
Ceril terbengong dan mulut nya menganga melihat keindahan di depan matanya yang tidak boleh dia sia siakan.
Tian yang melihat Ceril malah bengong mengernyitkan alisnya.
"Ada apa dengan gadis ini? Tadi banyak bicara, sekarang malah bengong. Sungguh gadis yang sangat aneh." batin Tian.
Melihat Ceril yang masih melamun. Tian membuyarkan fikiran kotor nya.
"Nona, apakah anda akan berdiri diam disitu saja?" tanya Tian.
"Eh...apa!" ucap Ceril sadar karena mendapat tepukan di bahunya.
"Hah....." Tian menghela nafas.
"Nona, silahkan anda keluar dari kamar saya. Karena saat ini saya ingin istirahat." ucap Tian menarik tangan Ceril keluar dari kamar ganti.
"Eh...lepas. Kenapa kau menarik ku? Sakit Tian." keluh Ceril.
Sadar apa yang di lakukan, Tian melepas genggaman nya.
"Sakit tahu." keluh Ceril menghisap pergelangan tangan nya.
"Maafkan saya Nona, saya tidak sadar telah menyakiti anda." ucap Tian.
"Oke, aku akan memaafkan mu. Tapi sebagai gantinya......" ucap Ceril berjalan maju mendekati Tian.
"Aku memiliki firasat buruk." batin Tian.
__ADS_1
Ceril terus maju, maju dan maju mendorong tubuh Tian hingga terjatuh di ranjang. Ceril menindih tubuh kekar Tian dan menaikkan kaki nya di ranjang menekan dada Tian dengan tangan nya.
Dia sungguh menggoda, pasti sangat menyenangkan jika menyentuh nya." Sisi iblis
Jangan menyentuh nya, tidak baik." sisi malaikat.
Sentuh saja, ini kesempatan langka bisa sekamar dengan nya. pasti sangat au..." sisi iblis.
"Aku ingin menyentuh nya dan merasakan manis nya." gumam Ceril.
Tian yang berada di bawah Ceril mengernyitkan alisnya mendengar gumaman Ceril.
"Apakah dia ingin menyentuh ku? Apakah setelah ini aku akan kehilangan keperjakaan ku? Ya Tuhan, apakah gadis ini benar benar akan melakukan nya?" batin Tian
"Nona." panggil Tian, tapi yang di panggil seolah tuli karena ia tetap asyik melihat pemandangan wajah tampan Tian.
Tok....Tok....Tok....
"Tuan, makan malam sudah siap." ucap Samuel dari luar.
Mendengar suara Samuel, Tian langsung mendorong tubuh Ceril ke samping dan menghampiri Samuel.
Ceril hanya diam terlentang di kasur sambil kesal karena Samuel mengganggu fikiran liar nya yang sebentar lagi terwujud.
"Sial, awas kau nanti." gumam Ceril.
Tian yang sudah berbicara dengan Samuel menutup pintu dan kembali mendekati Ceril.
__ADS_1
Dilihat nya Ceril sedang cemberut karena aksinya gagal, melihat hal itu Tian tersenyum kecil.
"Nona, sebaiknya anda kembali kekamar anda dan membersihkan diri anda, karena sebentar lagi kita harus makan malam." ucap Tian berdiri memperhatikan Ceril yang masih terlentang dengan bra nya.
Ceril sama sekali tidak menggubris ucapan Tian, yang ia pikirkan saat ini adalah kegagalan nya merasakan bibir manis milik Tian.
"Nona." panggil Tian.
"Apa!" jawab Ceril kesal dan duduk sambil bersungut sungut.
"Kau harus bertanggung jawab." ucap Ceril menarik dan mencium bibir Tian dan menghisap nya sebentar.
Setelah berhasil, Ceril pergi meninggalkan Tian yang masih tidak percaya apa yang di lakukan Ceril pada nya.
Tapi sebelum Ceril membuka pintu, dengan cepat Tian sadar dan berlari menarik Ceril dalam dekapan nya dan menekan tengkuk Ceril, mencium bibir ranum itu dengan rakus.
Eeeemhhh.....lenguh Ceril karena mendapat serangan mendadak dari Tian.
.
.
.
.
Selamat membaca
__ADS_1