saat di mobil kau juga memeluk ku. Aku yakin kau pasti mencari kesempatan dalam kesempitan," ucap Amora menyelidik.
"Otak mu itu selalu saja berburuk sangka," Aldirch menyentil kening Amora dan membuat Amora mengaduh.
"Sakit tahu," kesal Amora mengelus keningnya.
Melihat itu Aldirch menyentuh nya dan tiba tiba mencium kening yang tadi ia sentil. Amora yang merasakan keningnya di kecup oleh Aldirch melotot dan menatap tajam. Sedangkan yang mencium tadi berlari kabur, takut kena semprot gadis anehnya.
.
.
.
SELAMAT MEMBACA
JANGAN LUPA DUKUNG DAN IKUTI KISAH AMORA DAN ALDIRCH
DENGAN CARA
LIKE
KOMEN
TAP FAVORIT
BERI HADIAH DAN VOTENYA.
__ADS_1
😘😘😘😘