
Pagi hari mereka sudah siap.
Ceril keluar dari kamar. Sedangkan Tian menarik koper di belakang nya.
"Kau akan mengantarkan ku kan?" tanya Ceril.
"Em..." Tian mengangguk.
Mereka berdua menuruni tangga. Sedangkan Sesil dan Samuel sudah menunggu mereka sejak tadi di lantai bawah.
"Kalian lama sekali, benar benar membuat ku bosan." ucap Sesil. "Memang apa yang kalian lakukan sampai begitu lama?" tanya nya.
"Rahasia." jawab Ceril mengedipkan mata.
Cih....
"Sudah ayo kita berangkat." ajak Tian.
Mereka berangkat ke bandara dengan di antar oleh Samuel. Para pengawal bayangan juga mengikuti mereka.
Namun dalam perjalanan tiba tiba ada beberapa mobil yang mengikuti nya. Samuel yang melihat langsung menginjak pedal gas.
"Ada apa? Kenapa kau tiba tiba mengebut?" tanya Sesil.
Tian menoleh ke arah belakang di lihat nya beberapa mobil sedang mengikutinya.
"Menunduk." perintah Tian saat melihat ada seorang mengarahkan tembakan ke arah mobil nya.
Dooor.....
Prang....
kaca bagian mobil belakang pecah. Sesil dan Ceril yang melihat berteriak sambil menutup telinga.
Para pengawal bayangan langsung menghadang mobil mobil itu. Adu tembak terjadi di jalan hingga membuat para pengendara lain menyingkir dan tidak berani mendekat.
Dooor.....Doooor....Doooor.....
Suara tembakan saling bersahutan. Samuel melajukan mobil nya lebih kencang. Namun ada satu mobil yang tiba tiba datang dan dari arah samping dan menghadang nya.
Ciiiiit . . .
__ADS_1
Suara ban mobil berhenti mendadak.
Samuel melihat dan dengan cepat ia mengeluarkan sebuah pistol dari baju nya. Begitupun dengan Tian, ia mengambil dua pistol kesayangan nya di kaki nya.
Tian meletakkan pistol nya di dalam kaos kaki untuk berjaga jaga jika terjadi sesuatu.
Sesil dan Ceril yang melihat sungguh terkejut sambil mendekap mulut nya seakan tidak percaya dengan apa yang barusan di lihat dan di alami nya.
"Tetap di dalam dan jangan keluar." perintah Tian dan kedua nya mengangguk dengan cepat seperti orang bodoh.
Tian dan samuel keluar dari mobil dan dengan cepat menembak kaca depan mobil musuh nya hingga menembus kepala musuh.
Door... Door....
Prang.
Satu pengemudi langsung mati seketika saat dengan lihai nya Tian menembak kepala musuh dari jarak jauh.
Sesil dan Ceril di buat terperangah melihat semua ini. Di depan nya ia melihat pertarungan Tian. Dan di belakang nya dia melihat beberapa orang sedang adu tembak juga.
Jantung nya seakan berhenti melihat semua itu. Baru kali ini ia benar benar menyaksikan langsung pertarungan nyata yang benar benar merenggut nyawa.
"Berani kalian mengganggu perjalanan ku." kesal Tian.
Musuh itu menembak ke arah Tian, dan dengan cepat Tian mengelak dan menarik pelatuk pistol nya.
Door.....
Satu orang lagi terkena tembakan Tian tepat di dada nya. Namun saat dia membidik pistol nya ke arah musuh lainnya, matanya melihat seorang hendak membunuh Samuel, dengan cepat Tian berlari dan menendang orang itu hingga membuat nya jatuh
Buk....
Tubuh musuh itu terjatuh.
Perkelahian kedua nya pun terjadi. Tian dan Samuel terus menarik pelatuk pistol nya.
Door...Door....
Tian yang menggunakan dua pistol dengan mudah membunuh mereka semua. Sedangkan pertarungan yang ada di belakang masih berlanjut. Para musuh terus menyerang anak buah Tian. Namun karena anak buah Tian adalah anak buah terlatih, dengan cepat mereka semua mengalahkan mereka dan membunuh mereka semua.
"Tuan anda tidak apa apa." tanya Samuel memeriksa keadaan Tian.
__ADS_1
"Aku tidak apa apa. Memang apa yang kau khawatirkan? Tidak mungkin aku mati secepat itu." ucap Tian.
"Sam beritahu Dave untuk meretas CCTV bandara. Aku yakin mereka juga menempatkan beberapa orang di sana." perintah Tian. "Dan selidiki kenapa mereka bisa tahu kita akan pergi ke bandara." lanjutnya.
"Baik Tuan." jawab Samuel mengangguk.
Sedangkan ketua kelompok bayangan datang. "Tuan ada satu orang yang masih hidup." ketua bayangan memberitahukan.
"Bawa dia. Kita urus nanti." ucap Tian kepada ketua kelompok bayangan.
"Perintahkan anak buah mu untuk membereskan beberapa semut itu di bandara. Dan hubungi Marco untuk mengawal tuan Nickel ke bandara saat menjemput nanti." ucap Tian kepada Samuel.
"Baik tuan." jawab Samuel.
Setelah membersihkan kekacauan. Mereka berangkat ke bandara. Orang suruhan Samuel yang di perintah untuk meretas CCTV pun sudah melapor. Bahwa memang ada beberapa penembak jitu yang ada di bandara.
Dan Samuel sudah memerintah beberapa anak buah nya yang lain untuk membekuk mereka semua.
Setengah jam perjalanan mereka telah sampai di bandara.
Arsen sebagai pilot pribadi Tian datang menghampiri.
"Tuan." ucap Arsen.
"Em..."Tian mengangguk. "Bagaimana sudah di bereskan pengintai itu?" tanya Tian kepada Samuel.
"Sudah Tuan, mereka semua sudah membawa ke tempat biasanya." ucap Samuel.
"Bagus." Ucap Tian.
Tian berjalan lebih dulu, mengandeng tangan Ceril menarik nya masuk kedalam jet pribadinya.
Ceril yang merasakan tangan nya di genggam dengan cepat mempererat genggaman nya dan mengandeng lengan Tian.
Para anak buah Tian serta Sesil hanya bisa melihat dari belakang.
"Terus lah bermesraan. Jika nanti aku sudah mendapatkan laki laki tampan idaman ku, akan ku balas kalian. Lihat lah, Huh...." gerutu Sesil dalam hati.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
**Selamat membaca
__ADS_1
Jangan lupa like and komen serta vote nya
Mohon dukungan nya 🙏🙏🙏**