Anak Tak Diakui.

Anak Tak Diakui.
PETUNJUK LAIN


__ADS_3

"Benda ini! Kenapa dia memiliki benda yang sama." batin Tian.


Tian menatap frans yang masih mengobrol dengan seseorang di telepon.


Setelah menunggu cukup lama, Frans akhirnya selesai. Ia kembali duduk di tempat nya, menatap Tian yang sedari tadi melihat nya dengan pandangan penuh tanya.


"Ada apa?" tanya Frans


"Apakah benda ini milik mu?" tanya Tian memperlihatkan benda token berwarna biru muda.


"Ah, iya ini milik ku. Dari mana kau me dapatkan nya?" tanya Frans mengambil benda itu.


"Aku mengambil nya saat jatuh, saat diri mu mengambil handphone mu di saku." jawab Tian. "Dari mana kau mendapatkan benda itu?" tanya Tian berbalik penuh selidik.


"Ini benda milik kerajaan, hanya saja setiap benda memiliki warna masing masing sesuai tingkatan jabatan nya." jawab Frans.


"........" Tian diam berfikir. "Mungkin kah token yang ada di tangan nya juga termasuk dari kerajaan itu". Lalu kenapa Navita dan George juga memiliki nya? Apakah mereka juga termasuk dari bagian kerajaan NUVOLEON?" itulah yang ada di fikiran Tian saat ini. Pertanyaan demi pertanyaan terus berputar di otak nya.


Hingga akhir nya Tian mengambil benda berwarna putih dari dalam saku nya. "Apakah benda dengan warna ini juga di miliki kerajaan mu?" tanya Tian menunjukkan token berwarna putih terang.


Frans yang melihat langsung mengambil nya dengan cepat, sesekali menatap Tian. "Kenapa token ini ada pada pemuda ini? Apa hubungan nya dia dengan putri Arabella? Apakah dia benar benar putra dari putri Arabella?" Batin Frans bertanya tanya.


"Dari mana kau mendapatkan benda ini?" tanya Frans.

__ADS_1


"Kau tidak perlu tahu dari mana aku mendapatkan benda itu. Jawab saja pertanyaan ku, apakah kerajaan mu memiliki benda dengan warna ini?" tanya Tian.


"Ia kerajaan ku memiliki benda dengan warna ini, hanya saja orang tertentu yang memiliki nya." jawab Frans menatap Tian.


Tian yang mendengar itu langsung mengambil benda berwarna putih itu dari tangan Frans, setelah itu memasukkan kembali dalam saku nya.


"Antarkan dia pergi." perintah Tian kepada Samuel.


"Baik tuan." jawab Samuel.


"Mari tuan, saya antarkan anda keluar." ucap Samuel


"Tunggu, saya masih perlu berbicara dengan tuan mu." ucap Frans masih ingin bertanya dari mana Tian mendapatkan benda itu.


"Tidak ada yang perlu di bicarakan, silahkan anda pergi." ucap Tian. "Bawa dia pergi." perintahnya.


"Tapi..."Ucap Frans.


"Silahkan anda pergi, beruntung anda masih bisa bernafas setelah keluar dari tempat ini. Jika itu orang lain, saya yakin mungkin sudah tidak bisa bernafas lagi." ucap Samuel pergi meninggalkan Frans yang masih mematung di tempat nya mendengar ucapan Samuel.


Cukup lama Frans terbengong, akhirnya dia sadar.


"Handphone!! Mana handphone." Frans panik mencari handphone nya. "Ah ini." Frans menemukan nya dalam saku. "Aku harus cepat menghubungi ayah dan mengabari tentang ini semua. Aku yakin pemuda itu adalah putra dari putri Arabella." Gumam nya.

__ADS_1


Frans pun menghubungi nomor ayah nya, Orang kepercayaan Yang Mulia Raja Aksel, ayah dari mendiang Putri Arabella.


Sedangkan di dalam markas, Tian dan Samuel sedang melihat layar CCTV yang menampilkan Frans sedang menghubungi seseorang.


"Awasi dia, aku yakin semua ini ada hubungan nya dengan kerajaan itu." perintah Tian.


"Baik tuan, saya akan memerintahkan beberapa anak buah untuk mengawasi pergerakan nya." ucap Samuel.


Tian masih menatap layar CCTV itu, namun dalam fikiran nya terus bertanya tanya. Dari yang ia tangkap di percakapan Frans dan diri nya tadi, ia menyimpulkan bahwa putri Arabella adalah Renata Mama nya. Hanya saja untuk saat ini ia hanya bisa meminta Arsen untuk menyelidiki nya lebih lanjut.


Dan untuk dirinya, ia akan fokus ke keluarga Anderson yang sepertinya terlibat dalam masalah lainnya juga. Tian memiliki pemikiran jika Navita dan keluarga George terlibat dalam hal meninggalnya Mama tercinta nya.


"Sam selidiki apa yang terjadi sebelum Mama ku meninggal. Aku yakin ini tidak sesederhana itu." perintah nya.


"Baik tuan." ucap Samuel.


.


.


.


Author sudah mengusahakan update hari ini. Setelah ini author sibuk. Jadi maaf ya hanya bisa satu bab, nanti jika sudah selesai, besok atau besok nya autor usahakan update beberapa bab.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan vote nya.


Salam sayang emmuach😘😘


__ADS_2