Anak Tak Diakui.

Anak Tak Diakui.
KEDATANGAN ORANG TUA CERIL


__ADS_3

Beberapa menit perjalan akhirnya mereka sampai di rumah sakit.


Nickel keluar terlebih dahulu, setelah itu menggendong Ceril masuk ke rumah sakit.


Ceril di bawa ke ruang operasi untuk pengangkatan peluru di lengan nya. Sedangkan Nickel dan yang lainnya menunggu di luar ruang operasi.


Sesil duduk diam di kursi sedangkan Nickel menghuni orang tua nya.


Sebelum Ceril masuk kedalam ruang operasi Handphone Marco sudah di kembalikan, dan saat ini Marco sedang berbicara kepada Tian.


"Apakah dia sudah di operasi?" tanya Tian.


"Sudah Tuan." jawab Marco sampai jengah mendengar pertanyaan bosnya.


"Bilang sama Dokter jangan sampai luka itu membekas, aku tidak ingin melihat itu semua." ucap Tian.


"Apakah sekarang tuan?" tanya Marco.


"Tidak, bulan depan saja." ucap Tian kesal. "Ya jelas sekarang Marcooo.." lanjutnya


"Tapi Dokter masih menangani Nona Ceril tuan, tidak mungkin kan saya masuk kedalam dan memberi tahukannya." ucap Marco.


" Terserah kau." ucap Tian. "Jika dia sudah keluar dan siuman hubungi aku." lanjutnya setelah itu memutus sambungan.


".........." Marco hanya diam melihat melihat Handphone nya.


"Apa kau kena marah bos mu itu?" tanya Sesil


''Tidak." jawab Marco pergi meninggalkan Sesil.


Marco akan memberitahukan pesan Bosnya kepada Dokter setelah semuanya selesai.


Setelah melihat Marco pergi, Sesil beralih melihat Nickel. "Apakah kedua orang tua mu sudah kau hubungi?" tanya Sesil.

__ADS_1


"Ya, sudah." Jawab Nickel.


Nickel diam berfikir.


"Siapa sebenarnya orang itu? Kenapa dia mencelakai adik ku?" batin Nickel. "Dan siapa tuan yang memerintah para orang orang ini?" lanjutnya


Nickel terus bertanya tanya pada dirinya sendiri. Setelah itu dia menoleh ke arah Sesil.


Sesil yang di lihat hanya menaikkan satu alisnya.


"Ada apa kau melihat ku seperti itu? Apakah kau sudah terpesona dengan kecantikan ku ini?" tanya Sesil


Nickel yang mendengar memutar bola mata nya malas mendengar ke narsisan Sesil.


"Apakah kau tahu adik ku dekat dengan laki laki?" Tanya Nickel.


"Tentu saja. Dia tinggi, tampan, kaya, dan pinggang nya pun kuat." ucap Sesil sambil mengingat.


"Pinggang kuat? Apa maksud nya?" gumam Nickel bingung.


"Em...." Sesil mengangguk.


"Katakan pada ku siapa dia?" ucap Nickel.


"Aku tidak akan mengatakannya." ucap Sesil


"Aku bilang katakan. Jangan buat aku berlaku kasar dengan anda Nona." ucap Nickel.


"Kau mengancam ku? Tidak akan takut. Jika kau memang ingin tahu, kau harus menjadi kekasih ku. Bagaimana?" ucap Sesil memberi syarat.


"Kau.."Geram Nickel.


Nickel sungguh di buat gila oleh wanita ini. Baru saja bertemu hari ini, dan sekarang malah meminta dirinya menjadi kekasih nya. Bukankah ini sungguh gila.

__ADS_1


"Tidak akan pernah." tolak Nickel.


'Terserah diri mu." jawab Sesil bodo amat.


Jika pun Nickel mau, Sesil pun belum tentu mau mengatakan siapa laki laki yang dekat dengan Ceril. Mengingat bahaya nya Tian, lebih baik dia diam. Dan untuk urusan Nickel, dia akan berusaha mendapatkan hati lelaki tampan ini dengan cara nya sendiri.


Beberapa menit setelah Nickel menghubungi kedua orang tua nya.


Tuan Marx dan Nyonya selly datang dengan berlari kecil karena terlalu khawatir.


"Apa yang terjadi? Kenapa adik mu bisa terluka? Katakan pada Mami siapa yang melakukan nya?" tanya Mami selly beruntun.


"Mi, tidak bisakah Mami bertanya satu satu. Aku pusing mendengarnya." ucap Nickel.


''Ceril sekarang masih di dalam. Dia masih di tangani oleh Dokter. Dan untuk siapa yang melakukan ini, Nickel tidak tahu." ucap Nickel.


"Memang bagaimana kejadiannya?" tanya Marx.


Nickel pun mulai menceritakan semuanya tanpa menambah atau mengurangi. Tuan Marx yang mendengar beralih melihat ke arah Sesil.


.


.


.


.


.


Selamat membaca


Jangan lupa like and komen

__ADS_1


jika perlu kasih bunga dan vote. Mohon dukungannya.


__ADS_2