Anak Tak Diakui.

Anak Tak Diakui.
SALAH KAMAR


__ADS_3

"Tian..." panggil Nickel di telepon.


"Ah...Ia Tuan, maafkan saya." ucap Tian menjawab.


"Apakah kau mendengar ku tadi?" tanya Nickel.


'Saya mendengar Tuan, dan untuk Nona muda anda tidak perlu khawatir, karena saat ini Nona muda bersama dengan saya." ucap Tian.


"Bersama mu? Bagaimana bisa?" tanya Nickel tidak percaya bahwa adik kesayangan bisa bersama dengan Tian ke negara C.


"Jelas bisa Tuan, di kan gadis nakal yang selalu merepotkan ku." ucap Tian dalam hati.


Ceril mengambil telepon Tian secara tiba tiba dan berbicara kepada Nickel.


"Jelas bisa kak, jadi tidak perlu mencari dan menghawatirkan ku. Aku sudah ada yang menjaga nya, bilang sama Papi dan Mami jangan terlalu memikirkan ku." ucap Ceril di telepon


"Aku matikan telepon nya." lanjutnya.


Ceril mematikan sambungan telepon dan menyerahkan hp milik Tian.


"Jangan bicara, aku sedang malas mendengar." ucap Ceril saat Tian hendak membuka suara.


"Hah....." Tian hanya bisa menghela nafas.


Beberapa menit kemudian, Tian dan yang lainnya sampai di rumah.


Samuel dan supir mengelurkan koper mereka dan membawa nya masuk.

__ADS_1


Tian keluar dari mobil namun hendak melangkah, suara Ceril mengganggu pendengaran nya lagi.


"Apakah kau tidak membantu ku keluar." teriak Ceril dari dalam mobil.


Tian mendesah dan berbalik kembali.


"Apakah anda tidak bisa keluar sendiri Nona?" tanya Tian kesal.


"Tidak." jawab Ceril enteng.


"Jika anda tidak bisa keluar sendiri, lebih baik anda di dalam mobil saja." ucap Tian meninggalkan Ceril.


"Tian......Kau menyebalkan." teriak Ceril kesal. Ia berharap Tian akan mengendong nya, Namun apa, Tian malah cuek dan membiarkan nya sendiri di dalam mobil.


Tian tidak memperdulikan Ceril yang sedang kesal, ia terus melangkah masuk dan menuju kamar nya untuk mengistirahatkan tubuh nya yang lelah karena perjalanan yang cukup jauh.


"Apakah ada yang bisa saya bantu Nona?" tanya Samuel.


"Tidak ada." Jawa Ceril kesal dan melangkah masuk sambil menghentak hentak kan kaki nya


Namun saat sudah masuk ia bingung, melihat sekeliling mencari di mana kamar nya. Melihat Ceril yang seperti sedang bingung, Samuel pun memberitahu.


"Nona, kamar anda ada di lantai atas, di samping kamar Tuan, sebelah kiri" ucap Samuel.


"Aku tidak tanya dan sudah tahu." ucap Ceril langsung pergi meninggalkan Samuel yang menggeleng gelengkan kepalanya, melihat kelakuan kekasih Tuan nya.


Ceril yang sudah berada di lantai atas bingung, ia lupa kamar nya yang mana.

__ADS_1


"Yang kanan atau yang kiri?" Ceril tanya pada dirinya sendiri.


"Bodi amat. Jika salah pun mungkin itu malah menjadi keberuntungan ku, He...He...He.." ucap Ceril masuk ke kamar sebelah kanan.


Setelah masuk, Ceril melempar tas nya di ranjang dan langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk dan besar itu.


"Hah.... sungguh sangat nyaman." ucap Ceril berguling gulung di atas kasur.


Sedangkan Tian yang berada di kamar mandi, membersihkan diri tidak mengetahui Ceril yang masuk ke kamar nya. .


Beberapa menit kemudian, Tian selesai dengan kegiatan mandi nya. Keluar dengan menggunakan handuk putih kecil yang melilit di pinggang menutupi aset pribadinya.


Tian tidak menyadari ada seorang gadis cantik sedang tidur di atas kasur nya. Ia berjalan sambil menggosok gosok kan handuk di rambutnya.


Saat matanya beralih ke ranjang, betapa terkejutnya ia melihat Ceril yang tidur nyenyak hanya menggunakan bra dan handrok pendek dengan posisi tidur tengkurap.


.


.


.


.


.


Selamat membaca.

__ADS_1


__ADS_2