Anak Tak Diakui.

Anak Tak Diakui.
KELOMPOK MUSUH


__ADS_3

Setelah kepergian Frans, Tian kembali ke perusahaan namun saat di perjalan tiba tiba sebuah peluru melesat ke arah mobil.


Door...


Ban mobil Tian pecah terkena tembakan hingga membuat mobil nya oleng.


Ciiit....


Samuel menginjak rem mendadak hingga membuat mobil berputar.


"Sial siapa yang berani melakukan nya." umpat Tian kesal.


Tian dan Samuel keluar dari mobil melihat sekeliling.


Door....


Peluru kembali melesat ke arah nya, Tian yang melihat langsung mengelak dan peluru meluncur mengenai kaca mobil.


Prang......


Tian yang melihat arah tembakan dengan cepat mengeluarkan pistol nya dan membidik ke arah seseorang yang sembunyi di balik pepohonan.


Dooor.....Dooor...


Tian dan Samuel berlari mengejar musuh itu sambil terus menembak kan pistol nya.


Door....Door


Ahh...


Teriak musuh mendapatkan tembakan di lengan dan di kaki, Tian dan Samuel terus mengejar. Sedangkan orang itu terus berlari sambil menahan sakit.


Dreet....


Handphone bergetar.

__ADS_1


"Aku membawa mereka berdua, kalian bersiap lah." ucap musuh itu mengangkat telepon dan setelah itu memasukkan kembali handphone nya dalam saku.


Musuh itu terus berlari menuju tempat dimana para teman nya berada, namun sebelum sampai, Tian melempar sebuah kayu besar ke arah orang itu.


Buuk..


Aaah...


Musuh itu terjatuh karena terkena lemparan kayu yang mengenai punggung.


Dengan cepat Samuel dan Tian menghampiri. Tian menginjak kepala nya, sedangkan Samuel mencekal tangan nya.


"Siapa yang menyuruh mu?" ucap Tian menekan kaki nya.


"Bajingan, lepaskan aku." ucap orang itu memberontak.


Bukan nya melepas Tian malah semakin menginjak kepala musuh itu.


"Jawab pertanyaan tuan ku, siapa yang memerintah mu? Berani nya kau menyerang kami. Apa kau tidak tahu siapa lawan mu saat ini." ucap Samuel.


Tian melihat ke arah Samuel. Samuel yang tahu tatapan itu mengangguk.


"Jadi kau tidak sendirian?" tanya Tian dan tanpa basa basi Tian menarik pelatuk dan


Door...Door


Dua peluru melesat ke kepala dan orang itu pun mati seketika.


Samuel menggeledah tubuh itu, di temukan nya hanya sebuah Handphone. Ia pun melihat panggilan terakhir, senyum licik terbit di bibir nya.


Samuel mengetikkan sesuatu dan mengirim nya.


Tian juga tersenyum melihat Samuel yang mengirim pesan kepada musuh nya.


"Bagus, ayo kita tunggu mereka." ucap Tian.

__ADS_1


Tian dan Samuel bersembunyi dan menunggu kedatangan musuh lainnya. Samuel menyiapkan pistol nya begitu pun Tian.


"Jangan sisakan satu pun." Ucap Tian


"Baik tuan." ucap Samuel mengangguk.


Beberapa menit kemudian orang yang di tunggu pun akhirnya sampai, senyum terbit di bibir Tian dan Samuel.


"Hanya cecunguk lemah ternyata." ucap Tian


Beberapa kelompok itu menghampiri rekan nya yang tergeletak bersimbah darah.


"Kurang ajar, siapa yang melakukan ini?" ucap salah seorang dari kelompok itu marah.


"Seperti nya pesan yang di kirim itu adalah orang yang melakukan ini." ucap salah seorang lagi.


"Sial, sepertinya kita di jebak." ucap mereka.


Plok...Plok...Plok....


Suara tepuk tangan.


Tian dan Samuel keluar dari persembunyian nya.


"Hah...Ternyata hanya beberapa teri yang datang dan mengganggu." ucap Tian.


Para kelompok itu waspada melihat Tian dan Samuel yang juga membawa senjata, fikir mereka target nya hanyalah seorang pembisnis biasa tapi ternyata orang yang ada di hadapan nya cukup berbahaya.


.


.


.


He..He...Autor sambi bikin satu bab.

__ADS_1


Selamat membaca


__ADS_2